Guru Itu Imamku!

Guru Itu Imamku!
Kedatanganmu


__ADS_3

kriiingg...kriiinnggg...kriiinnggg...


Bel tanda istirahat telah usai pun berbunyi, Nia dan kedua sahabatnya bergegas meninggalkan kantin tempat biasa mereka nongkrong maupun menyantap jajanan ketika istirahat tiba.


Sesampainya di luar kelas, mereka mendapati dua orang laki-laki sudah berdiri didepan kelas, yang pasti bukan teman-teman sekelasnya. Nia dan mengenali salah satu dari dua laki-laki itu, Pak Siddiq namanya. Wali kelas yang menyandang sebagai guru juga, serta wakil kepala SMA Nusa Bangsa. Dan siapa lelaki tampan dan gagah itu?


Sepertinya dia bukan murid baru, dilihat dari wajahnya, sepertinya sudah diatas usia anak sekolahan. Lalu siapa dia? Ah..sudah pasti guru baru kami! Gumam Nia dalam hatinya.


"Guys...sepertinya kita kedatangan anggota baru di kelas. Ganteng dan macho! bisa tuh di gaet! hehe." bisik Dhea kepada Nia dan Zhilla


"Kalo menurut aku sih bukan, wajahnya udah dewasa banget!" balas Nia berbisik juga.


"Guys...masuk dulu yuk! sebelum disemprot sama guru killer kesayangannya Nia..hehe." Zhilla ikutan berbisik mengingatkan untuk masuk ke dalam kelas terlebih dahulu.


^Nia,Zhilla,Dhe^


Assalamualaikum!


"Maaf pak, kami terlambat." dengan nada gemetar dan menunduk Nia berbicara dengan pak Siddiq.


"Waalaikumussalam,..Dari mana saja kalian,tidak dengar bel sudah berbunyi?!" dengan nada mengomel.

__ADS_1


"maafkan kami pak, kami tidak akan mengulanginya lagi!" Nia masih tertunduk mendengar omelan pak Siddiq.


"Baik kalau begitu, jangan di ulangi lagi! Silahkan duduk!"


"B..baik pak!" pergi menuju meja masing-masing.


"Baik anak-anak, hari ini kita kedatangan guru baru. Namanya pak Fariz, mulai hari ini beliau akan menggantikan poisi bapak di kelas ini!" melanjutkan pembicaraan.


3 Dara itu sedikit terkejut mendengar perkataan pak Siddiq.


"Gantiin posisi pak Siddiq??!" ucap Nia, Dhea dan Zhill bersamaan.


"Memangnya bapak mau kemana sehingga harus digantikan??" Tanya Zhill sedih.


Walaupun pak Siddiq terkenal Killer, tapi beliau adalah guru terbaik di sekolah. Ia menjadikan sekolah SMA Nusa Bangsa menjadi sekolah percontohan bagi sekolah lain.


"Bapak tidak kemana-mana, bapak hanya membagi tugas dengan pak Fariz!" jawab pak Siddiq.


"Baik pak." Zhill dan yang lainnya tersenyum mendengar jawaban pak Siddiq.


"Pak Fariz, silahkan bapak memperkenalkan diri agar murid-murid dapat mengenal bapak lebih dekat!" ucap pak Siddiq.

__ADS_1


"Terima kasih pak Siddiq atas kesempatannya!" sambil menjabat tangan pak Siddiq.


"Saya tinggal dulu ya pak! selamat mengajar!" membalas jabat tangan Fariz.


"Anak-anak,, saya tinggal dulu, saya mohon kerja samanya untuk guru baru kita! Assalamualaikum!" ucap pak Siddiq kepada murid-murid.


"Baik pak! Waalaikumussalam...!" jawab para murid serentak.


Pak Siddiq pun berlalu meninggalkan kelas, membiarkan Fariz memperkenalkan dirinya di hadapan kelas.


"Ok..Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh!" memulai pembicaraan di depan kelas.


"Waalaikumussalam Warrahmatullahi Wabarakatuh!" jawab murid-murid serentak.


"Perkenalkan nama saya Al-Fariz Suhendar, kalian bisa memanggil saya Fariz lebih tepatnya pak Fariz!" melihat sekeliling muridnya.


Murid-murid mulai berbisik-bisik mendengar nama akhiran Fariz, karena memang keluarga Suhendar sangatlah populer di seluruh manca negara. Bagaimana tidak terkenal, kekayaannya sangat bisa sampai 7 turunan.


"Bisa saya lanjutkan?!" melanjutkan pembicaraannya yang terhenti karena memperhatikan murid-muridnya ngobrol sendiri.


"Bisa pak!" sontak para murid.

__ADS_1


__ADS_2