
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.
Hari semakin sore, rombongan keluarga Dimas pun pamit untuk pulang, beberapa warga sekitar juga sudah meninggalkan rumah itu, kini hanya Dimas dan istrinya beserta Bu Lina yang masih tinggal di rumah tersebut.
Setelah makan malam, Fitri dan suaminya membuka beberapa kado pemberian dari keluarganya Dimas ''mas kamu bantuin buka yang itu dong?'' ucap Fitri kepada suaminya tersebut untuk membuka kado yang lain.
''Iya sayang'' jawab Dimas lalu membuka kado yang di tunjuk oleh Fitri.
Mereka berdua membuka kado satu persatu, Fitri sangat senang karena isi kado tersebut adalah barang untuk dirinya sendiri, ''kamu suka sayang?'' ucap Dimas sambil membereskan pembungkus kado tersebut.
''Suka mas apa lagi ini pemberian dari Mamah?'' balas Fitri sambil tersenyum kepada suaminya lalu memeluk tubuh Dimas, ''makasih ya mas? karena kamu telah memenuhi janji untuk menikahi aku?'' ucap Fitri yang masih dalam pelukan suaminya tersebut.
''Iya sayang, sekarang mana hadiah untuk aku?'' balas Dimas sambil tersenyum menggoda.
__ADS_1
Fitri lalu mencium bibir suaminya dengan lembut, Dimas pun membalas ciuman tersebut sambil menjulurkan lidahnya memutari dan membasahi bibir manis istrinya itu, mereka saling menikmati kehangatan dari sentuhan bibir mereka.
Dimas berlahan merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang sambil bibir mereka saling bertemu dan lidah mereka saling kejar-kejaran, tangan Dimas mulai membuka satu persatu kancing baju milik istrinya sampai terlepas semua tak lupa pula penutup bukit kembar tersebut.
Bibir Dimas berlahan turun menelusuri setiap lekuk dari bukit kembar milik istrinya sambil lidahnya berputar-putar di pucuk bukit kembar tersebut, Fitri meremas rambut suaminya dengan erat sambil menikmati indahnya sentuhan lembut dari lidah suaminya yang sedang memutari pucuk bukit kembar miliknya.
''Mas..mas,nikmatnya..'' ucap Fitri dengan suara lirih yang terdengar di telinganya Dimas.
Dimas semakin bersemangat untuk bermain di pucuk bukit kembar tersebut, cukup lama lelaki itu bermain di bukit tersebut lalu Dimas melepaskan semua pakaian miliknya dan juga pakaian istrinya.
''Sudah mas, ayo?'' balas Fitri sambil menganggukkan kepala dan tersenyum kepada suaminya.
Dimas merangkak diatas tubuh istrinya sambil memasukkan miliknya kedalam lobang milik Fitri, ''ah,mas sakit..ah'' ucap Fitri lirih sambil meringis menahan sedikit rasa sakit di bagian lobang miliknya tersebut.
__ADS_1
''Gak papa sayang sakit sedikit tapi nikmat, lama-lama juga nanti gak sakit kok?'' balas Dimas yang berlahan memasukkan miliknya kedalam lobang milik istrinya tersebut.
''Ah,mas sakit, ah, sakit'' ucap Fitri yang masih merasa sakit di lobang miliknya tersebut.
Fitri meremas dengan erat lengan suaminya sambil menahan rasa sakit tersebut, Dimas berlahan dengan pelan mendorong maju mundur miliknya di dalam lobang istrinya, ''mas..mas..ah'' ucap Fitri lagi dengan suara lirih sambil terus meremas lengan suaminya dengan erat.
Lama-lama Dimas semakin cepat menggoyangkan pinggulanya mendorong miliknya supaya mengenai daging kecil yang ada di dalam lobang milik istrinya tersebut, ''mas, pelan-pelan saja'' suara lirih Fitri membuat Dimas semakin cepat mendorong miliknya maju mundur di dalam lobang milik istrinya itu.
''Apa masih sakit sayang?'' tanya Dimas kepada istrinya sambil tersenyum.
''Sedikit mas, mas...'' balas Fitri sambil meremas rambut suaminya dengan erat.
Fitri semakin menikmati sensasi tersebut walaupun awalnya terasa sakit tapi lama kelamaan sakitnya berlahan hilang digantikan dengan kenikmatan yang luar biasa.
__ADS_1
*Bersambung*