
Terbaru novel berjudul ''Perjuangan wanita penghibur'' dan ''Lobang kenikmatan''
Di dalam kantor, Lala sedang membereskan peralatan bersama teman-temannya, ''hari ini kita pulang cepat? bonus buat kita?'' Lala berkata kepada teman -temannya, mereka sangat senang karena hari ini mereka bisa pulang cepat, Lala berjalan menuju ke tempat parkir, ''aku akan menjemput Farhan dulu?'' ucap Lala pada dirinya sendiri sambil berjalan ke tempat parkiran.
Lala mengendarai sepeda motornya menuju ke sekolahan untuk menjemput anaknya, tak butuh lama ia pun akhirnya sampai di gerbang sekolah tersebut, ''sebentar lagi anak-anak pulang, biar aku nunggu di sini saja'' ucap Lala pada dirinya sendiri sambil duduk di atas sepeda motornya.
Lala menunggu anaknya di depan gerbang sekolah sambil bermain ponselnya, ''La kamu sedang apa disini?'' suara Evan dari belakang wanita tersebut, Lala menoleh kebelakang ''mas Evan?'' ucap Lala lirih yang melihat Evan berada di belakangnya.
''Kamu sedang apa di sini La?'' tanya Evan lagi kepada mantan istrinya tersebut.
''Bukan urusan mu mas? mau apa kek itu urusan ku?'' jawab Lala yang tidak menghiraukan lelaki itu.
''Aku cuma nanya saja apa salahnya?'' balas Evan kepada Lala.
''Sudah lah mas jangan ganggu kehidupan ku lagi?'' jawab Lala sambil bermain ponselnya.
''Tapi La...''
''Mamah?!'' Farhan berlari menghampiri Lala.
''Hai sayang? ayo kita pulang nenek sudah menunggu di rumah?'' jawab Lala sambil memeluk anaknya tersebut.
''Ayo Mah'' balas Farhan sambil tersenyum kepada Mamahnya.
__ADS_1
Mereka berdua naik ke sepeda motor, ''La tunggu?'' ucap Evan memanggil mantan istrinya tersebut, namun wanita itu bergegas menjalankan sepeda motornya meninggalkan tempat itu, Evan hanya bengong sambil melihat kepergian mereka.
''Mah tadi on Evan memanggil Mamah, kenapa gak berhenti?'' Farhan berkata kepada Mamahnya sambil membonceng.
''Mamah tadi gak denger sayang, sudahlah kita pulang saja ya?'' balas Lala sambil sesekali menoleh kepada anaknya tersebut.
''Iya Mah'' sahut Farhan sambil tersenyum senang karena dijemput oleh Mamahnya.
Evan masih berdiri memandangi kepergian mereka, ''apa Farhan itu anakku?'' ucap Evan pada dirinya sendiri, lalu ia kembali ke dagangannya tersebut.
Sedangkan Fitri dan Dimas sedang bersiap-siap untuk pulang karena mereka kasihan kepada Bu Lina yang sendirian dirumah, ''ayo sayang kita masuk ke mobil?'' ucap Dimas sambil tersenyum kepada istrinya tersebut.
''Iya mas, ayo'' balas Fitri sambil membawa tas miliknya.
Mereka berdua berjalan dan masuk kedalam mobil, Dimas melajukan dengan kecepatan sedang menuju ke jalan raya, sambil mengobrol tak terasa mereka sudah dekat dengan rumahnya, setelah sampai mereka turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah.
''Ini Bu ada makanan dan cemilan buat Ibu?'' Fitri berkata sambil menyodorkan bingkisan tersebut kepada Ibunya.
''Makasih sayang'' balas Bu Lina sambil tersenyum kepada anaknya tersebut.
''Hoek..hoek'' Fitri langsung berlari kedalam kamar mandi karena perutnya merasa mual-mual seperti mau muntah.
Bu Lina tersenyum melihat anaknya yang berlari karena ingin muntah, ''semoga saja dia hamil, aku sudah pengin menimang cucu?'' ucap Bu Lina pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah keluar dari kamar mandi Fitri berjalan menuju ke kamarnya, Prima sedang menatap laptopnya yang berada di dalam kamar tersebut, Fitri menghampiri suaminya, ''mas kamu bau banget sih, hoek..hoek..'' Fitri berlari lagi menuju kekamar mandi.
Sedangkan Dimas mengendus-endus badannya sendiri, ''gak bau? masih wangi dengan parfum ku? kenapa dia?'' ucap Dimas pada dirinya sendiri, Fitri datang lagi menghampiri suaminya, ''mas kamu mandi sana dan ganti pakaian?'' Fitri berkata sambil menutup hidungnya.
''Mandi?'' balas Dimas kepada istrinya tersebut.
''Iya cepat sana kamu mandi? cepat mas?!'' ucap Fitri yang sedikit kesal kepada suaminya karena lelet untuk bangun dari duduknya.
''Iya..iya'' sahut Dimas mengalah dan berjalan, ''jangan dekat-dekat! cepat sana keluar?!'' ucap Fitri karena Dimas berjalan di depannya.
''Iya..iya'' Dimas segera berjalan cepat keluar dari kamar tersebut, ''dia kenapa? aneh sekali hari ini?'' ucap Dimas kepada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
Fitri merebahkan tubuhnya diatas ranjang, ''aduh..perutku mual-mual banget? masa aku harus bolak-bailk ke kamar mandi?'' ucap Fitri sambil mengelus-elus perutnya.
Setelah mandi Dimas masuk kedalam kamar dan berganti pakaian lalu menyemprotkan parfum ke bajunya, ''hoek..hoek..mas jangan pakai parfum itu? buang saja?! dan cepat ganti baju lagi?!'' ucap Fitri sambil menutup hidungnya lalu berjalan keluar dari kamar tersebut.
Dimas mengendus pakaiannya lagi, ''wangi? ada apa sih dengan dia? masa aku harus ganti baju lagi?'' ucap Dimas kepada dirinya, ia pun mengganti bajunya dengan yang baru dan tidak memakai parfum, Fitri datang menghampiri lagi, ''buang baju dan parfum kamu itu mas?!'' Fitri menyuruh suaminya untuk membuang baju dan parfum tersebut.
''Di buang!? kamu kenapa sih sayang? hari ini kamu beda banget, ada apa dengan kamu?'' balas Dimas sambil bertanya kepada istrinya.
''Cepat buang mas!? cepat!'' sahut Fitri sambil terus menutup hidungnya.
''Iya..iya'' Dimas pun mengalah lalu membuang baju dan parfum tersebut, ia berjalan keluar sambil membawa baju dan parfum itu.
__ADS_1
''Mau kemana nak Dimas? tanya Bu Lina yang sedang menyapu teras rumah.
*Bersambung*