
Evan berusaha menenangkan Maya supaya tidak mendesak terus agar dirinya dinikahi, Evan berusaha mengulur waktu karena Evan sedang fokus dengan dagangannya yang semakin hari omset selalu menurun, Maya duduk di sampingnya Evan sambil bergelayut di lengan lelaki tersebut.
''Kalau kamu tidak mau menikahi aku, mulai sekarang kamu jangan tinggal di rumahku?!'' ucap Maya menekankan kepada Evan.
''Aku pasti akan menikahi kamu, tapi bukan sekarang Maya!? aku sedang fokus sama dagangan ku dulu? kamu mengertilah?'' balas Evan berusaha membujuk Maya agar tidak mengungkit lagi masalah pernikahan mereka berdua.
''Tapi aku malu mas, sama tetangga?!'' sahut Maya kepada Evan sambil cemberut.
''Kamu sabar dulu ya, aku pasti akan menikahi kamu?'' balas Evan lagi kepada wanita tersebut.
Mereka berdua terus membicarakan tentang pernikahan karena Maya malu sama tetangganya, setiap hari mereka berdua tinggal satu rumah bahkan satu kamar tanpa ikatan pernikahan, Maya terus mendesak Evan agar secepatnya mau menikahi dirinya.
Sedangkan Lala sedang membereskan peralatan yang tadi untuk mengepel lantai karena hari sudah mulai sore, ''Ren ayo kita pulang?'' ucap Lala kepada sahabatnya itu.
''Iya sebentar dulu aku sedang menata barang ini?'' balas Reni sambil menata barang tersebut.
__ADS_1
''Aku tunggu diluar ya Ren?'' sahut Lala kembali kepada Reni sambil berjalan keluar dari ruangan tersebut.
''Iya La'' balas Reni sambil melihat Lala berjalan keluar.
Lala berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju ke depan kantor, lalu ia duduk di kursi yang ada di teras kantor tersebut sambil menunggu Reni datang, ''kamu sendirian, dimana Reni?'' ucap seorang lelaki yang menghampiri Lala.
''Eh Tomi, Reni sedang membereskan barang, sebentar lagi juga akan datang?'' balas Lala kepada Tomi sambil menoleh kearah lelaki tersebut.
Tak lama kemudian Reni datang menghampiri mereka berdua, ''kamu sudah datang Kak?'' ucap Reni yang sudah berdiri disamping Lala.
''La aku pulang dulu yah?'' ucap Reni kepada Lala sambil menepuk pundak sahabatnya itu dengan pelan.
''Iya Ren hati-hati?! jangan ngebut Tom?'' balas Lala kepada Reni dan Tomi.
''Iya La, kami pulang dulu yah?'' sahut Tomi kepada Lala sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdua pergi meninggalkan Lala sendirian di depan kantor tersebut, Lala menengok kanan dan kiri sambil menunggu ojek datang, ''belum sampai juga ojek nya?' gumam Lala kepada dirinya sendiri, setelah ojek datang Lala pun pergi dari kantor tersebut menuju kerumahnya.
Setelah sampai di rumah, Lala bergegas masuk kedalam kamar menemui anaknya, ''kamu mandi dulu sana?'' ucap Ibunya kepada Lala.
''Iya Bu, aku mandi dulu'' balas Lala sambil tersenyum melihat anaknya, lalu ia berjalan menuju ke kamar mandi.
Sedangkan jauh dari rumah itu Fitri sedang berbaring di pangkuan suaminya sambil menikmati suasana romantis bersama dengan Dimas, lelaki itu pun membelai rambut istrinya dengan lembut.
''Besok kita pulang kasihan Ibu sendirian di rumah?'' ucap Fitri kepada suaminya sambil tersenyum manis.
''Iya sayang, kita sudah tiga hari meninggalkan Ibu sendirian di rumah'' balas Dimas kepada istrinya sambil terus membelai rambut hitam tersebut.
Mereka berdua saling menatap lalu perlahan Dimas mencium bibir manis istrinya, Fitri pun membalas ciuman dari suaminya sambil sedikit membuka mulutnya, lidah mereka berdua saling berbagi kehangatan, tangan Fitri membuka reseleting celana milik suaminya dan memegang senjata suaminya tersebut sambil bibir mereka saling bertemu memadu kasih.
Dimas terus menelusuri setiap sudut bibir manis istrinya sambil menikmati senjata miliknya sedang dimainkan oleh tangan lembut istrinya.
__ADS_1
*Bersambung*