
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia
Dirumah orang tuanya Yogi, Bu Tri sedang menunggu kedatangan anaknya yang baru bebas dari penjara, Pak Bram pun senang akhirnya anaknya bebas dari penjara, kejadian yang menimpa anaknya masih membekas di hati mereka, lantaran Dimas masih bebas berkeliaran.
Yogi akhirnya sampai di rumah, ia berjalan menghampiri Ayah dan Ibunya yang sudah dari tadi menunggu dirinya pulang, ''Ayah, Ibu?'' ucap Yogi sambil memeluk kedua orang tuanya. Bu Tri serta Pak Bram pun menyambut anaknya dengan senyuman.
''Syukur kamu sudah bebas nak?'' sahut Bu Tri sambil mengelus punggung anaknya.
''Iya Bu aku sudah bebas'' jawab Yogi sambil memeluk Ibunya dengan rasa rindu yang mendalam.
Mereka duduk di ruang tengah sambil mengobrol membahas rencana selanjutnya untuk membalaskan dendam kepada Dimas, ''Ayah dan Ibu tenang saja? Dimas biar jadi urusanku?'' ucap Yogi sambil mengelus lengan Ayah dan Ibunya.
''Iya nak, kamu harus membalas perbuatan Dimas yang telah menjebloskan kamu ke dalam penjara?'' sahut Pak Bram kepada Yogi.
''Tenang aja Ayah aku pasti akan balas dendam dengan lelaki itu? sekarang aku mau istirahat dulu di kamar?'' balas Yogi lalu meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
''Kita harus carikan orang yang hebat untuk membantu anak kita Pah?'' ucap Bu Tri kepada suaminya itu.
''Iya Mah, Papah sudah siapkan orang yang ahli bela diri untuk membantu anak kita nanti?'' jawab Pak Bram sambil tersenyum kepada istrinya.
''Bagus Pah, Mamah gak sabar lihat dia babak belur?'' ucap Bu Tri sambil manggut-manggut.
Sedangkan Evan baru selesai bercinta dengan Maya, mereka kelelahan dan berbaring sambil berpelukan, ''kamu hebat sayang seperti kuda liar?'' ucap Evan sambil menciumi leher Maya.
''Iya kamu juga hebat kok?'' balas Maya yang di peluk Evan dari belakang.
''Fit kamu ambil hanphone ku di saku celana? cepetan?'' ucap Dimas menyuruh Fitri untuk mengambil hanphone nya di saku celana.
Fitri pun mengambil hanphone tersebut, ''kamu kirim pesan kepada Roy, suruh dia datang ke sini?'' ucap Dimas lagi menyuruh Fitri supaya mengirim pesan kepada Roy.
Fitri mengetik dan mengirim pesan kepada Roy, setelah itu memasukan kembali hanphone milik Dimas ke dalam saku celana, ''ada apa sih mas? kenapa kamu suruh Roy untuk datang ke sini?'' ucap Fitri yang penasaran.
__ADS_1
''Kamu tenang aja? kita akan bermain dengan tikus jalanan'' balas Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.
Fitri tak mengerti apa yang di maksud oleh Dimas, dengan tikus jalanan tersebut, tak butuh lama kelompok Roy sudah ada di belakang kelima motor yang mengikuti Dimas.
''Kamu pegangan yang erat?!'' ucap Dimas menyuruh Fitri untuk berpegangan yang erat.
Fitri lalu memeluk Dimas dengan erat dari belakang, Dimas melesat dengan cepat menjauh dari kelima motor yang sedang mengikutinya dan berbelok di gang yang kecil.
Dimas mengajak Fitri untuk turun dari sepeda motor tersebut dan berjalan di kerumunan orang yang sedang berlalu lalang, ''kenapa kita ke sini mas?'' Fitri bertanya kepada Dimas karena dirinya bingung.
''Brum..brum...brum...' suara motor yang sedang kejar-kejaran di jalan.
''Kamu lihat mereka sedang kejar-kejaran? kelompok yang di belakang adalah Roy dan teman-temannya yang sedang mengejar lima motor yang dari tadi mengikuti kita?'' balas Dimas sambil menunjuk ke arah motor yang sedang saling mengejar tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1