Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Susu bumil


__ADS_3

Fitri, Mamah Maryam dan Bu Lina masih asyik mengobrol di ruang tengah sambil menikmati cemilan yang sudah disediakan oleh Bu Lina tersebut, mereka bertiga sangat senang dengan kehamilan Fitri mereka akan bersama-sama menjaga kesehatan Ibu dan bayi tersebut. Sedangkan Dimas pergi ke super market membeli susu untuk Ibu hamil dan berbagai kebutuhan yang lainnya.


''Mas kamu sedang apa di sini?'' suara Lala dari belakang Dimas, lelaki itupun menoleh kebelakang ''hai La, ini aku sedang mencari susu untuk Ibu hamil?'' Dimas menjawab sambil tersenyum.


''Fitri hamil?'' Lala berkata sambil tersenyum senang mendengar berita kehamilan sahabatnya tersebut, Dimas pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya ''iya La, sudah jalan dua bulan''.


''Syukur deh, nanti kapan-kapan aku akan menjenguknya'' Lala memilihkan susu Ibu hamil dan memberikan kepada Dimas ''yang ini saja, ini keluaran terbaru'' sambil tersenyum ia memberikan susu tersebut kepada Dimas.


Dimas menerima dan membaca tulisan yang ada di kardus susu tersebut, ''kamu betul La, baiklah aku ambil yang ini tiga dulu nanti kalau habis beli lagi ke sini?'' Dimas berkata sambil tersenyum senang.


Mereka berdua berpisah di persimpangan jalan, Dimas kembali kerumah dan menghampiri ketiga wanita yang sedang asyik mengobrol di ruang tengah tersebut, ''kamu lama banget mas?'' Fitri berkata kepada suaminya yang baru saja sampai, Dimas langsung duduk dan menaruh barang belanjaan itu diatas meja, Fitri membuka kantong plastik dan melihat susu untuk Ibu hamil , ''kamu banyak banget belinya mas?'' Fitri berkata sambil mengeluarkan susu tersebut dari kantong plastik.


''Cuma tiga untuk persediaan kamu'' Dimas membalas sambil tersenyum kepada istrinya.


Sedangkan Lala baru sampai dirumahnya, ia berjalan masuk menemui anaknya yang sedang belajar, ''hai sayang'' Lala berkata sambil mencium kening Farhan, ''Mah lihat ini?'' Farhat berkata kepada Mamahnya sambil menunjukkan kado yang di beri oleh Evan.


''Ini apa sayang? siapa yang memberikan kado ini?'' Lala bertanya kepada anaknya mengenai kado tersebut.


''Dari om Evan Mah'' Farhan membalas sambil tersenyum kepada Mamahnya.


''Apa dia tahu kalau Farhan adalah anaknya? sudahlah, selama ini dia juga tidak memberi nafkah untuk Farhan'' ucap Lala dalam hatinya.

__ADS_1


''Ayo Mah di buka kadonya?'' Farhan merengek kepada Mamahnya untuk membuka kado tersebut.


''Iya sayang, ayo kita buka bersama-sama'' Lala membuka kado tersebut didepan anaknya.


''Isinya apa Mah?'' Farhan sangat penasaran dengan isi kado tersebut.


''Sabar dong sayang, ini kan sedang dibuka'' jawab Lala sambil tersenyum kepada anaknya.


Farhan sangat senang ketika melihat isi dari kado tersebut, ''aku suka sekali dengan robot ini Mah'' ucap Farhan yang langsung bermain dengan robot tersebut, Lala hanya tersenyum melihat anaknya yang sedang bermain dengan robot tersebut, ''kamu suka sayang?'' ucap Lala sambil mengelus rambut anaknya.


''Suka sekali Mah, om Evan sangat baik ya Mah?'' balas Farhan sambil terus bermain dengan robot tersebut.


Dimas dan Fitri hidup bahagia dengan keluarga kecilnya, sedangkan Lala telah berhasil membesarkan anaknya sampai dewasa, Evan masih saja berjualan di depan gerbang sekolah. TAMAT


Untuk novel ''Kehangatan dari Tanteku'' sudah TAMAT. kita melanjutkan dengan cerita yang tak kalah seru yang berjudul ''GAIRAH dan NAFSU.


                                             T A M A T


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


''GAIRAH dan NAFSU''

__ADS_1


--------------------------------


Seorang pemuda sedang berjalan di keheningan malam, air hujan pun membasahi seluruh tubuhnya, ia terus berjalan sambil merenungi nasibnya karena ia baru saja di pecat oleh majikannya, kilatan petir menyambar kesana kemari namun pemuda itu tak menghiraukannya.


Dari arah depan terdengar deru suara motor yang sedang kejar-kejaran ''brum...brum...brum...'', pemuda itu langsung bersembunyi di semak-semak sambil melihat beberapa sepeda motor yang saling mengejar, pengendara yang di kejar melemparkan sebuah tas ke semak-semak dimana pemuda itu sedang bersembunyi, pengendara itu lalu melajukan motornya dengan sangat cepat karena sedang di kejar oleh musuhnya.


''Cepat kejar dia!? jangan sampai lolos'' teriak salah satu pengendara yang sedang mengejar tersebut.


Setelah di rasa aman, pemuda itu keluar dari semak-semak tersebut dan mengambil tas yang dilempar itu, ''tas apa ini?'' ucap pemuda itu sambil membuka tas tersebut, ''isinya cuma kertas saja, tidak ada yang berharga, baiklah aku bawa pulang saja''. Pemuda itu melanjutkan untuk pulang ke rumah kontrakannya, ia terus menyusuri jalan yang sepi.


Sesampainya di rumah, lelaki itu bergegas untuk mandi dengan air hangat, setelah mandi dan berpakaian ia pun duduk sambil menikmati secangkir kopi susu hangat di ruang tengah, lalu membuka tas itu lagi dan mengeluarkan semua isi tas tersebut, matanya terus mencari-cari barang berharga di dalam tas tersebut namun tidak menemukan barang yang ia inginkan, ''apa ini? ''Fitri amelia direktur perusahaan makmur jaya'' itulah yang tertulis di kartu nama yang sedang di pegang oleh pemuda itu.


Pemuda itu lalu membaca kertas-kertas yang berserakan tersebut, ''hah, ini semua berkas-berkas penting perusahaan itu'' ucap pemuda itu pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya pemuda itu menelepon nomor yang ada di kartu nama ''halo ini dengan siapa? apa ada yang bisa kami bantu?'' suara dari seberang telefon yang terdengar di telinga pemuda itu.


''Saya Amir, apa saya bisa berbicara dengan Bu Fitri amelia?'' Amir menjawab di sambungan telepon tersebut.


''Baiklah tunggu sebentar'' ucap dari seberang telepon tersebut.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2