
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia
Lala bingung kenapa suaminya sampai sekarang belum juga pulang, ''kemana dia? kenapa belum pulang juga sih?'' gumam Lala yang sedang menggendong anaknya, sang Ibu pun di telfon olehnya supaya datang, tak butuh lama akhirnya Bu Reni datang.
''Bu aku titip anakku dulu yah? aku mau ke toko?'' ucap Lala kepada Ibunya.
''Ya nak biar aku sama cucuku di rumah, kamu sana cepat ke toko?'' balas Bu Reni sambil mencium cucunya.
Lala mengambil tas kecil dan berjalan keluar dari rumah, ia menuju ke toko sembako menggunakan sepeda motor, lima belas menit kemudian Lala sampai di toko sembako itu.
''Loh kok pintunya gak di kunci? pasti mas Evan ada di dalam?'' gumam Lala sambil membuka pintu toko tersebut.
Lala berjalan pelan masuk ke dalam toko itu sambil celingak-celinguk mencari suaminya, telinganya mendengar suara seorang wanita, Lala dengan sangat pelan mendekat ke arah suara itu.
''Suaranya dari dalam kamar mandi? kenapa ada wanita di sini?jangan-jangan...'' gumam Lala dalam hatinya sambil terus berjalan pelan menuju ke kamar mandi.
''Brakh..brakh..'' Lala mendobrak pintu tersebut dengan kakinya sambil meloncat, ''rupanya begini yah kelakuan kamu mas!!'' Lala berkata dengan lantang karena melihat suaminya sedang bercinta dengan seorang wanita di dalam kamar mandi.
Evan dan Maya langsung menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke arah pintu yang sudah terbuka tersebut, ''Lala?'' ucap Evan dengan kebingungan karena aksinya ketahuan oleh istrinya.
Lala langsung masuk dan menjambak rambutnya Maya lalu di seret keluar dari kamar mandi, ''dasar pelakor!?'' ucap Lala sambil menyeret Maya keluar.
Evan bingung mau berbuat apa, ia hanya diam meratapi nasibnya.
''Hei kamu jangan asal main tarik aja wanita bodoh!?'' ucap Maya sambil melepaskan tangannya Lala yang sedang menjambak rambutnya.
''Apa lu bilang?!'' sahut Lala sambil ingin menjambak rambut wanita itu lagi.
Maya langsung mencekal tangannya Lala yang hendak menjambaknya lagi, ''lu wanita bodoh?! dasar bodoh?!'' ucap Maya sambil memegang tangannya Lala.
''Kurang ajar lu bilag gue bodoh hah!? dugh..dugh..'' sahut Lala langsung melayangkan kakinya ke perut Maya.
Maya tersungkur jatuh ke lantai dan berusaha bangkit sambil memegang perutnya yang telah di tendang oleh Lala, ''kurang ajar!? lu kira gue takut sama situ?!'' Maya kembali berdiri dan langsung menerjang Lala, ''hiatz..bugh..bugh.bugh..''.
__ADS_1
Lala terkena pukulan dari tangannya Maya dan terjatuh juga, ''kurang ajar!? dasar pelakor?!'' Lala berkata sambil memegang pipinya yang terkena pukulan dari Maya.
''Lu kira gue takut hah?! kamu yang gak bisa muasin suami lu? makanya suami lu mencari kepuasannya sendiri? dasar wanita bodoh?!'' ucap Maya sambil membentak Lala.
''Hari ini juga kamu urus perceraian kita mas?!'' ucap Lala kepada Evan sambil berjalan keluar dari toko tersebut.
Evan hanya diam terpatung meratapi nasibnya, mau berbuat apa ia juga bingung, ''udah kamu urus perceraian nya? kan masih ada aku yang bisa memuaskan nafsu mu sayang?'' ucap Maya yang berjalan mendekat kepada Evan lalu mengelus dada lelaki itu dengan lembut.
