Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Kedatangan sales


__ADS_3

Telah terbit novel terbaru ; ''Perjuangan wanita penghibur'' dan ''Lobang kenikmatan'', terima kasih atas dukungannya semoga karya author semakin berkembang#.


‘’Baiklah mbak Maya, salam kenal juga?’’ jawab Evan yang terus menjabat tangannya Maya.


‘’Nah gitu kan lebih enak di dengar dan lebih akrab?!’’ sahut Maya sambil tersenyum kepada Evan.


‘’Iya mbak itu lebih baik’’ ucap Evan yang terus memegang tangannya Maya.


‘’Mau di pegang terus apa gimana nih mas?’’ celetuk Maya kepada Evan memberi kode supaya Evan mau melepaskan tangannya.


‘’Maaf, lupa? Abisnya tangan mbak Maya halus banget sih jadi gak terasa kalau di pegang Cuma sebentar aja, hehehe...’’ jawab Evan sambil menggoda Maya dan tersenyum kepadanya.


‘’Kalau mau yang lama nanti aku tunggu di rumah? Kalau disini banyak Ibu-ibu yang akan berbelanja jadi kan gak enak di lihatnya?’’ ucap Maya kepada Evan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Evan.


Maya terus menggoda Evan dengan senyum manisnya, Evan pun merespon goda'an dari Maya dan berniat akan main kerumahnya, Maya sesekali menjawil dagu milik Evan sambil tersenyum, tak jauh dari mereka ada seseorang yang sedang melihat kebersamaan Evan dan Maya, orang itu hanya geleng-geleng kepala lalu menjalankan mobilnya pergi meninggalkan Evan dan Maya.


''Kapan kamu akan main ke rumahku mas?'' Maya bertanya kepada Evan sambil mengelus lengan lelaki itu.

__ADS_1


''Em..kapan yah? nanti malam boleh?'' jawab Evan sambil tersenyum dan menjawil hidungnya Maya.


''Oke nanti malam aku tunggu?'' balas Maya dengan senyum manisnya.


''Iya sayang? eh maaf keceplosan?'' ucap Evan pura-pura salah bicara kepada Maya.


''Gak papa kok? kamu panggil sayang juga boleh malah aku senang mendengarnya?'' balas Maya sambil bergelayut di lengannya Evan.


''Bener nih gak papa aku panggil kamu sayang?'' ucap Evan lagi sambil membelai rambutnya Maya.


''Gak papa mas Evan? malah aku senang sayang?'' jawab Maya yang juga ikut memanggil Evan dengan sebutan sayang.


''Iya sayang gak papa kok?'' jawab Maya yang duduk di pangkuan Evan sambil mengelus dada lelaki itu.


''Kamu cantik banget sih sayang?'' ucap Evan merayu Maya sambil terus membelai bibir manis itu.


Evan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Maya dengan lembut, Maya memejamkan mata membalas ciuman dari Evan lalu membuka sedikit mulutnya supaya lidah evan bisa masuk dan leluasa bermain.

__ADS_1


''Permisi...permisi..'' suara seseorang yang baru saja datang ke toko itu.


''Mas ada orang tuh?'' ucap Maya menghentikan ciuman dari Evan.


Evan berjalan kedepan tokonya menemui orang itu, ''ada apa yah? siapa anda?'' ucap Evan kepada orang itu.


''Maaf saya dari perusahaan angin ribut ingin menawarkan produk kami di toko anda?'' balas sales tersebut kepada Evan.


''Produk apa Pak?'' ucap Evan lagi kepada sales itu.


''Kami ingin menawarkan berbagai sabun mandi dengan ukuran yang berbeda-beda, silahkan anda bisa melihatnya dan mengecek produk kami?'' balas sales itu sambil memperlihatkan produk yang di tawarkan kepada Evan.


Evan mengecek produk tersebut dengan seksama, berbagai sample pun di cek oleh Evan, Maya menghampiri Evan dan sales itu, ''Produk apa mas? ini sabun yang sudah lumayan terkenal di daerah sini?'' ucap Maya kepada Evan sambil memegang lengannya.


''Betul sekali Bu? produk kami sudah terkenal di wilayah ini?!'' celetuk sales itu kepada Maya sambil menunjukkan produk dari perusaha'annya itu.


Setelah mereka bernegoisasi akhirnya Evan mau menerima kesepakatan dari sales itu, beberapa sabun yang di pilih oleh Evan lalu dibawa oleh Maya dan di taruh di dalam etalase. sales itu pun pergi meninggalkan tokonya Evan. sedangkan Evan tersenyum kepada Maya.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2