Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Belajar memasak


__ADS_3

Jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.


Desi masih cemberut dan kesal dengan dirinya sendiri tapi terus menyapu lantai tersebut walaupun menggerutu dalam hati.


"Udah kerja yang bener, jangan cemberut terus!?" Celetuk Lusi yang datang sambil membawa pakaian yang harus di packing "ini harus segera selesai, lima belas menit mau diambil?" Lusi memberikan pakaian yang harus di packing tersebut, lalu meninggalkan Desi sendirian.


Desi lalu bergegas menyelesaikan menyapunya lalu mengemas pakaian tersebut, karena mau diambil sebentar lagi, tak butuh waktu lama untuk Desi mengemas pakaian tersebut.


Sedangkan Lala sedang belajar memasak dengan Ibunya, "sekarang kamu goreng bawang merah ini, nanti kalau warnanya sudah kecoklatan kamu masukkan bumbu ini dan goreng bersama?" Bu Maya menyuruh Lala untuk menggoreng bawang merah dan bumbu-bumbu yang sudah di haluskan tersebut.


Lala menuruti apa yang dikatakan oleh Ibunya sambil mengingat urutan tersebut mulai dari mengiris bawang merah dan bawang putih lalu menumbuk bumbu yang lainnya. "Sekarang kamu masukkan daging ayamnya?" Bu Maya menyuruh Lala untuk memasukkan daging ayam yang sudah di cuci bersih oleh Lala.


"Iya Mah" balas Lala dan memasukkan daging ayam tersebut sambil tersenyum kepada Ibunya.

__ADS_1


"Sekarang tambahkan sedikit air?" Lala disuruh untuk menambahkan air secukupnya supaya bumbu tersebut meresap kedalam daging ayam itu.


Lala terus mengikuti arahan dari Ibunya supaya dirinya bisa memasak, Bu Maya pun dengan senang hati membimbing anaknya untuk belajar memasak.


Setelah belajar beberapa masakan Lala pamit untuk pulang kepada Ibunya, sesampainya dirumah Lala istirahat sebentar sambil melihat video memasak di internet.


Jauh dari rumah milik Lala, Fitri sedang membereskan berkas-berkas penting dan menyimpannya di dalam lemari kecil yang ada di ruangan tersebut, lalu Fitri bersiap untuk pulang, Dimas sudah menunggu di depan kantor sambil bermain game.


Fitri berjalan keluar dari kantor dan menghampiri Dimas yang sudah menunggu dari tadi, "mas kamu sedang main apa?" Ucap Fitri dari belakangnya Dimas dan menanyakan permainan yang sedang dimainkan oleh Dimas itu.


"Serius amat main game nya?" Ucap Fitri sambil tersenyum dan menepuk pundak Dimas.


"Namanya juga lagi main game, kalau gak serius nanti bisa kalah dong, hehehe.." balas Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.

__ADS_1


"Ayo pulang?" Fitri lalu mengajak Dimas untuk pulang.


"Ayo naik" Dimas menyuruh Fitri untuk memboncengnya.


Setelah Fitri membonceng lalu Dimas menjalankan motornya meninggalkan kantor tersebut dan menuju ke rumahnya Fitri, "pegangan yang erat?" Dimas menyuruh Fitri untuk berpegangan erat.


"Iya, pelan-pelan aja mas jangan ngebut?" Jawab Fitri lalu menyuruh Dimas supaya tidak mengebut.


"Udah kamu pegangan aja dan jangan melihat ke belakang?" Ucap Dimas kepada Fitri.


Fitri lalu memeluk tubuh Dimas dengan erat dari belakang, Dimas langsung menambah kecepatan motornya, Dimas mengetahui kalau dirinya sedang diikuti oleh seseorang yang menggunakan mobil.


Dimas terus berusaha menghindar dari kejaran mobil tersebut, disaat jalanan sedang ramai Dimas langsung menerobos keramaian itu dan membelokkan sepeda motornya lalu berhenti di sebuah kedai, "ayo cepat turun dan ikuti aku?" Dimas menyuruh Fitri untuk segera turun dari motor dan mengikuti langkah Dimas lalu masuk ke dalam kedai yang ramai pengunjung.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2