
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.
Dimas sudah menyuruh orang kepercayaanya untuk mengurus segala sesuatunya entah berkas-berkas yang akan di butuhkan di kator KUA maupun berbagai macam perhiasan dan sebagainya, orang tuanya pun akan hadir dalam ijab qobul tersebut.
Mereka terus melanjutkan makannya sampai kenyang, tak lama kemudian datang seseorang yang akan merias Fitri, Bu Lina menyuruh orang tersebut untuk masuk, setelah sarapan pagi selesai Fitri langsung di rias oleh orang tersebut.
Fitri sedang di rias dalam kamar oleh beberapa wanita yang telah mendapat perintah dari orang kepercayaan Dimas, tak lama kemudian datang beberapa orang laki-laki untuk mendekor rumah Bu Lina dan menghiasi dengan berbagai bunga yang indah nan cantik.
Bu Lina pun ikut di rias di dalam kamar bersama Fitri, sedangkan Dimas masih mengatur orang yang akan mendekor rumah tersebut, Fitri dan Bu Lina tidak tahu kalau rumahnya sedang di sulap menjadi istana yang penuh dengan bunga-bunga.
Dihalaman rumah beberapa orang pun sedang sibuk menata dan memasang tenda hajatan, selang beberapa menit kemudian sebuah mobil katering pun datang membawa makanan yang istimewa untuk acara pengantin mereka berdua, segala sesuatunya telah di siapkan oleh Dimas dengan bantuan orang kepercayaan nya.
Mobil yang di kendarai oleh orang tuanya Dimas dan rombongan keluarga pun akhirnya sampai juga di rumah tersebut, Pak Bagas bersama istrinya serta rombongan keluarga berjalan memasuki pelataran dan menghampiri Dimas yang sedang mengatur beberapa orang tersebut.
''Halo anak Papah? gimana? apa semuanya sudah di siapkan?'' ucap Pak Bagas kepada Dimas sambil tersenyum.
__ADS_1
''Sudah Pah? halo Mah? gimana keadaan kalian?'' jawab Dimas dan menyapa Mamah Maryam sambil memeluk mereka.
''Kami baik-baik saja, dimana calon mantu dan besan?'' balas Mamah Maryam sambil bertanya mengenai Bu Lina dan Fitri.
''Mereka berdua sedang di rias Mah? ayo semuanya masuk?'' jawab Dimas dan menyuruh rombongan keluarganya untuk masuk, ''maaf masih belum selesai semua?'' ucap Dimas kepada mereka semua karena ruangan tersebut sedang di rias dan di tata.
''Gak papa sayang'' balas Mamah Maryam sambil tersenyum kepada anaknya tersebut.
Mereka semua duduk di lantai yang beralaskan karpet mewah, ''apa boleh melihat calon mantu Mamah?'' ucap Mamah Maryam kepada Dimas.
''Ayo masuk Mah?'' Dimas mengajak Mamahnya masuk kedalam kamar tersebut.
Fitri dan Ibunya menoleh dan melihat Dimas menghampiri dirinya bersama seorang wanita, ''ini pasti calon mantu Mamah? siapa namanya?'' ucap Mamah Maryam kepada Fitri.
''Fitri amalia Bu?'' balas Fitri sambil tersenyum kepada Mamah Maryam.
__ADS_1
''Panggil Mamah dong seperti Dimas memanggil Mamah juga?'' sahut Mamah Maryam sambil tersenyum kepada Fitri.
''Iya Bu..eh Mah..'' balas Fitri yang masih canggung dan malu kepada Mamah Maryam tersebut.
''Gitu dong panggil Mamah aja yah sayang?'' jawab Mamah Maryam yang tersenyum bahagia melihat Fitri, ''ini calon besan yah?'' ucap Mamah Maryam kepada Bu Lina.
''Iya Bu, kenalkan nama ku Lina?'' jawab Bu Lina sambil menjulurkan tangannya kepada Mamah Maryam.
''Aku Maryam, ya sudah kalian teruskan riasannya dulu, biar kami di ruang tengah bersama yang laiannya?'' balas Mamah Maryam lalu pamit kepada mereka berdua.
''Aku nemenin rombongan keluarga dulu yah?'' ucap Dimas kepada Fitri sambil tersenyum.
''Iya mas, nanti aku menyusul?'' balas Fitri yang ikut tersenyum kepada Dimas.
Dimas dan Mamah Maryam berjalan keluar dari kamar tersebut menghampiri keluarganya yang sedang duduk di ruang tengah.
__ADS_1
*Bersambung*