Guru Itu Imamku!

Guru Itu Imamku!
Jaga Nia


__ADS_3

Setelah hampir 1 jam mengelilingi kota Jakarta, Fariz mengantar para muridnya itu. Karena sudah hampir sore, dia tidak ingin Dhea dan Zhilla mendapat masalah karena pulang telat. Setelah mengantar Dhea dan Zhilla, Fariz melajukan kembali mobilnya. Jarak rumah Dhea dan Zhill ke rumah Nia memakan waktu sekitar 25 menit, Fariz pun menyuruh Nia untuk tidur selagi perjalanan menuju rumahnya.


"Kamu tidur aja! nanti setelah sampai rumah saya bangunin!" perintah Fariz.


"Enggak ah mas! entar mas apa-apain Nia pula! enggak..enggak.." tolak Nia.


Cowok kan gitu, kitanya di suruh tidur. Pas kita lengah langsung deh di apa-apain! hiii...ngerii...! Gumam Nia dalam hati sambil menatap ke arah Fariz dengan tatapan tajam.


"Emang saya cowok mesum apaA kalo saya punya niat gitu, saya akan menolak ketika kamu mengajak kedua temanmu tadi!" balas Fariz kesal karena di tuduh akan berbuat yang tidak-tidak oleh Nia.


"Ya bisa aja kan, buktinya kenapa baru sekarang mas nyuruh Nia tidur setelah mereka gak ada!" ucap Nia tak mau kalah.


"Astagfirullah Nia! seterah kamu ajalah!" Fariz memilih untuk mengalah, agar tak ada lagi perdebatan antara dirinya dan Nia.


"Terserah!" balas Nia.


Tak terasa saat saling berdebat mobil Fariz telah sampai di depan rumah Nia, Nia turun dari mobil dengan perasaan kesal yang diikuti oleh Fariz dari belakang.


"Nia tunggu!" panggil Fariz.


"Apa lagi sii mas?" langkah Nia terhenti.


"Maafin saya! saya gak ada maksud untuk berbuat yang tidak-tidak sama kamu!" jelas Fariz.

__ADS_1


"Sudahlah mas lupakan!" balas Nia kembali melanjutkan langkah memasuki rumahnya.


"Assalamualaikum! buu..yah..Nia pulang!" ucap Nia.


"Waalaikumussalam!" jawab bu Nurmala yang baru keluar dari kamarnya.


"Fariz mana?" tanya bu Nurmala.


"Koq ibu tau Nia sama mas Fariz?" tanya Nia heran.


"Iya tadi nak Fariz ijin sama ibu mau bawa kamu jalan-jalan sama Dhea dan Zhill juga!" jelas bu Nurmala.


"Oh gitu ya bu!" jawab Nia.


"mungkin masih di luar bu, biar Nia panggilin!" ujar Nia.


"Hm.." bu Nurmala mengangguk.


"Mas Fariz! maafin Nia ya udah nuduh mas yang enggak-enggak!" Nia tertunduk.


"sudahlah, jangan di bahas lagi ya!" sahut Fariz seraya mengelus puncak kepala Nia dengan lembut.


"Hm.." Nia mengangguk "mas di panggil ibu!" lanjut Nia.

__ADS_1


"Ah iya!" , "Ayok mas masuk!" ajak Nia.


Nia kembali masuk ke dalam rumahnya yang diikuti oleh Fariz dari belakang, setelah itu Fariz menyalami bu Nurmala.


"Nak Fariz! kira-kira tanggal berapa Nia UN?" tanya bu Nurmala.


"Di perkirakan tanggal 9-11 April tante!" jawab Fariz.


"Berarti sebentar lagi!" balas bu Nurmala.


"Emangnya kenapa bu?" tanya Nia heran.


"Setelah Ujian, kamu akan segera menikah dengan Fariz nak!" jawab bu Nurmala lembut.


"Ibuu..." mata Nia berkaca-kaca mendengar perkataan ibunya. Benar, sebentar lagi dia akan menikah dan akan berpisah dengan ayah ibunya.


"Nak Fariz! tolong jaga Nia dengan baik, hanya Nia lah harta berharga bagi kami!" ungkap bu Nurmala.


"Inshaallah saya akan menjaga Nia dengan sangat baik tante, kalian jangan khawatir setelah menikah tidak akan ada yang berubah dengan Nia. Dia akan tetap menjadi Nia seperti sekarang ini!" balas Fariz.


"Terimakasih nak Fariz!" sahut bu Nurmala.


Nia terharu mendengar 2 orang yang berada di dekatnya itu, betapa dia sangat di sayangi dan cintai. Ternyata benar pilihan sang ayah, jika saat itu dia menolak keras pilihan sang ayah dan menemukan laki-laki lain yang tidak di ketahui latar belakangnya entah itu baik atau buruk. Mungkin entah bagaimana kehidupannya kedepan.

__ADS_1


__ADS_2