
Evan dan Maya sedang menata barang dagangan, wanita itu lalu menyapu lantai toko tersebut dari belakang sampai ke depan, Evan membersihkan kaca etalase tak lama kemudian ada beberapa pembeli yang datang, lelaki itu pun melayani pembeli tersebut.
Maya berkali-kali membujuk Evan supaya cepat menikahi dirinya namun lelaki itu terus mengulur waktu karena masih memikirkan toko sembako miliknya yang semakin hari omset penjualan semakin menurun, ''pokoknya minggu depan kamu harus nikahi aku mas? kalau tidak, kamu jangan tidur di rumahku?!'' ucap Maya setelah pembeli sudah meninggalkan toko tersebut.
''Kamu sabar dulu dong, biar toko ini berkembang dulu baru kita memikirkan pernikahan?'' jawab Evan mengulur waktu.
''Tidak! pokoknya minggu depan kamu harus nikahi aku titik!? kalau tidak, kamu enyahlah dari rumahku?'' balas Maya sambil berkacak pinggang.
Mereka berdua terus berdebat masalah pernikahan, Evan pun berfikir dua kali mengenai pernikahan itu namun Maya terus mendesaknya agar pernikahan itu cepat di laksanakan.
__ADS_1
Sedangkan Lala sudah bersiap-siap untuk berangkat bekerja, ia menunggu ojek di depan rumahnya, setelah ojek datang mereka pun meninggalkan tempat tersebut menuju ke tempat kerjanya wanita tersebut, tanpa di sengaja Lala melihat pertengkaran Evan dan Maya di dalam toko sembako itu, ''dasar pelakor!?'' ucap Lala dalam hatinya ''kamu bodoh banget sih mas? kenapa memilih wanita itu dari pada aku dan anakmu?'' ucap Lala lirih sambil menggelengkan kepalanya.
Seminggu kemudian Evan di usir dari rumahnya Maya, ia pun tidur di toko sembako miliknya sambil merenungi nasib, Evan berusaha mengembangkan tokonya dan sudah lepas kontek dengan Maya, ia mulai dari awal untuk mengembangkan usahanya tersebut, ''aku harus bisa mempertahankan toko ini, hanya toko ini yang bisa aku harapkan?'' ucap Evan pada dirinya sendiri.
Hari demi hari toko sembako milik Evan tampak sepi dari pembeli, lama kelamaan Evan pun berniat untuk menjual toko sembako tersebut ''aku sudah tidak bisa mempertahankan toko ini lagi? sebaiknya aku jual saja dan buka usaha baru?'' ucap lelaki itu sambil memijat keningnya.
Setelah satu bulan akhirnya toko sembako milik Evan terjual, lelaki itu lalu mencari rumah kontrakan yang sederhana namun bisa untuk berteduh dan bisa untuk istirahat, ''Van kamu mau kemana?'' ucap Desi yang melihat Evan sedang berjalan di perkampungan.
''Ayo ikut aku?'' ucap Desi mengajak Evan untuk ikut dengannya.
__ADS_1
Evan lalu naik membonceng wanita itu dan pergi, Desi akan menunjukkan rumah kontrakan di sekitar rumahnya, setelah sampai mereka berdua turun dari motor tersebut, ''ayo kita temui pemilik rumah ini?'' Desi mengajak Evan untuk menemui pemilik rumah kontrakan tersebut, setelah transaksi berhasil dengan kesepakatan antara kedua belah pihak, Evan pun di beri kunci rumah tersebut.
Evan dan Desi masuk ke rumah kontrakan itu, ''lumayan juga rumah ini? makasih ya Des, kamu sudah menolongku?'' ucap Evan berterima kasih kepada Desi.
''Iya Van sama-sama'' balas Desi sambil tersenyum kepada Evan.
''Des antar aku ke super market yuk untuk beli persediaan makanan?'' ucap Evan meminta bantuan wanita itu lagi.
''Ayo'' balas Desi singkat.
__ADS_1
Mereka berdua melaju dengan sepeda motor menuju ke super market terdekat, setelah membeli persediaan makanan mereka berdua kembali menuju kerumah kontrakan tersebut, Desi membantu menyapu lantai rumah itu sedangkan Evan menata barang-barang supaya rapih.
*Bersambung*