
Mereka terus mengobrol sambil melepas rindu di ruang tengah tersebut sampai sore hari, mereka pun makan malam bersama dengan keharmonisan dan kehangatan keluarga kecil tersebut, Mamah Maryam sangat senang dengan kehadiran mereka berdua sehingga dirinya tidak kesepian lagi, dan rumah itu menjadi hangat dengan kehadiran mereka.
Selesai makan malam bersama, mereka mengobrol di ruang tamu sambil bercanda ria membuat suasana rumah tersebut semakin hangat dan ceria, Fitri pun sangat senang karena mempunyai mertua seperti Mamah Maryam.
Malam semakin larut mereka masuk kedalam kamar masing-masing untuk beristirahat, ''Mas besok kita jalan-jalan kemana?'' ucap Fitri sambil mengelus-elus dada suaminya tersebut di atas ranjang.
''Terserah kamu saja sayang? emang nya kamu ingin kemana?'' balas Dimas sambil membelai rambut istrinya dan tersenyum.
''Kita ke puncak mas, apa kamu mau?'' sahut Fitri sambil terus membelai dada suaminya dengan lembut.
''Oke besok kita ke puncak'' balas Dimas sambil mencium kening istrinya.
Setelah memproses untuk membuat anak mereka pun tertidur karena kelelahan setelah bercinta, mereka berpelukan tanpa menggunakan pakaian.
Esok harinya Fitri dan Dimas pamit kepada Mamah nya untuk liburan ke puncak, setelah pamit mereka berdua meninggalkan rumah tersebut dan melesat jauh menuju ke puncak yang mereka tuju, setelah dua jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, mereka pun memesan hotel.
Sedangkan Lala mengantar anaknya berangkat sekolah, setelah sampai ia mengajak anaknya untuk turun dari sepeda motor tersebut, ''ayo sayang turun?'' ucap Lala kepada anaknya.
__ADS_1
''Iya Mah'' jawab Farhan kepada Lala.
Lala mengantar anaknya sampai di depan kelas, tak jauh dari mereka Evan sedari tadi mengamati mereka berdua, ''itu seperti Lala? mau apa dia kesini?'' ucap Evan pada dirinya sendiri.
''Mamah berangkat dulu ya sayang?'' ucap Lala yang pamit kepada anaknya.
''Iya Mah, Farhan masuk dulu ya Mah?'' balas Farhan lalu mencium tangan Mamah nya dan berjalan masuk kelas.
Lala melambaikan tangannya sambil melihat anaknya masuk kedalam kelas, ia pun tersenyum kepada anaknya, wanita itu lalu berjalan menuju ke sepeda motornya.
Lala bergegas menjalankan sepeda motornya menuju ke kantor, sedangkan Evan masih berdiri memandangi kepergian mantan istrinya tersebut.
Fitri dan Dimas berjalan-jalan menaiki bukit sambil menikmati indahnya pemandangan alam dan segarnya udara di tempat tersebut, mereka berdua bergandengan tangan sambil terus menyusuri jalan setapak, ''mas kita istirahat di sana yuk?'' ucap Fitri mengajak suaminya untuk istirahat sambil menunjuk ke tempat duduk yang ada di bawah pohon.
''Ayo sayang'' balas Dimas sambil tersenyum kepada istrinya tersebut.
Mereka berdua duduk di tempat tersebut sambil mengagumi keindahan alam, ''kamu suka tempat ini sayang?'' ucap Dimas sambil merangkul tubuh istrinya.
__ADS_1
''Suka sekali mas, disini udaranya sangat segar dan alamnya sangat indah'' balas Fitri dengan senyuman manisnya sambil merebahkan kepalanya di dada milik suaminya tersebut.
Mereka membeli jagung bakar dan minuman hangat lalu kembali duduk di tempat semula, mereka mengobrol sambil menikmati enaknya jagung bakar tersebut, setelah sore hari mereka berdua kembali ke hotel karena cuaca semakin dingin dan kabut sudah mulai tebal.
Mereka masuk kedalam kamar dan mandi bersama dibawah air hangat yang keluar dari shower, Dimas menggosok punggung istrinya dengan menggunakan sabun, Fitri membalikkan badannya dan berhadapan dengan suaminya, bibir mereka saling bertemu dan saling menghangatkan.
Dimas terus menelusuri setiap sudut dari bibir manis istrinya dan mulai turun keleher jenjang yang mulus tersebut, lidah Dimas terus menyapu bersih leher milik istrinya, lidah lelaki itu menelusuri jalan menuju ke bukit kembar yang montok dan kenyal milik Fitri.
Fitri meremas erat rambut suaminya karena ia merasakan kenikmatan dari lidah suaminya yang sedang berputar-putar di pucuk bukit kembar miliknya. Dimas membopong tubuh istrinya dan berjalan ke tempat tidur.
Tubuh Fitri di rebahkan oleh suaminya di atas ranjang dan lelaki itu merangkak diatas tubuh Fitri sambil lidahnya terus menyusuri pucuk bukit kembar tersebut, Fitri melingkarkan kedua kakinya di pinggang Dimas supaya suaminya lebih leluasa untuk memasukkan senjata yang sudah tegang dan keras tersebut kedalam miliknya.
Dimas perlahan dan pasti memasukan senjata yang sudah tegang tersebut kedalam milik istrinya, ''mas..mas'' Fitri bersuara lirih sambil menikmati dorongan dari senjata milik suaminya yang maju mundur di dalam lobang miliknya tersebut.
Mereka bercinta dengan berbagai gaya sampai keringat bercucuran membasahi tubuh, Fitri sangat menikmati dengan dorongan senjata suaminya yang sudah mulai cepat maju mundur di dalam miliknya.
*Bersambung*
__ADS_1