Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Zaky dan Desi


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia


Setelah selesai menyiapkan apa yang di beli oleh Tante Fany, Evan memberikannya kepada Desi, ''berapa Van?'' tanya Desi kepada Evan sambil menerima belanjaan tersebut.


''Seratus ribu aja'' jawab Evan sambil tersenyum kepada Desi.


Desi memberikan uang itu kepada Evan, ''makasih yah Des, salam buat Tante Fany yah?'' ucap Evan kepada Desi.


''Iya nanti aku sampaikan, aku pergi dulu Van?'' jawab Desi lalu menuju ke sepeda motornya.


Desi melajukan sepeda motornya pergi meninggalkan toko itu, Evan kembali lagi kedalam menemui Maya yang masih tiduran di atas ranjang karena kelelahan, Evan memeluk Maya dari belakang, ''siapa tadi sayang?'' tanya Maya sambil menoleh ke wajah Evan.


''Teman kerjaku dulu di toko pakaian?'' jawab Evan sambil menciumi leher wanita itu.


''Mau apa kesini?'' Maya bertanya lagi kepada Evan.


''Beli mie sama telor'' jawab Evan yang masih memeluk Maya dari belakang.


Mereka berdua terus di atas ranjang sampai hari hampir gelap, Evan pun tak peduli dengan tokonya, ''kamu tutup dulu tokonya sayang?'' ucap Maya menyuruh evan untuk menutup tokonya.


''Kamu mau disini atau mau pulang sayang?'' jawab Evan sambil bertanya kepada Maya.


''Mau di sisni dulu? capek sayang, gak papa kan?'' sahut Maya kepada Evan sambil tersenyum manis.


''Gak papa dong, ya udah aku mau nutup tokonya dulu yah?'' balas Evan lalu berjalan ke depan dan menutup tokonya dari dalam, setelah mengunci pintu Evan kembali menemui Maya di atas ranjang.


''Kamu gak usah pulang? tidur di sini saja sama aku sayang?'' ucap manja Maya kepada Evan sambil mengelus dada lelaki itu.


''Iya aku akan tidur disini bersama kamu sayang'' balas Evan sambil menciumi pipi wanita itu dengan penuh gairah.


Maya masih belum mengenakan pakaian, dari tadi hanya di tutupi selimut yang ada di ranjang itu, Evan pun melepaskan semua pakaiannya lalu memeluk Maya. ''kamu membuatku candu sayang?'' ucap Evan sambil menciumi leher milik Maya.

__ADS_1


''Kamu juga membuatku semakin bergairah sampai aku tak mau pulang, hehehe..'' balas Maya sambil tersenyum kepada Evan.


''Tubuh mu yang mulus dan mon*** ini yang membuat ku candu sayang?'' ucap Evan lagi sambil menjilati pucuk dada milik Maya itu dengan lidahnya.


''Kamu nakal? tapi aku suka sih?'' sahut Maya yang geli dan kenikmatan karena pucuk dadanya sedang di jilati oleh Evan.


''Nakal apanya? kamu juga menikmatinya kan?'' balas Evan sambil terus menjilati pucuk dada itu.


Maya meremas rambut Evan karena kenikmatan, ''terus sayang aku suka banget?'' ucap Maya yang terus meremas rambut lelaki itu dengan erat.


Tangan Evan pun ikut meremas dada wanita itu dengan lembut sambil lidahnya terus menciumi dada itu, bibir Evan menelusuri setiap lekuk dada itu dengan lidahnya sambil *******-***** dengan lembut.


Maya sangat menikmati sentuhan lembut dari bibir Evan yang sedang menelusuri setiap lekuk dari dada milknya, sambil terus meremas rambut lelaki itu,


Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia


Evan sangat menikmati dada wanita itu, tangannya terus *******-***** dengan lembut sambil lidahnya menjilati pucuk dada yang mungil tersebut, Maya pun semakin erat meremas rambut Evan karena sedang menikmati jilatan dari lidah lelaki itu,


Lala terus memikirkan suaminya yang sampai saat ini belum pulang, hpnya pun tidak aktif, Lala takut terjadi sesuatu terhadap suaminya itu, ''aku harus gimana ini? mau minta tolong sama siapa?'' gumam Lala lagi sambil bersedih memikirkan suaminya yang belum pulang.


Lala menelfon Zaky dan Desi untuk di mintai tolong mencari keberadaan suaminya itu, Zaky dan Desi pun bergegas menuju ke toko sembako milik Evan itu, mereka berdua berangkat dari rumah masing-masing karena di mintai tolong oleh Lala.


Zaky tiba duluan di toko milik Evan dan di susul dengan kedatangan Desi, ''loh kamu kesini Des?'' tanya Zaky kepada Desi yang sedang berjalan menghampirinya.


''Kamu juga kok ada di sisni?'' jawab Desi balik bertanya kepada Zaky.


''Aku dimintai tolong oleh Lala untuk menyusul suaminya karena belum pulang sampai saat ini?'' balas Zaky kepada Desi.


''Sama aku juga begitu? terus dimana Evan?'' jawab Desi dan bertanya kembali kepada Zaky.


''Aku juga tidak tau Des, baru juga sampai di sisni?'' balas Zaky lagi kepada Desi.

__ADS_1


''Tapi tokonya sudah tutup dan motornya Evan juga tidak ada di sini? kemana dia yah?'' ucap Zaky kepada Desi sambil bertanya kepadanya.


Desi berjalan dan mendekatkan bibirnya di telinganya Zaky, ''kamu jangan bilang-bilang yah? tadi siang aku kesini di suruh oleh Bu Fany untuk membeli mie dan telor, sewaktu aku masuk? aku melihat Evan sedang bercinta dengan wanita lain, entah siapa wanita itu aku juga tidak mengenalnya?'' bisik Desi di telinganya Zaky.


''Yang benar kamu Des?'' ucap Zaky kepada Desi karena belum percaya seratus persen dengan omongan Desi itu.


''Benar aku lihat dengan mataku sendiri Zak? kalau kamu gak percaya itu sih terserah kamu aja?'' balas Desi kepada Zaky.


''Kalau memang benar begitu pasti Evan sedang bersama dengan wanita itu Des? tapi kemana mereka pergi yah?'' ucap Zaky kepada Desi sambil berfikir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


''Mungkin ke rumah wanita itu kali?'' balas Desi sambil ikut berfikir kemana Evan perginya.


''Terus kita harus bilang apa sama Lala Des?'' ucap Zaky sambil bertanya kepada Desi.


''Bilang aja kalau tokonya sudah tutup dan tidak tau kemana Evan pergi?'' jawab Desi kepada Zaky.


''Ya sudah aku telfon Lalal dulu yah?'' ucap Zaky lalu menghubungi Lala yang sedang menunggu kabar suaminya itu.


Desi pun menunggu Zaky selesai menelfon Lala sambil duduk di sepeda motornya, selesai menlfon Lala, Zaky menghampiri Desi, ''apa kata Lala?'' ucap tanya Desi kepada Zaky.


''Kita di suruh pulang Des'' jawab Zaky sambil tersenyum kepada Desi.


''Ya udah ayo pulang?'' sahut Desi kepada Zaky dan mengenakan helm nya.


''Boleh aku main ke rumah kamu Des?'' ucap Zaky sambil tersenyum kepada Desi.


''Boleh, ayo?'' balas Desi kepada Zaky.


Mereka berdua melajukan sepeda motornya menuju ke rumahnya Desi.


*Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2