Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Tolong di bantu


__ADS_3

Baca juga (Gairah sang Milyader) jangan lupa follow dan kasih bintang lima. Terimakasih#.


Dimas melajukan motornya menuju ke kampus untuk menjemput Fitri, sesampainya di gerbang kampus Dimas menanyakan Fitri kepada Pak satpam "Pak apakah Fitri sudah pulang?".


"Baru saja mas, tadi sih berjalan ke sana?" Balas Pak satpam sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah Fitri berjalan keluar dari kampus.


"Makasih Pak" Dimas lalu menjalankan motornya mengikuti arah yang ditunjuk oleh Pak satpam tersebut.


Dimas melihat Fitri yang sedang berjalan kaki sendirian "tit, tit" Dimas membunyikan klakson motornya, Fitri lalu menoleh "Dimas" Fitri berlari kecil dan memeluk Dimas.


"Kamu tidak apa-apa?" Fitri bertanya kepada Dimas sambil tersenyum.


"Aku baik-baik saja, ayo naik?" Jawab Dimas dan menyuruh Fitri untuk naik ke sepeda motor.


Fitri lalu membonceng Dimas, mereka berdua lalu pergi meninggalkan tempat itu dan menuju ke rumahnya Fitri. Setelah mereka sampai dan duduk di ruang tamu Fitri terus bergelayut di lengan Dimas "aku khawatir banget sama kamu mas? Aku takut kamu ditahan?" Ucap Fitri sambil menyandarkan kepalanya di bahu Dimas.


"Udah gak usah sedih, sekarang aku baik-baik saja kan?" Balas Dimas lalu mengelus rambut hitam milik Fitri.

__ADS_1


"Tadi aku cemas banget dan gak konsen mengikuti pelajaran?" Fitri masih merajuk kepada Dimas.


"Udah dong? Ayo senyum?." Balas Dimas sambil menjawil hidungnya Fitri "buatin minum dong aku haus nih?". Dimas menyuruh Fitri untuk membuatkan minuman.


"Iya, mau kopi atau teh manis?" Jawab Fitri sambil tersenyum kepada Dimas.


"Kopi aja deh, kan manisnya sudah ada di wajah kamu?" Ucap Dimas sambil menggoda Fitri.


"Gombal" jawab Fitri lalu berjalan menuju ke dapur untuk membuat minuman untuk Dimas.


"Makasih sayang" balas Dimas lalu menyeruput kopi tersebut.


"Idih sekarang sudah mulai panggil sayang? Kapan kita jadian?." Fitri berkata sambil tersenyum dan menjulurkan lidahnya meledek Dimas.


"Terus ngapain kamu mencemaskanku dan bergelayut di lenganku ini?" Balas Dimas membahas Fitri yang terus bermanja kepada dirinya.


"Iya, iya, sekarang aku sudah mulai suka sama kamu? Puas?!". Fitri berkata sambil mencubit lengannya Dimas.

__ADS_1


"Auwhhh.. sakit Fit?" Ucap Dimas sambil meringis pura-pura sakit.


"Tadi panggil sayang, sekarang gak lagi?" Jawab Fitri sambil memanyunkan bibirnya kepada Dimas. "Kamu sayang gak sih sama aku?". Fitri terus memanyunkan bibirnya sambil cemberut.


"Gimana yah? Aku terima atau gak? Hai teman-teman pembaca bantu aku dong? Mau di terima atau di tolak nih cintanya Fitri? Tulis di kolom komentar yah?"


Dimas meminta bantuan dari kalian pembaca setia, tulis jawaban kalian di kolam komentar untuk membantu Dimas menjawab cintanya Fitri.


"Yaelah pakai minta bantuan segala? Tinggal jawab saja apa susahnya sih, kan kasihan pembacanya? Lagi seru-serunya kamu malah minta bantuan dari pembaca yang setia?". Rajuk Fitri kepada Dimas sambil cemberut.


"Tunggu saja komentar dari pembaca, kalau voting terbanyak menyuruh diterima, ya aku terima cinta kamu, tapi sebaliknya kalau yang terbanyak menyuruh untuk menolak, ya maaf aku tidak bisa menerima cinta kamu?" Balas Dimas sambil mengusap rambut milik Fitri.


"Pembaca yang setia tolongin Fitri dong? Tulis komentar kalian supaya Dimas mau menerima cintaku? Please.." ucap Fitri memohon kepada kalian yang sedang membaca cerita ini.


Mereka berdua mengobrol sambil bercanda ria saling menjahili dan meledek satu sama lain.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2