
Jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.
Dimas masih menggandeng tangan Fitri, setelah mereka duduk lalu Dimas memanggil pelayan dan memilih menu yang ada di restoran tersebut, lalu menyuruh Fitri untuk memilih menu kesukaannya.
Setelah memesan lalu pelayan itu meninggalkan mereka berdua, lalu Fitri bertanya lagi kepada Dimas, "mas aku gak pegang uang banyak? Nanti kalau kurang gimana?" Ucap Fitri kepada Dimas.
"Aku yang bayar semuanya, mumpung aku dapat rezeki banyak, hehehe.." Dimas menjawab sambil tersenyum cengengesan kepada Fitri.
"Syukurlah kalau kamu ada uang" ucap Fitri dengan senyum tipis dan manggut-manggut mendengarkan perkataan Dimas.
"Sekali-kali nyenengin pacar bolehkan?" Ucap Dimas yang bertanya kepada Fitri.
"Boleh banget mas, kalau bisa setiap hari, hehehe.." jawab Fitri sambil tersenyum kepada Dimas.
"Oke setiap hari aku akan mengajak kamu untuk makan siang di sini" ucap Dimas sambil memegang tangan Fitri.
"Eh..gak usah setiap hari mas, lebih baik uangnya ditabung saja!?" Sahut dari Fitri sambil memandang wajah Dimas.
Pesanan mereka akhirnya datang, mereka berdua mulai menyantap makanan tersebut sambil mengobrol sesekali saling menjahili, mereka berdua menikmati hidangan tersebut, karena restoran itu cukup terkenal di wilayah itu.
__ADS_1
Sedangkan di toko pakaian milik Tante Fany, Desi sedang melamun di tempat packing barang, "duh yang sedang patah hati, cowok idamannya malah menikah dengan orang lain, kacian deh lu!?" Celetuk Marni yang sedang berjalan dan melihat Desi masih melamun.
Ucapan Marni membuat lamunan Desi buyar tak tersisa, "apa urusannya dengan lu?! Gangguin aja sih?" Ucap Desi sambil melotot kearah Marni.
"Makanya jadi cewe itu gak usah ganjen, jadi patah hati kan? Hahaha" Marni masih menjahili Desi sambil tertawa.
"Bener tuh apa kata Marni, jadi cewe jangan ganjen iya gak Mar?" Celetuk Lusi dari belakangnya Marni.
"Betul banget Lus" jawab Marni kepada Lusi sambil tersenyum.
"Kalian berdua, awas yah?" Desi bangkit dan berjalan untuk mengambil sapu.
"Des kamu lagi ngapain?" Ucap Tante Fany dari belakangnya Desi.
"Mau menyapu Bu?" Balas Desi sambil mengangkat dan menunjukkan sapu tersebut kepada Tante Fany.
"Oh baguslah, cepat sapu yang bersih" ucap Tante Fany lalu berjalan meninggalkan Desi ditempat packing tersebut.
"Hah.. untung saja Bu Fany tidak melihatku sedang melamun tadi, huft" gerutu Desi sambil memegang sapu itu.
__ADS_1
Desi lalu menyapu ruangan tersebut karena sudah kepalang tanggung ketahuan oleh Tante Fany, sambil terus menggerutu sendiri dan terus menyapu lantai tersebut.
Setelah Tante Fany masuk kedalam ruangannya lalu menelfon Zaky.
("Halo Zak, nanti malam kamu kerumah Tante yah?") Tante Fany menyuruh Zaky untuk datang ke rumahnya nanti malam.
("Oke Tan, mau berapa rounde?") Zaky menjawab sambil tersenyum menggoda Tante Fany.
("Tiga rounde kamu sanggup gak?") Tante Fany berkata sambil tersenyum kepada Zaky lewat layar ponselnya.
("Paling dua rounde Tan, kalau tiga bisa esok paginya, hehehe..") Zaky menjawab sambil tersenyum kepada Tante Fany. ("Kabar Evan gimana Tan?") Zaky menanyakan tentang Evan kepada Tante Fany.
("Mana Tante tahu Zak, Evan juga gak pernah main kerumah") jawab Tante Fany sambil menggelengkan kepalanya.
("Iya Tan, nomornya juga jarang aktif") ucap Zaky kepada Tante Fany.
("Ya udah nanti malam Tante tunggu yah?"). Setelah menelfon Zaky lalu Tante Fany melanjutkan pekerjaannya.
*Bersambung*
__ADS_1