
Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Selesai mereka makan bersama lalu Fitri dan Dimas mengendarai sepeda motornya menuju ke perusahaan mutiara cahaya, sesampainya di perusahaan tersebut lalu Dimas mengantarkan Fitri ke lobby, lalu salah satu karyawan menghampiri mereka dan mengajak Fitri untuk masuk.
"Ini ruang kerja kamu dan berkas-berkas ini kamu pelajari dulu kalau masih ada yang belum dipahami kamu bisa menanyakan kepada saya diruang sebelah" ucap karyawan senior itu sambil menjelaskan kepada Fitri.
"Makasih Bu, saya akan pelajari berkas ini secepatnya" jawab Fitri sambil tersenyum kepada karyawan tersebut.
"Oh ya namaku Mery, kalau butuh apa-apa panggil saja aku" ucap Bu Mery kepada Fitri.
"Aku Fitri, makasih atas bantuannya" sahut Fitri kepada Bu Mery sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
Setelah mereka berdua bersalaman lalu Bu Mery meninggalkan Fitri sendirian di ruang tersebut. Fitri langsung mempelajari berkas tersebut.
Sedangkan Evan dan Lala sedang ngobrol di ruang tamu sambil menunggu informasi penerimaan karyawan baru di perusahaan mutiara cahaya.
__ADS_1
"Sampai sekarang kok belum ada email masuk ya Van?" Lala menanyakan email pemberitahuan siapa saja yang lolos seleksi di perusahaan tersebut.
"Mungkin besok La?" Evan berkata acuh tak acuh terhadap Lala.
Lala mengecek emailnya lagi dan ada notifikasi pesan masuk, Lala membuka pesan tersebut dan membaca nama-nama yang lolos seleksi dan di terima kerja di perusahaan tersebut.
"Van lihat ini?" Lala menyuruh Evan untuk melihat daftar nama yang lolos seleksi.
"Mana La?" Evan bertanya kepada Lala
"Ini Van, ini nama kita tercantum dalam daftar nama yang lolos seleksi" Lala sangat senang karena dirinya dan Evan lolos dalam seleksi tersebut dan di terima kerja di perusahaan itu.
"Gak ada Van?" Lala mencari nama Fitri tapi tidak menemukan di daftar tersebut.
"Berarti rencanaku berjalan dengan baik La?" Evan senang karena Fitri tidak bisa bekerja di perusahaan tersebut.
__ADS_1
"Iya Van rencana kita berhasil" jawab Lala sambil tersenyum kepada Evan.
"Terus kapan kita mulai bekerja di perusahaan itu La?" Evan menanyakan kapan mereka masuk kerja di perusahaan tersebut.
"Satu minggu lagi Van" jawab Lala sambil tersenyum karena senang dirinya dan Evan diterima kerja di perusahaan tersebut.
"Kita harus merayakan ini La?" Evan mengajak Lala untuk merayakan mereka berdua yang sudah di terima kerja di perusahaan tersebut.
"Bagaimana kalau kita rayakan di dalam kamar saja Van, biar enjoy?" Lala mengajak Evan untuk merayakan keberhasilan mereka berdua di dalam kamar.
"Oke" Evan langsung membopong tubuh milik Lala dan membawa masuk ke dalam kamarnya.
"Hati-hati Van nanti jatuh?" Lala menyuruh Evan untuk hati-hati membawa dirinya, Lala memegang erat pundak milik Evan supaya dirinya tidak jatuh.
"Jatuhnya nanti diatas ranjang sayang?" Evan berkata sambil tersenyum lalu mencium bibir manis milik Lala sambil terus membopong tubuh itu kedalam kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di dalam kamar lalu Evan membaringkan tubuhnya Lala dan bibir mereka saling menyatukan kehangatan, Evan terus menyusuri bibir itu dengan semangat, Lala pun demikian menyambut bibir Evan dengan membuka mulutnya, lidah mereka saling berbagi kehangatan menikmati sentuhan demi sentuhan.
*Bersambung*