Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Desakan Maya


__ADS_3

Semenjak bercerai dengan Evan, Lala berjuang sendirian untuk mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya, ia terus berusaha menguatkan hatinya untuk tetap teguh dan semangat dalam mencari rezeki, supaya dirinya bisa membesarkan anaknya.


Lala terkadang merasa capek tapi tidak dihiraukan demi anaknya, ia tetap tegar walaupun terhimpit ekonomi, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk membesarkan anaknya, semenjak bercerai dengan suaminya, Evan tidak pernah menengok atau pun memberi nafkah untuk anaknya.


Keesokan harinya Lala berangkat bekerja dengan menggunakan ojek online, seperti biasanya setelah mengganti pakaian ia bergegas mengambil peralatan untuk mengepel lantai.


''Tumben kamu sudah datang La?'' ucap Rini yang baru saja datang menghampirinya.


''Iya Rin, hari ini anakku tidak rewel jadi aku bisa berangkat lebih awal'' balas Lala sambil tersenyum kepada Rini.


Mereka berdua mulai bekerja untuk mengepel lantai di perusahaan tersebut, sedangkan Fitri dan Dimas sedang berjalan-jalan di pantai sambil bergandengan tangan, mereka berdua berjalan sambil bermain air, mereka saling bercanda menjahili satu sama lain.


''Mas sudah nanti aku basah?'' ucap Fitri kepada suaminya sambil menghindar supaya tidak terkena cipratan air.


''Biarin kamu basah, hahaha..'' balas Dimas sambil tertawa kepada istrinya tersebut.

__ADS_1


''Kamu jahat, ih...mas?'' sahut Fitri lagi sambil berlari menghindari suaminya.


Dimas mengejar istrinya sambil berlari kecil sesekali mencipratkan air ke wajah Fitri, mereka berdua saling kejar-kejaran di tepi pantai sambil bercanda ria menikmati indahnya pantai tersebut. Fitri mengajak suaminya untuk duduk di bawah pohon dan memesan es kelapa muda, mereka berdua sangat menikmati suasana tersebut.


''Kamu suka tempat ini sayang?'' ucap Dimas kepada istrinya sambil minum es kelapa muda tersebut.


''Suka mas, tempatnya indah dan sejuk'' balas Fitri kepada suaminya sambil tersenyum manis.


Sedangkan Evan sedang menata barang dagangannya bersama Maya di dalam toko sembako miliknya tersebut, Maya ikut membantu membersihkan lantai dengan menyapu lantai tersebut.


''Baik Bu tunggu sebentar yah, aku siapin dulu?'' balas Evan lalu menimbang beras pesanan Ibu tersebut.


Setelah selesai menimbang belanjaan Ibu tersebut lalu Evan memberikan belanjaan itu kepada Ibu itu, ''ini Bu, semuanya tiga puluh ribu?'' ucap Evan sambil memberikan belanjaan tersebut kepada Ibu itu lalu tersenyum.


''Ini uangnya mas?'' balas Ibu tersebut sambil menyodorkan uang kepada Evan lalu menerima belanjaan tersebut.

__ADS_1


Setelah Ibu itu pergi lalu Evan kembali membereskan dan menata kembali barang dagangannya, Maya menghampiri lelaki itu sambil membawa minuman, ''ini minum dulu mas?'' ucap Maya sambil menyodorkan minuman tersebut kepada Evan.


''Makasih '' balas Evan singkat sambil menerima minuman tersebut.


''Mas kapan kamu akan nikahi aku?'' ucap Maya sambil bergelayut di lengan lelaki tersebut dan tersenyum kepada Evan.


''Nanti saja ya, aku lagi pusing mikirin dagangan yang semakin hari semakin sepi?'' balas Evan sambil memegang tangan wanita itu yang menempel di lengannya.


''Mau sampai kapan mas? sudah lama loh kamu bercerai dan kamu tinggal serumah denganku? apa kata tetangga nanti mas?'' sahut Maya sambil memanyunkan bibirnya kepada lelaki tersebut dan cemberut kepadanya.


''Kamu sabar dulu yah, aku lagi pusing nih?'' jawab Evan lagi sambil merapihkan rambutnya yang tidak berantakan tersebut.


Maya terus mendesak Evan agar dia secepatnya mau menikahi dirinya, karena malu dilihat sama tetangga kalau setiap hari Evan tidur dirumahnya setiap hari.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2