Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Anakku menangis


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan kalian semua semoga karya author semakin berkembang dan menjadi hiburan untuk para pembaca semua


Evan Dan Tante Fany melakukan kegiatan panas di atas sofa sampai keringat mereka bercucuran membasahi tubuh, Tante Fany sangat bersemangat dengan kegiatan itu, Evan juga senang dengan pelayanan dari Tante Fany yang membuat dirinya bisa menyalurkan gelora jiwanya yang sedang meronta-ronta ingin di belai.


‘’Ayo sayang kamu harus semangat biar mersakan sensansi yang luar biasa?’’ Tante Fany menyuruh Evan untuk bersemangat dengan kegiatan itu.


‘’Oke Tan, dengan senang hati aku akan buat Tante klepek-klepek, hehehe’’ jawab Evan sambil menggoda Tante Fany dan tersenyum kepadanya.


Mereka sangat asyik bercinta di atas sofa sampai ke lantai, mereka berdua berguling-guling di lantai dengan menyatukan tubuh mereka walaupun tanpa alas tikar atau karpet tetapi mereka menikmatinya bersama.


Sedangkan Lala yang habis menyusui anaknya bangkit dari ranjang hendak mengambil air minum di dapur, Lala berjalan keluar dari kamarnya sambil menoleh ke arah jarumjam yang ada di ruang tengah, ‘’sudah malam kenapa mas Evan belum pulang yah?’’ gumam Lala pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Setelah mengambil air minum lalu kembali ke kamarnya dan tidur di samping anaknya yang masih bayi itu.


Evan dan Tante Fany baru selesai melakukan kegiatan panas, mereka berpelukan tanpa busana di atas sofa sambil melepas lelah sehabis bermain liar, ‘’ kamu puas sayang?’’ ucap Tante Fany yang sedang di peluk dari belakang oleh Evan.


‘’Puas Tan, makasih ya karena Tante sudah mengobati rasa hausku?’’ jawab Evan lalu mencium leher Tante Fany dari belakang.


‘’Iya sayang Tante juga senang kamu sangat hebat malam ini? Membuat Tante kehabisan gaya, hehehe’’ balas Tante Fany sambil menoleh ke belakang, bibir mereka bertemu kembali saling berbagi kehangatan.


Evan menelusuri setiap pinggiran dari bibirnya Tante Fany sambil menjulurkan lidahnya bertemu dengan lidah milik Tante Fany yang berputar-putar mengelilingi bibirnya, tangan evan masih memegang dada yang menonjol itu sambil mengelusnya.


‘’Masih Tan, masih kurang?’’ jawab Evan menatap mata Tante Fany dengan penuh harap.

__ADS_1


‘’Mau dilanjut lagi sayang?’’ tanya Tante Fany lagi kepada Evan sambil mengelus burung itu dengan lembut.


‘’Iya Tan ayo?’’ jawab Evan sambil membalikkan tubuh Tante Fany supaya berhadapan dengan dirinya.


Tante Fany pun menuruti kemauan dari Evan, dirinya juga senang karena Evan mau melakukan kegiatan panas itu lagi, Tante Fany merangkak di atas tubuh Evan dengan berlahan.


‘’ea..ea..ea..’’ suara tangis anaknya membangunkan Lala yang sedang tertidur pulas, lalu segera Lala menyusui anaknya ‘’cup..cup..cup..jangan nangis yah sayang?’’ ucap Lala sambil menepuk-nepuk pelan anaknya itu.


Berlahan tangisan anaknya mulai reda dan mau tertidur kembali, Lala terus menepuk-nepuk anaknya dengan pelan-pelan sampai tertidur kembali, Lala menoleh ke arah jarum jam yang ada di kamarnya, ‘’sudah hampir larut malam kenapa mas Evan belum pulang juga?’’ gumam Lala dalam hatinya yang cemas dengan suaminya karena belum pulang.


Sedangkan Evan masih asyik bercinta dengan Tante Fany di atas sofa, Evan menikmati gerakan dari Tante Fany yang sangat semangat sekali, ‘’ayo Tan lebih cepat biar enak seperti apa yah?’’ ucap Evan menyuruh Tante Fany supaya mempercepat gerakan tubuhnya yang sedang di atas dirinya itu.

__ADS_1


‘’Oke sayang? Tante akan lebih cepat biar kamu puas?’’ jawab Tante Fany yang bersemangat sekali dengan permainan itu.


*Bersambung*


__ADS_2