Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Rencana bulan madu


__ADS_3

Dimas mendongakkan kepala istrinya lalu mencium bibir manis tersebut, Fitri pun membalas ciuman dari suaminya dengan sedikit membuka mulutnya supaya lidah suaminya bisa lebih leluasa menikmati bibir manis miliknya.


Mereka berdua saling menikmati sentuhan demi sentuhan hangat dari kedua bibir mereka yang sedang bergulat menciptakan sensasi di pagi hari yang cerah, Dimas membaringkan tubuh istrinya lalu merangkak di atas tubuh tersebut sambil bibir mereka terus berbagi kehangatan.


Setelah Fitri dan Dimas bercinta di pagi hari, mereka berdua sarapan pagi bersama Bu Lina sambil mengobrol, sesekali Bu Lina menggoda anaknya yang masih menjadi pengantin baru, ''mumpung kita masih libur, ayo kita bulan madu?'' Dimas berkata pada istrinya dan ingin mengajak nya bulan madu.


''Kemana mas?'' sahut Fitri kepada suaminya sambil menoleh.


''Bagaimana kalau ke bali?'' balas Dimas memberi saran kepada istrinya sambil tersenyum, ''kita ajak Ibu juga? mau kan Bu?'' ucap Dimas lagi kepada istrinya sambil menoleh ke arah Bu Lina yang sedang mengunyah makanan.


''Ibu gak ikut ah, nanti mengganggu bulan madu kalian?'' jawab Bu Lina sambil tersenyum kepada Dimas menantunya itu.


''Ya sudah kalau Ibu tidak mau ikut, kita berdua saja sayang?'' Dimas berkata sambil menoleh ke arah istrinya.


''Terserah mas Dimas saja'' jawab Fitri kepada suaminya sambil mengunyah makanan.

__ADS_1


''Oke besok kita berangkat ke bali?'' sahut Dimas kepada Fitri sambil tersenyum.


''Ibu harap sepulang dari bali, kalian akan memberikan Ibu cucu?'' ucap Bu Lina sambil tersenyum kepada mereka berdua.


''Pasti Bu, kami akan usahakan secepatnya kasih Ibu cucu yang banyak, hehehe..'' balas Dimas sambil tersenyum cengengesan sambil melirik ke arah istrinya.


''Emang aku pabrik anak apa? dua saja cukup jangan banyak-banyak?'' sahut Fitri sambil memanyunkan bibirnya kepada suaminya tersebut.


''Terserah kalian saja mau kasih Ibu berapa cucu'' Bu Lina berkata sambil tersenyum kepada mereka berdua, ia berharap agar anak dan menantunya cepat memberikannya cucu yang imut dan manis.


Sedangkan Lala bersiap-siap berangkat kerja, ia menunggu ojek di depan rumahnya, ''belum datang juga ojek nya?'' gumam Lala pada dirinya sendiri, Lala melihat Evan lewat di seberang jalan bersama Maya dengan menggunakan sepeda motor, ''dasar wanita pelakor?!'' ucap Lala pada dirinya sendiri karena melihat Maya yang sudah merebut suaminya itu.


Ojek akhirnya datang juga, Lala naik ojek menuju ke tempat kerjanya tak lama kemudian ia pun sampai lalu masuk dan berganti pakaian, ''aku harus semangat'' ucap Lala menyemangati dirinya sendiri, ia pun mulai mengepel lantai dan di bantu rekannya.


''La kamu tau gak? kemarin Bu Fitri menikah mendadak tanpa mengadakan resepsi?'' ucap Serli kepada Lala.

__ADS_1


''Yang benar kamu Ser? aku kok tidak tahu ya?'' balas Lala kepada Serli.


''Kamu ketinggalan info La? di kantor ini sedang hangat memperbincangkan berita itu La?'' sahut Serli memberi tahu berita terhangat di kantor tersebut.


''Kenapa aku tidak di undang yah?'' balas Lala kepada Serli.


''Emang kamu siapa? kita hanya cleaning service mana mungkin di undang?'' ucap Serli kepada Lala.


''Aku dan Bu Fitri teman lama Ser? aku kerja di sini yang mengajak juga Bu Fitri?'' balas Lala kepada Serli sambil tersenyum.


''Yang benar kamu La?'' sahut Serli yang belum percaya kalau Lala adalah teman dari Bu Fitri.


''Benar Ser? aku tidak berbohong?'' jawab Lala kepada wanita tersebut.


Merka berdua terus mengepel sambil mengobrol membicarakan mengenai pernikahan Fitri dan Dimas yang di adakan secara mendadak tersebut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2