Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Menikah dadakan


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.


Dimas bersama keluarganya berkumpul di ruang tengah sambil menunggu semua ruangan rumah tersebut selesai di rias dan di dekor, tak lama kemudian Bu Lina sudah selesai di rias dan pamit kepada Fitri untuk menemui keluarganya Dimas, ia berjalan keluar dari kamar tersebut, Bu Lina terkejut melihat rumahnya sudah di dekor dengan indah seperti di sulap saja menjadi istana ''astaga rumah ku seperti istana sungguh indah dan cantik'' gumam Bu Lina sambil memegang kedua pipinya sendiri.


''Maaf Bu, semua ini aku lakukan tanpa persetujuan dari Ibu?'' ucap Dimas yang berjalan menghampiri Bu Lina.


''Gak papa nak Dimas,Ibu malah senang kok? makasih ya kamu sudah mau bersusah payah mempersiapkan semua ini?'' balas Bu Lina sambil tersenyum kepada Dimas.


''Ayo Bu kita kesana?'' ajak Dimas kepada Bu Lina untuk menemui keluarganya.


''Ayo nak Dimas'' balas Bu Lina sambil tersenyum.


Mereka berdua berjalan menghampiri keluarganya Dimas, Bu Lina lalu bersalaman kepada mereka semua dan memperkenalkan diri, Mamah Maryam pun dengan senang menyambut Ibunya Fitri dan menyuruh untuk duduk di sampingnya, sedangkan Dimas berganti pakaian dan menggunakan jas pengantin, rumah tersebut akhirnya selesai di dekor dengan indah selang beberapa menit kemudian Pak Penghulu datang bersama perangkat desa tersebut.

__ADS_1


Dimas duduk di sebrang Penghulu dan di ikuti beberapa saksi dari kedua belah pihak, Penghulu tersebut mengajarkan Dimas untuk ijab qobol, beberapa kali Dimas di ajari membaca ijab qobul sampai benar-benar hafal, Mamah Maryam mengelap keringat di keningnya Dimas.


''Gimana nak Dimas, apa sudah siap untuk ijab qobul?'' ucap Penghulu tersebut kepada Dimas.


''Sudah Pak'' jawab Dimas dengan semangat sambil tersenyum.


Penghulu tersebut memulai acara ijab qobul sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Dimas, Bu Lina dan Mamah Maryam saling pandang dan tersenyum melihat anaknya akan menikah, Dimas pun dengan lancar membaca ijab qobul tersebut.


''Gimana para saksi?'' ucap Penghulu itu bertanya kepada beberapa saksi dari kedua belah pihak tersebut.


Do'a pun di lantunkan oleh ulama setempat yang datang bersama penghulu tersebut, setelah do'a selesai Fitri lalu di panggil untuk duduk di sebelah suaminya, Fitri terkejut dan takjub melihat rumahnya seperti istana penuh dengan bunga-bunga, mereka berdua menanda tangani berkas-berkas yang di berikan oleh penghulu itu dan di buku nikah.


Dimas mencium kening istrinya sambil tersenyum, Fitri balik mencium punggung tangan suaminya, lalu mereka saling memakaikan cincin, ''sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri'' ucap Penghulu tersebut kepada mereka berdua yang baru saja di nikahkan.

__ADS_1


Setelah rombongan Penghulu tersebut meningkalkan rumah itu lalu Dimas dan Fitri sembah sungkem kepada orang tuanya, sesudahnya lalu mereka berfoto-foto bersama keluarga.


Dimas dan Fitri duduk di pelaminan sambil menikmati acara tersebut, ''mas, semua ini kamu yang bikin?'' ucap Fitri bertanya kepada suaminya.


''Yang bikin bukan aku sayang? aku hanya menyuruh mereka untuk mendekor dan merias rumah kamu ini?'' jawab Dimas sambil tersenyum kepada istrinya tersebut.


''Cantik dan indah? aku suka mas?'' balas Fitri lalu memeluk suaminya itu sambil tersenyum senang.


''Kalau kamu suka? nanti malam harus kasih aku hadiah dong?'' ucap Dimas sambil menjawil dagu istrinya.


''Mas mau hadiah apa dari ku nanti malam?'' balas Fitri sambil tersenyum jahil kepada suaminya.


''Hadiah yang bikin nikmat dong sayang?'' sahut Dimas yang ikut tersenyum kepada istrinya.

__ADS_1


Mereka berdua saling canda tawa, ''sungguh indahnya pengantin baru, duduk di pelaminan bersendau gurau bagaikan raja dan permaisuri'' suara lantunan lagu dari halaman rumah tersebut.


*Bersambung*


__ADS_2