Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Cleaning service


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia


Mereka akhirnya tertawa bersama, Lala akhirnya pamit kepada mereka berdua dan kembali kerumah sambil menunggu kabar dari Fitri, Dimas mengajak Fitri untuk pulang, mereka melaju dengan sepeda motornya menembus jalanan.


Lima belas menit kemudian mereka sampai di rumah, Fitri menggandeng tangan calon suaminya masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu, ''bentar yah aku buatin minuman dulu?'' ucap Fitri sambil berdiri lalu berjalan menuju ke dapur.


Fitri menghampiri Dimas sambil membawa minuman sama cemilan, ''nih cemilan buatan Ibu tadi pagi ayo di coba?'' ucap Fitri sambil duduk di samping lelaki itu.


''Aku coba yah?'' sahut Dimas lalu memakan cemilan tersebut, ''mmm...enak sayang? Ibu mu pandai juga membuat cemilan seperti ini?'' ucap lelaki itu sambil mengunyah cemilan tersebut.


''Pelan-pelan kalau makan mas?'' balas Fitri sambil membersihkan sudut bibir lelaki itu yang gelepotan terkena cemilan tersebut.


''Habisnya enak sih cemilan ini?'' jawab Dimas yang terus memakan cemilan itu.


Mereka saling bercanda sesekali saling menjahili, sedangkan Lala sedang merapihkan baju anaknya sambil tersenyum sendiri memandangi wajah anaknya.


Beberapa minggu kemudian Lala pun bekerja di kantor bersama dengan Fitri, namun Lala bukan sebagai staf kantor atau karyawan yang punya jabatan, lowongan yang ada waktu itu hanya sebagai cleaning servis, Lala pun setuju kalau dirinya hanya sebagai cleaning servis demi menghidupi anaknya.


Pagi itu Lala sedang mengepel lantai, sesekali mengusap keningnya, ''brakh..'' ember yang berisi air tersebut terlempar akibat terkena tendangan dari seseorang, Lala menoleh ke belakang dan melihat orang yang telah menendang ember tersebut.

__ADS_1


''Kenapa kamu tendang embernya?'' ucap Lala kepada wanita yang telah menendang ember tersebut.


''Kerja yang betul? jangan lelet?!'' balas wanita itu sambil melotot kepada Lala.


''Lu aja yang resek?'' sahut Lala sambil berdiri di hadapan wanita itu.


''Di bilangin kok ngenyel, anak baru belagu banget sih kamu, hah?!'' balas wanita itu sambil menjulurkan jari telunjuknya kearah keningnya Lala.


''Jangan mentang-mentang kamu seniorku, kamu berbuat se enak jidat lu?!'' ucap Lala yang juga menjulurkan jari telunjuknya ke arah kening wanita itu.


''Lu berani sama gue hah?!'' sahut wanita itu sambil mengangkat tangannya hendak menampar Lala.


''Kalau kamu masih ingin bekerja di sini? sekarang kamu minta maaf kepada dia?'' suara Fitri dari belakang wanita itu sambil memegang tangan yang hendak memukul Lala.


''Sekarang kamu minta maaf kepadanya?'' balas Fitri sambil menunjuk kepada Lala, ''ayo cepat?!''.


''Ba..baik Bu?'' sahut wanita itu yang masih gemeteran melihat Fitri, lalu ia pun meminta maaf kepada Lala.


''Maaf kan aku yah?'' ucap wanita itu sambil menjulurkan tangannya kepada Lala.

__ADS_1


''Iya aku maafin kamu'' balas Lala sambil menjabat tangan wanita itu.


''Lain kali kalau aku melihat kamu masih jahat kepada dia, kamu aku pecat?! paham kamu?!'' ucap Fitri kepada wanita itu.


''I..iya Bu..paham?'' sahut wanita itu sambil mengusap-usap wajahnya yang di penuhi keringat dingin.


''Sekarang kamu boleh pergi dan lanjutkan pekerjaan mu itu?'' ucap Fitri menyuruh wanita itu untuk melanjutkan pekerjaanya.


Wanita itu pun pergi meninggalkan Lala bersama Fitri, mereka berdua membereskan peralatan yang tadi di gunakan untuk mengepel, Lala sangat senang karena Fitri membantunya, ''Makasih ya Fit, kamu datang tepat waktu? aku hampir emosi tadi sama wanita itu'' ucap Lala berterima kasih kepada Fitri sambil tersenyum.


''Iya sama-sama, lain kali kalau ada yang jahat atau usil, kamu laporin sama aku yah?'' balas Fitri yang juga ikut tersenyum kepada Lala.


''Iya Fit, sekali lagi makasih atas bantuan kamu kepada ku ini'' sahut Lala sambil memegang alat pel tersebut.


''Ya sudah aku tinggal dulu? gak papa kan?'' ucap Fitri kepada Lala sambil memegang kedua pundak wanita itu.


''Gak papa kok, aku juga mau melanjutkan pekerjaan ku ini?'' balas Lala sambil tersenyum kepada Fitri.


''Aku pergi dulu? kamu yang semangat dong?'' sahut Fitri lalau meninggalkan teman nya itu sendirian.

__ADS_1


Lala melanjutkan mengepel lantai itu sambil tersenyum sendiri melihat kebaikan dari teman nya tersebut, ''dulu aku jahat sama kamu Fit? tapi kamu membalas dengan kebaikan, terbuat dari apa hatimu itu? aku bangga mempunyai teman seperti kamu, aku akan menebus semua kesalahan ku padamu?'' gumam Lala sambil terus mengepel lantai.


*Bersambung*


__ADS_2