
Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Lala akhirnya duduk agak menjauh dari Evan, karena kalau dirinya mencium bau parfum milik Evan, perutnya langsung mual-mual.
"Van beli martabak dong? Aku lapar banget tadi keluar semua?" Lala menyuruh Evan untuk membeli martabak.
"Kamu sedang sakit La?" Evan bertanya kepada Lala.
"Aku gak sakit Van" jawab Lala kepada Evan sambil menggelengkan kepalanya. "Cepat Van beli martabak manis? Aku lapar banget?" Ucap Lala sambil menyuruh Evan untuk segera membeli martabak manis.
"I..ya, ya, kamu tunggu disini dulu aku mau beli martabak?" Evan lalu bergegas menuju ke sepeda motornya dan menjalankan menuju ke jalan raya untuk mencari pedagang martabak.
Setelah Evan kembali dan membawa martabak tersebut lalu memberikan kepada Lala.
"Stop jangan dekat-dekat, taruh aja di meja Van?" Lala menyuruh Evan untuk menaruh martabak tersebut diatas meja.
"Oke, oke" Evan lalu menaruh martabak tersebut diatas meja.
Lala langsung mengambilnya dan memakannya dengan lahap karena masakan lapar banget. "Kamu ganti parfum aja Van atau gak usah pake parfum sekalian?" Ucap Lala yang menyuruh Evan untuk mengganti parfumnya.
__ADS_1
"Parfum ini aja masih wangi ngapain harus ganti La?" Jawab Evan yang merasa kalau parfumnya baik-baik saja tidak ada masalah.
"Tapi kalau aku mencium bau parfum itu, aku langsung mual Van?" Ucap Lala yang tak mau kalah.
"Oke nanti aku akan ganti parfumnya, ini apel yang kamu minta?" Jawab Evan lalu memberikan buah apel tersebut.
"Aku sudah gak selera, aku maunya mangga yang masih muda Van?" Lala menginginkan mangga muda.
"Terus ini apel mau dikemanakan?" Evan bertanya kepada Lala tentang apel tersebut.
"Bawa pulang kembali Van" jawab Lala cuek bebek kepada Evan.
"La aku pulang dulu mau ganti baju? Nanti aku kesini lagi, oke?" Evan pamit untuk pulang.
"Ya jangan lama-lama?" Jawab Lala sambil cemberut.
Evan bergegas untuk pulang, setelah sampai lalu Evan mengganti pakaiannya dan kembali kerumah Lala.
Setelah Evan memarkirkan motornya lalu berjalan masuk kedalam rumahnya Lala.
__ADS_1
"Gimana masih mual gak?" Tanya Evan kepada Lala.
Lala mengendus-endus bau pakaian milik Evan tersebut, "masih sedikit mual Van?".
"Ya sudah sekarang kamu ikut aku dan pakai masker?" Evan mengajak Lala untuk ikut dengannya.
"Mau kemana Van?" Lala bertanya mau diajak kemana dirinya oleh Evan.
"Sudah ayo ikut?" Evan lalu menggandeng tangan milik Lala dan berjalan menuju ke sepeda motornya.
Mereka berdua lalu meninggalkan rumah tersebut dan melaju ke jalanan, setelah sampai di tempat tujuan lalu mereka berdua turun dari motor.
"Kenapa kamu ngajak aku kesini Van? Aku gak sakit?" Ucap Lala yang bingung karena dirinya diajak ke rumah sakit.
"Jangan banyak tanya? Ayo masuk?" Evan menggandeng tangan Lala dan berjalan masuk lalu Evan bertanya mengenai pemeriksaan kandungan, lalu perawat tersebut mengantarkan mereka berdua menuju ke dokter kandungan.
Setelah Lala diperiksa dan tes urine, lalu Lala dan Evan duduk sambil menunggu dokter kandungan tersebut. Tak lama kemudian dokter keluar dan membawa amplop putih lalu duduk di kursinya. "Menurut hasil tes tadi, Ibu Lala positif hamil dan sudah memasuki bulan kedua, selamat buat kalian berdua?".
*Bersambung*
__ADS_1