
Fitri mengantarkan Amir pulang ke rumah kontrakannya, setelah sampai Amir mengajak Fitri untuk mampir, mereka berdua masuk dan duduk diruang tamu, ''sebentar aku ambil minuman dulu''.
''Yang dingin ada gak mas?'' Fitri meminta minuman yang dingin kepada Amir.
''Waduh maaf Fit, aku gak punya kulkas'' Amir menjawab sambil menggelengkan kepalanya, ''teh hangat saja yah?''.
''Ya sudah seadanya saja'' Fitri berkata sambil menganggukkan kepalanya.
Amir berjalan ke dapur untuk membuat teh hangat, lalu ia kembali menemui Fitri sambil membawa minuman tersebut ''maaf ya, adanya minuman ini'' Amir berkata sambil menaruh minuman tersebut di atas meja ''silahkan diminum?'' Amir berkata lagi sambil tersenyum malu.
''Makasih, kamu tinggal sama siapa disini?'' Fitri menjawab dan bertanya kepada Amir.
''Aku tinggal sendirian saja Fit'' balas Amir kepada wanita itu.
''Orang tua kamu?'' Fitri bertanya kepada lelaki itu lagi, ''orang tuaku sudah meninggal akibat kecelakaan sewaktu aku masih sekolah dasar.
__ADS_1
''Maaf yah telah membuat kamu sedih, aku turut berduka cita, sekali lagi maaf kalau pertanyaanku membuat kamu sedih'' Fitri terus meminta maaf kepada Amir karena pertanyaannya membuat lelaki itu bersedih.
Amir menjawab sambil sedikit tersenyum ''gak papa Fit, kejadian itu sudah lama sekali, kamu gak perlu minta maaf''. Fitri lalu menghampiri Amir dan duduk disampingnya, ''maaf yah, kamu jadi sedih'' wanita itu berkata sambil mengelus punggung lelaki tersebut.
Amir mengusap air yang baru saja keluar dar matanya sambil berkata kepada Fitri ''gak papa Fit, tak perlu minta maaf''
Fitri mengambil tisu dari dalam tasnya lalu memberikan tisu tersebut kepada Amir, lelaki itu menoleh kearah Fitri sambil berkata ''terima kasih Fit''.
''Gimana kalau kita jalan-jalan supaya kamu gak sedih lagi?'' Fitri berkata kepada lelaki itu sambil tersenyum.
''Maaf Bu, aku belum punya uang? aku juga baru saja di pecat, bulan depan saja ya Bu?'' Amir menjawab sambil berdiri menghadap pemilik rumah tersebut.
''Apa! bulan depan? kemarin kamu bilang bulan depan sekarang bulan depan lagi, kapan bayarnya?'' pemilik rumah itu menjawab sambil teriak kepada Amir.
''Maaf Bu, berapa uang sewanya?'' Fitri berkata sambil berjalan mendekati pemilik rumah itu.
__ADS_1
''Apa kamu yang akan membayarnya?!'' balas Pemilik rumah itu sambil berkacak pinggang dan memandangi Fitri dari atas kebawah, ''kelihatannya kamu orang kaya? satu bulan satu juta, dia sudah menunggak dua bulan. total tiga juta berikut bunganya?.
''Baik tunggu sebentar'' Fitri berjalan mengambil uang dari dalam tasnya lalu kembali menghampiri pemilik rumah tersebut, ''ini aku bayar untuk satu tahun'' ucap Fitri sambil memberikan uang tersebut kepada pemilik rumah itu.
''Baguslah kalau begitu, sekarang aku permisi dulu'' Ibu itu berkata lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
''Maaf ya Fit telah merepotkan kamu, nanti kalau aku sudah punya uang aku akan mengembalikannya padamu'' ucap Amir kepada Fitri.
''Gak usah mas, itu untuk kamu sebagai ucapan terima kasihku karena kamu telah menemukan tas itu'' Fitri berkata sambil menepuk pelan pundak lelaki itu.
''Sekali lagi makasih Fit'' Amir membalas sambil mengeluarkan senyuman yang sederhana kepada wanita tersebut.
Mereka berdua duduk kembali sambil melanjutkan obrolan mereka sampai hari mulai sore.
*Bersambung*
__ADS_1