
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia
Dimas yang melihat kejadian itu di layar monitor cctv hanya tersenyum bangga akan kebaikan dari sifat kekasihnya tersebut, ''aku tak salah memilih kamu untuk menjadi pendamping hidup ku sayang?'' gumam Dimas sambil tersenyum sendiri.
''Kenapa tersenyum sendiri Bos...lihat pacarnya yang baik hati itu yah?'' celetuk Tomi dari belakangnya.
''Tau aja kamu Tom'' balas Dimas sambil menepuk lengannya Tomi yang duduk di sampingnya.
''Kamu tak salah memilih dia Bos? aku sangat mendukung sekali'' sahut Tomi yang mendukung hubungan mereka berdua.
''Makasih atas dukungan nya Tom?'' balas Dimas sambil tersenyum sendiri.
''Terus kapan kamu akan mengungkapkan jati diri kamu kepada dia Bos, dia harus tau kamu yang sebenarnya?'' sahut Tomi lagi kepada Dimas sambil menepuk lengan lelaki itu.
''Sebentar lagi Tom, aku rasa ini belum waktunya aku mengungkapkan siapa diriku sebenarnya'' balas Dimas yang masih belum mau mengungkapkan siapa dirinya itu.
''Mau tunggu sampai kapan Bos, kalian sebentar lagi akan menikah, sudah waktunya kalau Fitri tau siapa kamu sebenarnya?'' balas Tomi sambil menatap layar monitor tersebut.
Tomi adalah sahabatnya Dimas sejak kecil dan bekerja kepadanya sampiai saat ini, Tomi salah satu orang kepercayaan nya Dimas dalam urusan bisnis.
__ADS_1
Dimas sangat menyukai kepribadian Fitri yang selalu berbuat baik kepada setiap orang, maupun kepada teman-teman nya, dia juga selalu ramah terhadap bawahannya.
Setelah selesai mengepel di lantai bawah, Lala beristirahat sebentar sambil minum, ''capek sekali hari ini, tapi aku harus terus semangat? demi anak ku aku rela bekerja keras'' gumam Lala yang sedang istirahat sambil minum air putih saja.
Sementara Evan sedang melayani pembeli dan Maya menyapu lantai yang kotor, ''ini Bu, totalnya seratus ribu?'' ucap Evan kepada pembeli tersebut sambil menyodorkan belanjaan tersebut.
''Makasih, ini uang nya?'' balas Ibu itu sambil menerima belanjaan dan memberikan uang kepada Evan.
Ibu itu lalu berjalan mennggalkan toko tersebut, Evan duduk sambil beristirahat, Maya datang menghampiri sambil membawa minuman untuk lelaki itu, ''minum dulu sayang'' ucap Maya terhadap Evan sambil menyodorkan minuman.
''Makasih sayang'' balas Evan tersenyum kepada Maya dan menenggak minuman itu, ''srups..ahhh, segarnya'' ucap Evan yang habis minum.
Maya dan Evan masuk ke dalam rumah, ''aku mandi dulu sayang?'' ucap Maya yang bergegas menuju ke kamar mandi. Evan duduk di sofa sambil merebahkan tubuh nya untuk melepas lelah,
Jauh dari rumah itu sepasang kekasih sedang berboncengan mengendarai sepeda motor dan di ikuti oleh beberapa motor dari belakang nya, Dimas melirik ke arah kaca spion dan melihat beberapa motor yang sedang mengikuti dirinya.
''Ayo cepat kejar mereka?!'' ucap salah satu pengendara sepeda motor yang sedang mengikuti tersebut kepada teman-teman nya.
Ada tujuh motor yang sedang mengikuti, Dimas menyuruh Fitri untuk berpegangan dengan erat, mereka saling kejar-kejaran, hari sudah mulai gelap, Dimas melajukan sepeda motornya dengan cepat.
__ADS_1
Beberapa sepeda motor yang mengikuti berhasil menyusul Dimas dan memepetnya sambill sesekali menendang sepeda motor milik Dimas itu, ''Woi berhenti!!'' ucap pengendara tersebut sambil berteriak kepada DImas.
Fitri sangat ketakutan dan memeluk Dimas dengan erat, ''ayo mas cepat?! jangan sampai kita tertangkap oleh mereka?'' ucap Fitri yang ketakutan terhadap mereka semua.
''Kamu yang tenang jangan membuat mereka semakin senang melihat ketakutan mu?'' balas Dimas kepada Fitri dan terus menghindar dari sepeda motor yang ada di samping nya itu.
Dari arah belakang sebuah sepeda motor melaju cepat dan langsung memepet Dimas, akhirnya di jalan yang cukup sepi Dimas menghentikan sepeda motornya.
Dimas di kepung oleh tujuh pengendara sepeda motor tersebut, ''hajar dia?!'' ucap salah satu pengendara tersebut menyuruh supaya cepat menghajar Dimas.
''Kamu ke di belakang saja jangan jauh-jauh dari ku?'' ucap Dimas kepada Fitri.
''Iya mas kamu hati-hati terhadap mereka?'' balas Fitri yang mundur ke belakang.
Beberapa orang langsung melompat ke arah Dimas sambil melayangkan tinju serta tendangan, ''hiatz..hiatz..wush..wush..wush..wush''.Dimas bergeser sambil menangkis serangan dari mereka, ''wush..plak..plak..plak..sret''.
Dimas terus berusaha merobohkan satu persatu dari mereka, ''wush..plak..sret..hiatz..bugh..bugh..bugh..'', Dimas berhasil merobohkan satu dari mereka yang menyerang nya.
Mereka terus menyerang Dimas dengan brutal nya, Dimas pun berhasil merobohkan satu lagi dari mereka.
__ADS_1
*Bersambung*