
Telah terbit novel terbaru ; ''Perjuangan wanita penghibur'' dan ''Lobang kenikmatan'', terima kasih atas dukungannya semoga karya author semakin berkembang#.
Evan sangat berambisi untuk melampiaskan dan menyalurkan gejolak jiwanya yang terus meronta-ronta serta ingin mendapatkan kepuasan dengan wanita, Maya pun terus menggodanya sehingga Evan berusaha untuk melampiaskan kepada Maya.
Evan sangat senang karena Maya duduk di pangkuannya sambil berlahan menggerakkan pinggulnya, ''kamu suka sayang?'' ucap Maya lagi kepada Evan sambil terus menggerakkan pinggulnya di pangkuan lelaki itu.
''Suka pakai banget sayang?'' jawab Evan sambil tersenyum dan berlahan tangannya membuka kancing baju milik Maya.
''Ayo mau ngapain buka kancing bajuku?'' Maya berkata sambil menjahili Evan karena sudah membuka kancing bajunya.
''Mau melihat pemandangan yang indah dong?'' jawab Evan tak kalah jahil dengan Maya.
''Gombal? bisa aja kamu sayang'' ucap Maya lagi kepada Evan sambil terus menggerakkan bagian bawahnya supaya bergesekan dengan kepunyaan Evan.
Maya yang memakai pakaian tipis dan rok pendek membuat Evan semakin bersemangat untuk mendapatkan apa yang di inginkan oleh gejolak jiwanya, Evan lalu melepaskan penutup dada milik Maya.
''Mau di sini atau di kamar aja sayang?'' Maya bertanya kepada Evan.
__ADS_1
Maya melihat Evan semakin bersemangat sekali untuk mendapatkan kepuasan dari dirinya, Maya mengajak Evan untuk masuk ke dalam kamarnya, Evan membopong tubuh Maya sambil bibir mereka bertemu memadu kasih dan berbagi kehangatan.
Setelah sampai di dalam kamar, Evan membaringkan tubuh Maya di atas ranjang, Evan pun merangkak di atas tubuh Maya itu lalu mencium bibir manis milik Maya dengan lembut.
Lala terbangun karena mendengar suara tangisan dari anaknya, ''cup..cup..cup..jangan nangis sayang'' ucap Maya lirih sambil menepuk-nepuk pelan tubuh anaknya. ''bobo lagi yah sayang?'' ucap Lala kepada anaknya supaya tidak menangis terus.
Tak lama kemudian anaknya tertidur kembali, Lala ikut tidur di samping anaknya dengan lelap dan mulai masuk ke dalam alam mimpi.
Sedangkan Evan dan Maya masih bercinta di atas ranjang, Maya sangat senang karena Evan jago dalam bercinta, Evan terus menggerakkan tubuhnya dengan cepat sampai keringatnya bercucuran membasahi tubuh.
''iya sayang'' balas Evan sambil tersenyum kepada Maya dan mempercepat gerakan tubuhnya.
Sedangkan Tante Fany yang berbaring di atas ranjang selalu terbayang dengan wajah Evan, ''kenapa Evan tidak kesini? kenapa tidak menghubungi aku? dimana dia?'' gumam Tante Fany sambil membayangkan wajah Evan, Tante Fany mengambil handphonnya lalu menghubungi nomor Evan ''nut..nut...nut..''.
''Kenapa tidak di angkat sih?'' gumam Tante Fany lagi sambil cemberut.
Tante Fany mencoba berkali-kali menghubungi Evan tapi tidak ada jawaban darinya, lalu Tante Fany menghubungi Zaky dan menyuruhnya datang ke rumah.
__ADS_1
Tak butuh lama akhirnya Zaky sampai juga di rumahnya Tante Fany, setelah masuk Tante Fany membuatkan minuman untuk Zaky.
''Ini di minum dulu sayang?'' ucap Tante Fany kepada Zaky sambil tersenyum.
''Makasih Tan'' jawab Zaky sambil mengambil gelas yang berisi minuman itu.
''Malam ini kamu nginap yah di sini sayang?'' ucap Tante Fany menyuruh Zaky untuk menginap di rumahnya.
''Iya Tan aku akan menginap di sini dan menemani Tante tidur'' jawab Zaky sambil tersenyum kepada Tante Fany.
''Makasih yah sayang, kamu selalu ada kalau Tante sedang butuh kehangatan?'' ucap Tante Fany yang menggoda Zaky sambil tersenyum kepadanya.
''Iya Tan gak papa, aku juga senang kok bisa membuat Tante puas?'' balas Zaky yang tak kalah menggoda Tante Fany itu.
Mereka berdua melanjutkan ngobrolnya di dalam kamar sambil berpelukan, Zaky memeluk tubuh Tante Fany dari belakang.
*Bersambung*
__ADS_1