Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Penguntit


__ADS_3

Jangan lupa follow dan kasih bintang lima, supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini terimakasih #.


Fitri bingung kenapa Dimas mempercepat motornya dan mendadak mengajaknya ke kedai tersebut "sebenarnya ada apa mas?" Fitri bertanya kepada Dimas dengan suara lirih.


"Kita sedang diikuti oleh seseorang, kamu bersikap biasa saja jangan terlalu cemas supaya mereka tidak curiga?" Dimas menjelaskan kepada Fitri dan menyuruhnya bersikap biasa saja supaya orang yang mengikutinya tidak menaruh curiga.


Fitri hanya mengangguk menandakan kalau dirinya sudah paham dengan situasi yang terjadi saat ini, Dimas lalu melepaskan jaketnya dan memakaikan kepada Fitri.


"Dimana mereka?" Ucap salah satu orang yang mengikuti Dimas.


"Itu sepeda motornya? Kemana mereka pergi?" Balas orang yang berkepala plontos itu sambil menunjuk ke arah sepeda motor milik Dimas.


"Ayo kita cari, pasti mereka belum jauh dari sini?" Ucap teman satunya lagi.


Mereka bertiga lalu menyisir tempat tersebut untuk menemukan keberadaan Dimas dan Fitri, mereka terus mencarinya kesana kemari, sedangkan Dimas dan Fitri yang melihat ketiga orang itu hanya diam dan bersikap biasa layaknya pengunjung di kedai tersebut.

__ADS_1


Cukup lama mereka bertiga mencari keberadaan Dimas dan Fitri tapi tak kunjung menemukannya akhirnya mereka meninggalkan tempat tersebut dan masuk ke dalam mobilnya, tapi masih mengawasi situasi dari dalam mobil tersebut.


Dimas lalu menelfon temannya untuk membantu mengecoh penguntit tersebut, setelah teman-temannya datang dan menghampiri Dimas di kedai tersebut, lalu Dimas dan Fitri berjalan membaur dengan kerumunan orang yang berlalu-lalang di sekitar tempat itu dan masuk kedalam mobil, sedangkan salah satu temannya berpura-pura untuk mengambil sepeda motornya Dimas.


"Itu dia ayo tangkap?!" Ucap salah satu dari penguntit tersebut.


Mereka bertiga lalu keluar dari mobil dan berlari menuju ke sepeda motornya Dimas, "ayo cepat tangkap dia?!". Ucap penguntit tersebut sambil berlari.


Sedangkan temannya Dimas berlari untuk memancing mereka bertiga, setelah sampai di gang kecil dan buntu lalu temannya Dimas menghentikan larinya, mereka bertiga pun ikut menghentikan larinya.


"Mau kemana kamu? Hahaha..." Ucap penguntit yang berkepala plontos itu sambil tertawa.


"Kalian jangan senang dulu? Lihatlah kebelakang?" Ucap temannya Dimas dengan santai dan menyuruh mereka untuk melihat kebelakang.


Puluhan pengendara moge satu persatu datang "brum..brum..brum..", ketiga penguntit tersebut terkejut kalau dirinya sudah masuk kedalam perangkap tikus jalanan.

__ADS_1


"Kurang ajar! jadi lu sengaja membawa kami kemari hah!?" Ucap salah satu dari penguntit tersebut.


"Kalau iya terus kalian mau apa? Hahaha..." Balas dari temannya Dimas sambil tertawa terbahak-bahak "hahaha... kalian bodoh?!".


"Brum..brum..brum.." suara moge semakin kencang membuat nyali ketiga penguntit tersebut menciut. "Brum..brum...brum..".


"Siapa yang menyuruh kalian?" Temannya Dimas menanyakan siapa orang yang sudah menyuruh mereka bertiga.


"Kami tidak akan memberitahu kepada kalian? Ngarti!?" Balas orang berkepala plontos itu sambil membentak kepada temannya Dimas.


"Cepat katakan?! Atau kalian bertiga pulang dengan nama saja? Ayo katakan?!!" Ucap temannya Dimas lalu membentak ketiga penguntit tersebut.


"Brum..brum..brum.." kelompok moge tersebut mulai mendekati ketiga penguntit tersebut.


"Cepat katakan!? Atau kalian tidak akan bisa pulang dari sini!?" Temannya Dimas terus mendesak ketiga penguntit tersebut untuk mengatakan siapa orang yang telah menyuruh mereka itu.

__ADS_1


"Oke aku akan mengatakannya" jawab penguntit tersebut, lalu menceritakan semuanya kepada temannya Dimas.


*Bersambung*


__ADS_2