Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Gunawan


__ADS_3

Jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.


Fitri sedang membereskan berkas-berkas dan bersiap untuk pulang "akhirnya selesai juga, sekarang giliran pulang?" Gumam Fitri sehabis membereskan berkas tersebut lalu Fitri mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.


"Ayo pulang bareng?" Ucap Gunawan dari belakang Fitri.


"Aku sudah dijemput Gun?" Jawab Fitri sambil terus berjalan keluar.


"Ayolah Fit, sekali ini saja aku ingin mengantar kamu pulang?" Gunawan masih mengikuti langkah Fitri menuju keluar dari kantor tersebut.


"Maaf Gun, aku gak bisa?" Balas Fitri yang tak pedulikan Gunawan mengikutinya dari belakang. Lalu Fitri menghampiri Dimas yang sudah menunggu.


"Ayolah Fit, daripada kamu diantar sama tukang ojek lebih baik kamu pulang bersamaku saja?" Ucap Gunawan yang masih merayu Fitri supaya ikut bersamanya.


"Maaf Gun, dia bukan tukang ojek tapi pacarku?" Jawab Fitri sambil menjelaskan kalau Dimas adalah pacarnya.


"Kamu gak pantas pacaran sama tukang ojek Fit, lebih pantas bersama aku?" Celoteh Gunawan yang masih merayu Fitri.

__ADS_1


"Apa lu bilang!? Coba katakan sekali lagi!?" Dimas berkata sambil menarik kerah bajunya Gunawan.


"Lu tukang ojek gak pantas bersama Fitri, ngaca dong kamu?" Balas Gunawan sambil mengibaskan tangannya Dimas yang menarik kerah bajunya, tapi tak bisa melepaskan tangan itu.


"Lu yang gak pantas, bughhh, bughh, bughh" ucap Dimas sambil melayangkan tinjunya kewajah Gunawan, lalu Dimas mendorong Gunawan ke lantai "brughhh.. auwhhh" Gunawan tersungkur ke lantai.


"Kurang ajar lu, hiatzz wushhh, wushh, wushh" Gunawan bangkit lalu menerjang Dimas sambil melayangkan tinjunya, Dimas hanya tersenyum dan menangkis pukulan dari Gunawan, "plak, plak, plak, dugh, bugh" Gunawan malah terkena pukulan lagi dari Dimas.


"Cuma segitu kemampuan lu?" Ucap Dimas meledek Gunawan sambil tersenyum sinisnya.


Dimas hanya menghindari serangan dari Gunawan dengan menggeser posisi tubuhnya kekanan dan kekiri "eits gak kena?" Ledek Dimas sambil tersenyum kepada Gunawan.


"Sekarang siapa yang tidak pantas? Lu atau gue?" Ledek Dimas kepada Gunawan. "Wushh, sretzz, wushh, sretzz, wushh, sretzz" Dimas hanya menghindari pukulan dari Gunawan.


"Hei lu!? ayo lawan aku? Jangan cuma menghindar saja?" Ucap Gunawan yang geram terhadap Dimas karena selalu menghindar serangannya.


Gunawan lalu menyerang Dimas dan melayangkan tinjunya membabi-buta, wushhh, wushh, wushh, wushh, wushh, wushh".

__ADS_1


"Plak, plak, plak, plak, plak, plak" Dimas hanya menangkis sambil menggeser tubuhnya kekanan dan kekiri.


"Ayo lawan aku?" Ucap Gunawan sambil terus melayang tinjunya kearah Dimas "wushh, wushh, wushh, wushh".


"Hehehe..gak kena?" Ledek Dimas sambil tersenyum sinisnya kepada Gunawan yang terus memukuli dirinya.


"Kurang ajar!? Dasar pengecut gak berani melawan aku?" Gunawan semakin geram kepada Dimas yang terus meledeknya.


"Kalau gue melawan, lu udah bonyok dari tadi, hahaha.." jawab Dimas yang terus meledeknya sambil tersenyum kepada Gunawan.


"Alah banyak bacot lu!? Hiatzz, wushhh, wushh, wushh, wushh" Gunawan lalu menerjang Dimas dan melayangkan pukulannya.


"Kalau lu bisa memukul gue, berarti lu hebat?" Ucap Dimas yang terus meledek Gunawan.


"Dasar tukang ojek sombong amat lu!?" Balas Gunawan yang geram melihat Dimas tak mau melawannya.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2