Guru Itu Imamku!

Guru Itu Imamku!
Bakat Nia


__ADS_3

"Killer..killer gitu tapi itu kesayangan aku tau!" bela Nia saat ayahnya di bawa-bawa.


"Hehehe...iya iyaa..kesayangan lo banget itu mah! hhh" sambil menoleh ke Nia.


Tak terasa akhirnya mereka telah sampai di depan rumah Nia yang sederhana yang tidak begitu besar namun tidak kecil juga, terlihat sangat nyaman, tenang dan asri.


"Zhill..Makasih ya udah nganterin aku, Dhea..bye see you tomorrow guys!" berpamitan kepada 2 sahabatnya.


"iya Nia..sama-sama, bye see you too!" jawab Zhill dan Dhea bersamaan.


"Pak Min..makasih ya!" lanjut Nia berpamitan kepada supirnya Zhill.


"Iya Non sama-sama!" jawab pak Min.

__ADS_1


Nia pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah tak lupa menutup pintu mobil Zhill.


Sesampainya di dalam rumah :


"Assalamualaikum..ibu, ayah..Nia pulang!" namun tidak ada jawaban. Dari dapur keluar Bi Puji menyambut Nia.


"Waalaikumussalam, Non Nia sudah pulang?!" sambut bi Puji ART yang sudah lama ikut dengan keluarga Hendrawan. Dari pak Siddiq dan bu Nurmala baru memulai rumah tangga, bi Puji sudah ikut dengan mereka. Jadi sedikit banyaknya bi Puji sudah tahu tentang keluarga Hendrawan.


"Iya Non! tadi ibu dan bapak sebenarnya sudah pulang. Tapi mereka pergi lagi katanya ada meeting apa gitu bibi juga ndak faham." jawab bi Puji sedikit ragu, karena memang bi Puji tidak mengetahui sebenarnya kemana majikannya pergi.


"oh..gitu, yaudah bi..Nia ke kamar dulu ya!" berjalan menuju kamarnya meninggalkan bi Puji.


"Non, mau makan apa siang ini?" tanya bi Puji lagi.

__ADS_1


"Udah bibi ga usah repot urusin makan siang Nia ya, bibi lanjut kerjaan lain aja. Nia gampang koq" membalikkan badannya sambil mengedipkan 1 matanya kearah bi Puji.


"Ah..baik Non!" sambil menganggukan kepalanya.


Siddiq dan Mala berhasil mendidik Nia dengan sangat baik, bukan hanya dalam urusan pendidikan namun dalam berperilakupun mereka membuat Nia menjadi anak yang bertanggung jawab dan mandiri! Gumam bi Puji melihat hasil didikan pak Siddiq dan bu Nurmala kepada Nia.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Nia berpakaian rapi dan sopan. Walaupun dalam rumah, Nia tetap mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Dia memakai baju dan celana panjang namun santai, tak lupa mengenakan jilbab yang langsung pakai. Dan sedikit polesan bedak tipis dan lipbalm warna bibir aroma vanilla kesukaannya.


Nia berjalan keluar menuju dapur, dan mulai meracik bumbu-bumbu untuk dia olah. Nia meracik bumbu untuk membuat nasi goreng makanan favoritnya. Di mulai dengan menyiapkan nasi putih dengan porsinya lalu mengupas bawang dan mengirisnya menjadi irisan tipis-tipis, lalu memanaskan minyak goreng yang ada di wajan penggorengan. Lalu Nia menuangkan kecap dan saos sambal ke dalam porsi nasi yang sudah ia siapkan terdahulu, lalu mengaduknya menjadi satu. Setelah dirasanya minyak sudah panas, Nia memasukkan bawang dan menumisnya setelah tercium bau harum khas bawang, Nia memasukkan nasi yang sudah di campurnya dengan kecap dan sambal tadi ke dalam wajan. Tak lupa Nia memasukkan telur ke dalamnya dan di gorengnya bersama nasi tersebut.


Hmmm...harum banget baunya! aku jadi makin lapar! Gumam Nia yang sudah sangat lapar.


Setelah nasi gorengnya matang, nia menatanya di atas piring, dan menghiasnya dengan timun dan tomat. Terlihat sangat lezat (boleh di coba hehehe). Nia lalu menuju meja makan dan duduk siap untuk menyantap nasi goreng buatannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2