
Suara Adzan dari ponsel Fariz berbunyi dengan merdu. Fariz yang mendengarnya terlebih dahulu beringsut dari tidurnya, mengecup kening istrinya dengan sangat lembut.
"Sayang," panggil Fariz membangunkan wanitanya.
Nia menggeliat mendapati sentuhan dari Fariz. Ia mengerjapkan kelopak matanya beberapa kali, lalu mengucek-nguceknya.
"Bangun sayang. Kita Salat yuk!" ajak Fariz seraya menggendong Nia menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.
Usai melakukan peperangan romantis diatas ranjang, dua kekasih halal itu terkulai lemas hingga tertidur. Sampai tiba Adzan Subuh barulah terbangun, itupun Fariz yang terlebih dahulu bangun.
Setelah selesai mandi dan Salat, Fariz mengajak Nia untuk sarapan di restoran hotel. Hotel itu menyediakan berbagai menu sarapan, sehingga membuat Nia bingung sendiri untuk mengambilnya.
Mata Nia tertuju pada suatu wadah yang di dalamnya terdapat nasi goreng, makanan favorit Nia. Ia pun segera menyendokkan nya keatas piring dengan centong nasi, ia juga mengambil nugget ayam dan kerupuk sebagai lauknya. Tak lupa mengambil seporsi lagi untuk suaminya.
Saat Nia sedang berjalan menuju mejanya, dari arah kiri seorang pelayan menabraknya tidak sengaja.
Seketika dua piring yang dibawanya jatuh, sehingga membuat makanan tumpah berserakan dan untungnya piring tidak pecah karena lantai nya dialasi dengan karpet.
'Gedebug!'
"Aw!" jerit Nia "I'm sorry, Sir!" ungkap Nia.
Semua mata tertuju kepada asal suara, Fariz yang juga mendengar kericuhan itu ikut menoleh. Dengan segera ia berjalan kearah Nia.
"I'm sorry, Miss. I accidentally bumped into you." ucap pelayan itu seraya membungkuk.
"Kenapa, sayang?" tanya Fariz dengan raut wajahnya yang cemas.
"Pelayan ini nggak sengaja nabrak Nia, Mas. Jangan dimarahin ya!" ujar Nia.
"I'm sorry, Sir!" ungkap sang pelayan itu kembali.
"Next time please be more careful. I'm sorry too, maybe my wife isn't careful either." ungkap Fariz.
__ADS_1
"Thank you, Sir! I will replace for your food." ucapnya sopan lalu membersihkan makanan yang tumpah berserakan.
"Thank you!" ungkap Fariz lalu berjalan menuju mejanya kembali bersama Nia.
"Makasih dan maaf ya, Mas. Nia jadi malu-maluin mas!" ungkap Nia lirih, merasa bersalah atas kejadian tadi.
"Iya, nggak apa-apa sayang. Lain kali kamu juga harus hati-hati ya!" ucap Fariz mengacak pucuk kepala Nia.
Dari arah belakang datang seseorang, laki-laki mengenakan setelah jas berwarna navy dengan kemeja putih didalamnya. Tak lupa dengan dasi berwarna hitam dengan motif garis-garis.
"Excuse me, Sir!" panggil pria itu.
"Yes!" sahut Fariz lalu membalikkan tubuhnya.
Saat itu juga pria itu menyebut nama Fariz, lalu beralih menatap Nia dengan tatapan heran.
"Fariz!" panggil pria itu.
Mereka adalah sahabat sewaktu duduk dibangku SD hingga SMA. Namun, saat kuliah mereka berpisah, memilih jurusan masing-masing. Fariz memilih kuliah di Amerika, sedangkan Tomy di India.
Mereka berpelukan, layaknya dua pria yang sudah lama tak jumpa. Nia hanya tersenyum melihat kedua sahabat itu saling melepas rindunya.
"Ini siapa, Al?" tanya Tomy dengan menyebut nama kecil Fariz.
"Ah iya. Kenalin ini istriku, Nia namanya." ujar Fariz memperkenalkan Nia.
"Tomy!" mengulurkan tangannya.
"Nia!" ucap Nia menangkupkan kedua tangannya.
Tomy menarik kembali tangannya, agak sedikit malu karena tidak mendapat balasan jabatan tangan Nia.
"Maaf ya, Tom! Sebelum menikah, istriku udah terbiasa tidak bersentuhan dengan laki-laki lain. Apalagi setelah menikah denganku, dia semakin menjaga jarak dengan laki-laki lain selain aku!" jelas Fariz memberikan pengertian kepada Tomy.
__ADS_1
"Ah! Nggak apa-apa, Al. Bagus kalau begitu, pendidikan agama yang kamu dapat dan pelajari membuat kamu bisa mendidik istri dan anakmu kelak menjadi lebih baik kan. Aku salut sama kamu, Al!" Tutur Tomy seraya mengingat Fariz sangat kuat dalam agama.
"Terimakasih, Tom!" ungkap Fariz.
"Sama-sama, Al. Ah! Aku hampir lupa, pelayan akan mengganti menu sarapan spesial untuk kalian!"
"Terimakasih, Tom. Sungguh bagus sekali pengelolaanmu!" puji Fariz.
"Hehe, terimakasih, Al. Baiklah aku harus kembali, aku ada rapat pagi-pagi sekali. Setelah rapat mungkin kita bisa ngopi-ngopi di cafe milikku, Al." pamit Tomy serta mengajaknya bertemu kembali usai rapat.
"Baiklah, Tom." Fariz menyetujuinya.
"Bye!" Tomy pun berlalu meninggalkan restoran beserta Fariz dan Nia.
Usai berbincang, Tomy kembali ke ruangannya, Fariz dan Nia kembali ke mejanya. Hingga pelayan datang dan menyuguhkan hidangan spesial untuk sarapan mereka.
Setelah sarapan selesai, Fariz dan Nia kembali ke kamar. Bersiap-siap untuk jadwal hari ini, Nia mengajak Fariz untuk berjalan-jalan ke Menara Eiffel.
"Nia udah selesai, Mas!" ucap Nia dengan menunjukkan penampilannya yang sungguh manis dan cantik.
"Ayo kita, Go!" ujar Fariz dengan semangat.
Mereka kembali mengenakan kaos couple berwarna biru, dengan motif hati yang saling bertemu ketika mereka merapat serta terdapat huruf 'I' di baju Fariz, dan tulisan 'You' di baju Nia. Sehingga ketika mereka merapat, menjadi sebuah tulisan 'I Love You'.
>>>>>>>>>>
note :
I'm sorry, Miss. I accidentally bumped into you \= maafkan saya, nona. saya tidak sengaja menabrak anda.
Next time please be more careful. I'm sorry too, maybe my wife isn't careful either \= Lain kali harap lebih berhati-hati. Dan saya juga minta maaf, mungkin istri saya juga tidak hati-hati.
Thank you, Sir! I will replace for your food. \= terimakasih, tuan. saya akan mengganti makanan kalian*.
__ADS_1