
Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).
Dimas yang berada di lantai lima sedang memantau pekerjaan Fitri dan juga memantau apa yang sedang dilakukan oleh Evan dan Lala.
"Lihat bos? Fitri sangat profesional dalam bekerja, bisa mengatur bawahannya dengan tegas, tapi lihat itu bos? Apa yang dilakukan mereka berdua?" Ucap sekertaris tersebut kepada Dimas, yang juga ikut memantau mereka semua dari layar laptop yang terhubung dengan cctv yang sudah dipasang di berbagai sudut ruangan.
"Kamu awasi terus mereka berdua, dan ingat jangan sampai ada yang tahu tentang diriku, sekalipun itu Fitri." Dimas menyuruh sekertarisnya untuk tidak membongkar penyamaran dirinya.
"Oke bos" jawab sekertaris tersebut kepada Dimas.
"Tolong buatkan aku kopi susu?" Dimas menyuruh sekertarisnya untuk membuat kopi susu untuk dirinya.
"Siap bos" sekertaris itu lalu berjalan ke dapur kecil yang ada di ruangan itu dan membuat kopi susu untuk Dimas.
"Tok, tok, tok" suara ketokan pintu terdengar lalu Dimas memencet tombol "masuk" pintu langsung terbuka otomatis.
"Siang tuan muda?" Sapa Pak Bondan asistennya Dimas.
"Silahkan duduk?" Dimas menyuruh Pak Bondan untuk duduk "mau kopi atau teh?".
"Kopi dong tuan muda" jawab Pak Bondan sambil tersenyum kepada Dimas.
__ADS_1
"Tom buatkan kopi satu lagi?!" Teriak Dimas menyuruh sekertarisnya untuk membuat kopi lagi untuk Pak Bondan.
"Siap bos!" Jawab Tomy dari dapur kecil tersebut.
Lalu Tomy berjalan menghampiri mereka sambil membawa kopi dan cemilan dan menaruhnya di atas meja.
"Silahkan diminum kopinya?" Sekertaris tersebut mempersilahkan kepada mereka berdua.
"Makasih Tom" jawab Pak Bondan lalu menyeruput kopi tersebut.
Mereka bertiga menikmati kopi tersebut sambil terus mengawasi para karyawan yang baru tersebut. Setelah cukup lama Dimas berada di ruangannya lalu dia pergi keluar dan menuju ke pangkalan ojek.
"Hai Dim tumben lu datang siangan, habis darimana lu?" Tanya mang Dadang kepada Dimas.
"Kerja yang rajin dan kumpulin uang buat nikah Dim?" Ucap mang Dadang memberikan nasehat kepada Dimas .
"Iya mang" jawab Dimas lalu tersenyum kepada mang Dadang.
"Denger-denger kamu sedang dekat dengan cewek?" Mang Dadang berkata sambil menepuk pundak Dimas.
"Kata siapa mang?" Ucap Dimas menanyakan kepada mang Dadang.
__ADS_1
"Kata Mpok Romlah yang sering melihat kamu boncengan sama cewek cantik" jawab mang Dadang sambil tersenyum kepada Dimas.
"Tau aja Mpok Romlah, emang lihat dimana mang?" Ucap Dimas menanyakan kepada mang Dadang sambil tersenyum sendiri.
"Gak tau Dim" jawab mang Dadang sambil menggelengkan kepalanya.
"Mas Dimas anterin ke panti dong?" Celetuk Bu Santi yang baru saja datang ke pangkalan ojek.
"Siap Bu Santi, mang aku tinggal dulu yah?" Jawab Dimas dan pamit sama mang Dadang.
"Iya, hati-hati kalau bawa Bu Santi Dim?" Ucap mang Dadang menggoda Dimas.
"Emang kenapa kalau aku bawa Bu Santi mang?" Tanya Dimas yang penasaran ingin tahu.
"Kan Bu Santi janda Dim?" Ucap mang Dadang masih menggoda Dimas .
"Udah mas Dimas jangan dengerin omongan mang Dadang? Ayo jalan?" Bu Santi menyuruh Dimas untuk mengabaikan omong mang Dadang tersebut.
"Oke Bu, mang aku tinggal dulu yah?" Dimas lalu menjalankan motornya menuju ke panti yang dimaksud oleh Bu Santi.
Dimas menjalankan motornya dengan kecepatan sedang sambil menikmati suasana siang hari.
__ADS_1
*Bersambung*