
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia
Desi yang baru merasakan kenikmatan tersebut, selalu menggeliat ada rasa geli dan juga nikmat, Zaky terus menujurkan lidahnya masuk ke dalam milik Desi itu, Lidah Zaky terus bermain di tempat tersembunyi itu sampai milik Desi basah, ''Zak..''.
Mereka berdua sangat asyik dan saling menikmati, Desi meremas rambut Zaky dengan erat karena menahan rasa nikmat yang selama ini belum pernah dia rasakan, ''duwit..duwit..duwit..'' suara dering ponsel milik Zaky membuyarkan kenikmatan mereka berdua. Zaky menerima panggilan telefon itu sambil menyuruh Desi untuk diam.
(''Halo Tan ada apa yah?'') ucap Zaky di dalam sambungan telefon itu
(''Kamu cepat kesini? Tante tunggu? gak pake lama?'') jawab Tante Fany dari sebrang telefon lalu mematikan sambungan telefon tersebut.
Desi yang mendengar percakapan mereka bingung, kenapa Bu Fany malam-malam menelfon Zaky, ''ada apa Zak? kenapa Bu Fany malam-malam menelfon kamu?'' Desi bertanya kepada Zaky karena penasaran.
''Gak tau Des? mungkin ada sesuatu yang penting? aku harus ke sana sekarang?'' jawab Zaky sambil tersenyum pura-pura tidak tau apa tujuan Tante Fany menelfon dirinya.
''Ya udah buruan ke sana? nanti kalau telat bisa kena marah kamu?'' balas Desi menyuruh Zaky untuk segera menuju ke rumahnya Tante Fany.
''Aku tinggal dulu yah sampai ketemu lagi? nanti kita sambung lagi yah?'' ucap Zaky sambil tersenyum menggoda Desi.
''Udah buruan cepat'' sahut Desi menyuruh Zaky supaya cepat menemui Tante Fany.
Zaky berjalan keluar dari rumahnya Desi, dengan mengendarai sepeda motornya ia menuju ke rumah Tante Fany, sedangkan Desi duduk kembali sambil membayangkan yang tadi sudah di lakukan bersama dengan Zaky, ''rasanya nikmat banget? pantas saja Evan senang bercinta? rasanya gimana yah kalau milik Zaky di masukkan ke dalam milikku ini?'' gumam Desi lirih sambil mengelus miliknya.
__ADS_1
Desi sangat penasaran kenikmatan yang bagaimana kalau milik Zaky masuk ke dalam miliknya, Desi lalu berjalan ke dapur dan mengambil mentimun yang akan di masaknya besok, ''kalau pakai ini bisa gak yah?'' gumam Desi sambil mengamati mentimun tersebut, Desi berjalan ke dalam kamarnya dan duduk menyender, berlahan mentimun yang di pegangnya di gesek-gesekan dengan miliknya, ''nikmatnya?'', Desi terus menempelkan mentimun itu di miliknya sambil merasakan nikmat dari gesekan mentimun tersebut.
''Kalau dimasukan rasanya gimana yah?'' gumam Desi dalam hatinya sambil berlahan memasukan mentimun itu ke dalam miliknya dan di dorong pelan maju mundur, Desi kenikmatan karena mentimun itu di dorong maju mundur di dalam miliknya sambil tangan yang satunya mengelus dadanya.
''Nikmat sekali'', Desi sangat senang sambil terus mendorong mentimun itu maju mundur di dalam miliknya, Desi semakin kencang karena mentimun tersebut di dorong dengan cepat maju mundur.
Cukup lama Desi bermain dengan mentimun tersebut dan merasakan kenikmatan yang luar biasa karena baru kali ini dia merasakannya, Desi terus mendorong mentimun itu dengan cepat maju mundur,
Desi kelelahan sambil tersenyum sendiri karena baru merasakan sensasi yang selama ini belum pernah dia rasakan, ''nikmat banget rasanya? aku baru kali ini merasakan kenikmatan seperti itu?'' gumam lirih Desi sambil tersenyum sendiri, hari sudah mulai larut malam, karena kelelahan akhirnya Desi berlahan tertidur pulas.
Suara kokok ayam membangunkan Evan yang sedang tidur sambil memeluk tubuh Maya yang masih polos tanpa memakai pakaian, ''sudah pagi rupanya?'' gumam Evan lirih sambil menoleh ke arah jam dinding.
''Bangun sayang, sudah pagi nih?'' ucap Evan sambil menepuk pipinya Maya dengan pelan.
''Ya sudah aku mandi dulu yah?'' ucap Evan lagi sambil bangkit dari ranjang tersebut lalu berjalan menuju ke kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, Evan berjalan ke dapur kecil yang ada di toko miliknya untuk membuat mie rebus di campur sama telor, aroma dari masakan Evan membangunkan Maya yang masih enggan untuk bangun dari ranjang, Maya berjalan menghampiri Evan tanpa busana dan memeluk lelaki itu dari belakang ''kamu lagi masak apa sayang?'' ucap Maya sambil mencium pipi milik Evan dari belakang.
''Mie rebus di campur sama telor? kamu suka?'' jawab Evan sambil tersenyum kepada Maya yang masih memeluk dirinya dari belakang.
''Suka dong sayang?'' balas Maya sambil mencium pipinya Evan lagi.
__ADS_1
''Ya sudah kamu mandi dulu sana?'' ucap Evan sambil menyuruh Maya untuk segera mandi.
''Mandi sama kamu aku mau?'' sahut Maya sambil mengelus dada milik lelaki itu.
''Aku sudah mandi sayang?'' balas Evan sambil tersenyum melirik Maya.
''Mandi lagi dong temenin aku?'' rengek Maya dengan manja kepada Evan.
''Kalau kita berdua mandi nanti mie nya gimana? kan gak enak kalau di tinggal terlalu lama?'' balas Evan menolak ajakan dari Maya dengan halus.
''Nanti buat lagi dong sayang? ayo temenin aku mandi?'' ucap Maya yang terus membujuk Evan supaya mandi bersama, Maya lalu menarik tangan Evan menuju ke kamar mandi.
''Sabar dong sayang? aku matiin kompornya dulu'' ucap Evan segera mematikan kompor yang masih menyala itu.
''Ya udah cepetan?'' balas Maya sambil cemberut kepada Evan.
Setelah mematikan kompor tersebut, Evan langsung di tarik oleh Maya menuju ke kamar mandi, akhirnya Evan pun mandi lagi bersama dengan Maya, wanita itu langsung melepaskan celana milik Evan, lelaki menikmatinya sambil memegang kepala milik Maya dan membantu mendorong maju mundur supaya miliknya bisa masuk lebih dalam.
Evan menggoyangkan pinggulnya maju mundur sambil terus memegang kepala wanita itu, mereka berdua bercinta di bawah air pancuran shower, Maya berlahan bangkit sambil menciumi tubuh Evan dari bawah ke atas lalu bibir mereka bertemu, Evan mengangkat salah satu kaki milik Maya dan memasukan miliknya kedalam milik wanita itu.
Di bawah air pancuran shower mereka berdua menikmati permainan itu sampai matahari berlahan mulai naik.
__ADS_1
*Bersambung*