
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.
''Gak papa sayang asal kamu mau bertanggung jawab untuk menikahi aku?'' balas Fitri yang masih belum puas dengan kenikmatan tersebut.
''Udahlah kamu kembali ke kamar Ibu? aku akan secepatnya menikahi kamu sayang, kalau perlu besok kita panggil penghulu untuk ijab qobul walaupun tanpa resepsi pernikahan?'' jawab Dimas supaya Fitri mau kembali ke kamar Ibunya.
''Janji? besok kita ke penghulu?'' balas Fitri sambil tersenyum kepada lelaki itu.
''Iya..iya janji'' akhirnya Dimas mengalah kepada kekasihnya itu supaya Fitri mau kembali ke kamar Ibunya.
''Ya sudah aku kembali ke kamar Ibu, aku akan bicara sama Ibu kalau besok kita akan menikah walaupun tanpa ada resepsi pernikahan?'' balas Fitri sambil tersenyum lalu mencium pipi lelaki itu.
Fitri berjalan menuju ke kamar Ibunya dan membicarakan tentang pernikahan dadakan tersebut, Dimas hanya menggelengkan kepalanya setelah Fitri keluar dari kamar tersebut, karena Fitri sudah tidak tahan ingin segera melakukan hubungan intim suami istri.
Malam semakin larut hingga tak terasa mereka semua tertidur dengan lelap sampai sinar matahari mulai masuk ke celah-celah jendela, Bu Lina sudah sibuk di dapur sedangkan Fitri masih belum beranjak dari ranjang, ''tuh anak masih belum bangun juga? katanya mau menikah? sudah ngebet banget anak ku itu, hemm'' gumam Bu Lina yang sedang memasak di dapur.
Setelah selesai memasak Bu Lina membangunkan anaknya supaya cepat mandi, ''Fit ayo bangun? sudah pagi sayang?'' ucap Bu Lina sambil menggoyangkan lengan anaknya tersebut.
''Hoam..jam berapa sekarang Bu?'' balas Fitri sambil menutup mulutnya karena sedang menguap.
__ADS_1
''Hampir jam tujuh sayang?'' jawab Bu LIna lalu berjalan keluar dari kamar menuju ke dapur.
''Hah! jam tujuh?'' gumam Fitri lalu bergegas untuk ke kamar mandi.
Bu Lina menyiapkan makanan dan minuman di meja makan sambil menunggu kedua orang tersebut datang, tak lama kemudian Fitri datang menghampiri Ibunya, ''mas Dimas mana Bu?'' ucap Fitri yang langsung menanyakan keberadaan Dimas.
''Kamu bangun sana? suruh untuk sarapan bersama?'' balas Bu Lina menyuruh Fitri untuk mebangunkan Dimas.
Fitri berjalan menuju ke kamarnya untuk membangunkan kekasihnya itu, ''sayang ayo bangun? sudah pagi nih?'' ucap Fitri sambil mencium pipinya Dimas.
Dimas menggeliat dan berlahan membuka matanya, ''jam berapa sayang?'' sahut Dimas kepada wanita itu.
Dimas segera menuju ke kamar mandi, Fitri memebereskan tempat tidur tersebut sambil menunggu Dimas selesai mandi, selang beberapa menit akhirnya Dimas keluar dari kamar mandi, karena dirinya tidak membawa pakaian untuk berganti akhirnya Dimas meminjam celana pendek dan baju milik Fitri.
Mereka berdua keluar dari kamar menuju ke meja makan menghampiri Bu Lina karena sudah menunggu dari tadi, Bu Lina tersenyum kepada Dimas, mau ketawa takut dosa.
''Ayo mas duduk di sini?'' Fitri menyuruh Dimas untuk duduk di sampingnya, lelaki itu pun duduk di samping wanita tersebut.
''Segini cukup mas?'' ucap Fitri kepada Dimas sambil memperlihatkan nasi yang diambilnya.
__ADS_1
''Cukup'' jawab Dimas singkat.
Mereka bertiga menikmati sarapan pagi bersama sambil mengobrol mengenai pernikahan dadakan mereka, ''kamu sudah kabarin orang tua kamu belum nak Dimas?'' ucap Bu Lina kepada lelaki itu.
''Sudah Bu, mereka setuju saja walaupun resepsi pernikahannya menyusul'' balas Dimas kepada Bu Lina sambil tersenyum ramah.
''Terus kamu gimana Fit? apa sudah siap?'' ucap Bu Lina kepada anaknya itu sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya.
''Aku sih sudah siap lahir batin Bu?'' jawab Fitri kepada Ibunya sambil melirik kepada Dimas.
''Kamu urus semuanya ya nak Dimas?'' ucap Bu Lina lagi kepada Dimas.
''Iya Bu semuanya sudah ku urus, aku sudah perintahkan seseorang untuk mengurus keperluan pernikahan dadakan ini?''.
Dimas sudah menyuruh orang kepercayaanya untuk mengurus segala sesuatunya entah berkas-berkas yang akan di butuhkan di kator KUA maupun berbagai macam perhiasan dan sebagainya, orang tuanya pun akan hadir dalam ijab qobul tersebut.
Mereka terus melanjutkan makannya sampai kenyang, tak lama kemudian datang seseorang yang akan merias Fitri, Bu Lina menyuruh orang tersebut untuk masuk, setelah sarapan pagi selesai Fitri langsung di rias oleh orang tersebut.
*Bersambung*
__ADS_1