
Sebelum membaca follow dulu yah dan kasih bintang lima, terima kasih
Evan terus memberikan semangat kepada istrinya sambil berdo’a di dalam hati, perawat sama Dokter terus menyuruh Lala supaya mengatur nafasnya dan menyuruh agar Lala mendorong bayinya dari dalam.
Lala terus berusaha sekuat tenaga untuk mendorong bayinya dari dalam sambil mengatur nafas, keringat mulai bercucuran membasahi wajah dan badannya, Evan pun tampak cemas dengan kondisi istrinya dan merasa kasihan kepadanya.
‘’Ayo terus dorong Bu? Terus, sedikit lagi? Sedikit lagi Bu ayo terus dorong?’’ ucap Dokter wanita itu menyuruh Lala supaya terus mendorong bayinya dari dalam.
Lala dengan sisa-sisa tenaganya terus mendorong bayinya dari dalam, ‘’ea..ea..ea..’’ suara tangis bayi pun terdengar.
‘’Syukur Ibu telah melahirkan dengan selamat? Bayinya perempuan Bu..Pa..’’ ucap perawat sambil membersihkan bayi yang imut itu kepada Lala dan Evan.
Evan langsung memeluk istrinya sambil mengecup kening Lala ‘’kamu berhasil sayang? Anak kita perempuan?’’ ucap Evan yang masih memeluk Lala lalu tersenyum bahagia.
‘’Iya Mas, aku bahagia banget anak kita selamat?’’ jawab Lala sambil tersenyum kepada suaminya.
__ADS_1
Kebahagian menyelimuti hati Evan dan Lala karena anak mereka telah lahir ke dunia ini dengan selamat, selang beberapa hari Lala sudah diperbolehkan untuk pulang, Evan memberikan kabar bahagia tersebut kepada kedua orang tuanya dan kedua orang tuanya Lala.
Lala sangat senang karena mereka semua telah berkumpul di rumahnya untuk menyambut anaknya yang telah lahir, beberapa kado pun diberikan kepada Lala dari keluarganya maupun dari keluarga Evan.
Hari demi hari mereka lalui bersama anaknya yang masih kecil dan imut, Evan belajar menggendong anaknya yang masih kecil itu, ‘’hati-hati Mas’’ ucap Lala kepada suaminya yang sedang menggendong buah hatinya itu.
‘’Iya sayang aku sudah bisa kok, kan kemarin sudah di ajarin sama Ibuku?’’ jawab Evan dengan senyumannya kepada istrinya.
Lala tersenyum kepada Evan karena sudah bisa menggendong anaknya, ‘’ea..ea..ea..’’ suara anaknya menangis.
‘’Iya sayang anak kita mungkin haus?’’ jawab Evan sambil menyodorkan anaknya kepada istrinya.
Lala lalu menyusui anaknya sambil rebahan di atas ranjang, Evan pun ikut merebahkan tubuhnya di belakang Lala sambil memeluknya dari belakang, ‘’kalau aku kepingin gimana sayang?’’ ucap Evan lirih di dekat telinga istrinya.
‘’Di tahan dulu Mas? Kan punyaku masih sakit habis melahirkan anak kita?’’ jawab Lala sambil terus menyusui anaknya.
__ADS_1
‘’Sampai kapan sayang? Sudah satu minggu lebih aku tahan nih?’’ ucap Evan lagi kepada istrinya itu.
‘’Sabar dong Mas sampai aku sembuh dulu?’’ jawab Lala yang masih menyusui anaknya.
Evan menghela nafasnya karena keinginannya tidak terpenuhi, Evan berlahan bangkit dari ranjang dan berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air minum, ‘’gimana kabarnya Tante Fany? Aku harus menghubunginya dan kasih kabar tentang kelahiran anakku kepadanya?’’ gumam lirih Evan sambil memegang gelas.
Sambil duduk di ruang tengah, Evan menelfon Tante Fany untuk memberikan kabar kalau anaknya sudah lahir, (‘’selamat yah Van anakmu telah lahir?’’) ucap Tante Fany di sebrang telefon.
(‘’Iya Tan makasih, aku boleh main ke rumah Tante gak nih?’’) tanya Evan kepada Tante Fany.
(‘’Tante tau nih..pasti kamu sedang di anggurin yah sama istrimu, hehehe...’’) balas Tante Fany sambil menggoda Evan.
(‘’Kok Tante tau sih?’’) ucap Evan lagi kepada Tante Fany.
(‘’Ya tau lah Van, kapan kamu akan kesini?’’) balas Tante Fany dan bertanya kepada Evan.
__ADS_1
*Bersambung*