Setelah sampai di rumah, Lala langsung masuk ke dalam kamarnya dan berbaring sambil menangis, ''ada apa nak?'' tang Bu Reni yang melihat anaknya menangis.
''Mas Evan telah berselingkuh Bu? aku melihatnya, dia sedang bercinta dengan wanita lain di dalam toko Bu?''. balas Lala sambil menangis.
''Kurang ajar anak itu? udah kamu tenangin dulu hatimu, nanti biar Ibu yang akan mengurus suami kamu itu?'' ucap Bu Reni sambil menenangkan anaknya dengan mengelus punggung Lala.
''Iya Bu'' jawab Lala sambil terus menangis.
Hari demi hari telah di lalui oleh Lala, surat perceraian pun sudah ada di tangan Lala dan Evan, mereka berdua telah resmi bercerai.
Fitri sangat menyanyangkan dengan perceraian mereka berdua, Fitri mengajak Dimas untuk menjenguk sahabatnya itu, tak butuh lama akhirnya sampai di rumahnya Lala, ''tok..tok..tok..''.
Lala membuka pintu tersebut ''Fitri?'' ucap lirih wanita itu sambil memeluk sahabatnya.
''Kamu yang sabar yah La?'' ucap Fitri sambil mengelus punggung sahabatnya untuk menenangkan hatinya Lala.
''Makasih ya Fit, ayo masuk?'' Lala mengajak Fitri dan Dimas untuk masuk.
Bu Reni datang sambil membawa minuman dan cemilan untuk mereka, ''ayo silahkan di minum?'' ucap Bu Reni dengan ramah.
''Makasih Bu'' balas Fitri sambil tersenyum kepada Bu Reni.
Ibunya Lala pun berjalan ke dapur lagi sambil membawa penampan yang tadi, ''Maafin aku yah Fit? karena telah merebut Evan dari mu?'' ucap Lala kepada Fitri.
''Sudahlah La? itu masa lalu jangan di ungkit lagi, sekarang kita sama-sama menata masa depan supaya lebih baik lagi?'' balas Fitri sambil tersenyum kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
''Iya Fit kamu benar?'' ucap Lala yang juga ikut tersenyum.
''Nah gitu dong senyum, itu baru sahabatku?'' balas Fitri yang senang melihat Lala tersenyum lagi.
''Ekhm..'' suara dehem Dimas.
''Kenapa kamu mas?'' ucap Fitri kepada Dimas sambil menoleh ke arahnya.
''Aku gak di ajak ngobrol nih? ya udah aku pulang aja?'' balas Dimas pura-pura cemberut untuk menjahili mereka berdua, Dimas pun bangkit dari duduknya.
''Mau kemana kamu mas? duduk dulu sayang?'' ucap Fitri menahan tangannya Dimas dan menyuruhnya untuk duduk kembali.
''Kenalin ini Dimas calon suami aku La?'' ucap Fitri mengenalkan Dimas kepada Lala.
''Selamat yah Fit, semoga kalian hidup bahagia?'' balas Lala sambil tersenyum kepada Fitri dan Dimas.
''Makasih yah La?'' sahut Fitri dan ikut tersenyum pula.
''Oh iya? kamu kan yang dulu telah menolong Evan?'' Lala bertanya kepada Dimas.
''Ya bisa di bilang begitu? aku cuma kebetulan sedang lewat aja?'' balas Dimas dengan senyuman ramahnya.
''Kapan kalian berdua akan menikah?'' tanya Lala lagi kepada Fitri dan Dimas.
''Bulan depan La'' jawab Fitri sambil menoleh ke arah Dimas ''iya kan mas?''.
''Iya, bulan depan kita akan menikah'' sahut Dimas sambil menggaruk-garukan di kepalanya yang tidak gatal itu.
''Syukurlah, jangan lupa aku di undang dong?'' ucap Lala sambil tersenyum.
''Pasti dong La'' jawab Fitri kepada Lala.
*Bersambung*
__ADS_1