Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Bertemu di restauran


__ADS_3

Amir masih menunggu orang yang di seberang telefon memanggil Bu Fitri amelia, tak butuh lama akhirnya Bu Fitri menjawab telefon tersebut ''dengan Fitri amelia, apa ada yang bisa saya bantu?'' ucap Bu Fitri dari seberang telefon tersebut.


''Sebelumnya saya minta maaf karena telah mengganggu anda, apa kita bisa bertemu?'' balas Amir lalu menceritakan semua kejadian dimalam tersebut.


Bu Fitri pun menyanggupi untuk bertemu dengan Amir di sebuah restoran hari itu juga, Amir bersiap-siap menuju ke tempat itu sambil membawa tas yang di temukannya saat kejadian tersebut, Amir naik ojek menuju ke restoran yang dimaksud oleh Bu Fitri.


Amir berjalan masuk ke restoran itu sambil menoleh kanan dan kiri mencari orang yang bernama Fitri tersebut, tak jauh dari Amir berdiri seorang perempuan melambaikan tangannya menyuruh Amir untuk datang menghampirinya.


Amir berjalan ke meja perempuan itu, ''apa benar ini dengan Bu Fitri amelia?'' Amir bertanya kepada wanita tersebut, ''benar, ayo silahkan duduk?'' Fitri menjawab dan menyuruh Amir untuk duduk.


Amir pun duduk dan menceritakan kejadian itu secara detail, Fitri hanya manggut-manggut mendengarkan cerita dari Amir, ''ayo dimakan dulu biar gak terlalu tegang? santai saja, ayo dimakan?'' Fitri menyuruh Amir untuk menyantap makan yang sudah di pesannya tersebut, sambil mereka terus mengobrol.


''Memang benar, kemarin salah satu karyawan ku melaporkan kejadian itu, untunglah kamu yang menemukan tas itu'' Fitri berkata sambil menikmati makan yang tersedia di meja itu.

__ADS_1


''Ini tas itu, semua berkas-berkas masih utuh didalamnya'' Amir menyodorkan tas tersebut kepada Fitri.


''Makasih ya mas Amir, untung masih ada orang baik seperti kamu di kota ini'' Fitri menerima tas itu sambil berterima kasih kepada Amir.


''Sama-sama Bu'' balas Amir kepada Fitri sambil tersenyum ramah.


''Jangan panggil Bu, aku kan masih muda, kita seumuran paling beda sedikit? panggil saja Fitri?'' Fitri menyuruh Amir untuk memanggil nama saja jangan pakai embel-embel Bu.


''Oh iya, ini sebagai imbalan untuk kamu yang telah menemukan tas ini?'' Fitri menyodorkan amplop berwarna coklat yang berisi uang kepada Amir.


''Gak usah Fit, aku ikhlas kok, aku hanya butuh pekerjaan?'' Amir menjawab sambil mengembalikan amplop coklat itu kepada Fitri.


''Ambil saja ini buat kamu, hitung-hitung ucapan terima kasihku sama kamu mas'' Fitri menyodorkan amplop coklat itu lagi kepada Amir.

__ADS_1


''Gak Fit? kalau kamu mau berterima kasih, berilah aku pekerjaan'' Amir menolak secara halus sambil tersenyum kepada wanita itu.


''Ya sudah kalau tidak mau, nomor ponsel kamu mana?'' Fitri meminta nomor ponsel milik Amir.


Amir memberikan nomor ponselnya kepada Fitri, ''nanti kalau ada lowongan pekerjaan aku mengabari kamu? ucap Fitri setelah mencatat nomor tersebut di ponsel miliknya.


''Makasih Fit semoga saja ada lowongan pekerjaan buat aku'' Amir membalas sambil tersenyum senang.


''Ayo dihabiskan makanannya'' Fitri berkata kepada Amir sambil memasukkan kembali amplop berwarna coklat itu kedalam tasnya.


Mereka berdua melanjutkan makannya sambil mengobrol, Amir pun mulai tidak canggung lagi terhadap Fitri, karena wanita itu asyik kalau diajak mengobrol, mereka terkadang senyum bersama sambil saling memandang.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2