
Benar saja, kabar tak sedap pun tersebar ke satu sekolah. Adriana adalah salah satu anggota OSIS, dengan mudahnya menyebar berita tentang kedekatan antara guru dan murid tersebut. Dan juga sebenarnya Adriana menyukai Fariz, saat Fariz baru menjadi guru di SMA Nusa Bangsa.
Adriana menyebarkan foto kemesraan antara Nia dan Fariz saat mereka sedang dalam ruangan Fariz tadi, sehingga membuat geger satu sekolah. Tidak menyangka dengan sikap Nia yang terlihat polos, namun di belakang sifatnya seperti wanita murahan. Dengan menggoda guru tampan itu.
Begitulah berita yang tersebar saat ini mengenai Nia dan Fariz.
Nia kembali ke kelasnya, beberapa temannya menatap Nia dengan sorotan mata merasa jijik setelah mendapat berita dan juga gambar Nia dan Fariz yang sedang bermesraan.
Lain hal dengan Zhill dan Dhea, mereka tidak dengan mudah menyalahkan Nia dengan kabar seperti itu. Mereka tau Nia tidak seperti yang sedang di kabarkan.
"Nia, ini beneran lo??" tanya Dhea dengan tatapan serius.
"Iya Nia, ini beneran kamu sama pak Fariz?" Zhill juga melontarkan pertanyaan yang sama dengan Dhea.
Nia menatap kedua sahabatnya dengan sendu, apa yang harus ia katakan kepada kedua sahabatnya itu. Nia terisak, kedua sahabatnya itupun memelulnya.
"Lo ada apa sih sebenarnya Nia? tiba2 kek abis kena samber, dateng2 mata sembab. Trus sekarang nangis!" khawatir Dhea.
__ADS_1
"Aku...." Nia tidak sempat menyelesaikan bicaranya, ayahnya pun muncul dengan tatapan penuh emosi.
"Alnia! ke ruangan saya sekarang juga!" ucap Pak Siddiq dengan penuh amarah.
Pak Siddiq pun mendapat gambar itu, dia murka dengan apa yang di perbuat oleh putri semata wayangnya itu. Ia tidak menyangka Nia akan melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan, apalagi di sekolah. Dia merasa malu, karena Nia adalah anaknya. Mau di taruh dimana mukanya saat ini?.
"Ayah gak nyangka dengan perbuatanmu Nia!" pak Siddiq membuka suara.
"Ayah...ini gak seperti berita yang tersebar, Nia...." ucapannya belum selesai sudah di potong oleh pak Siddiq.
"Ayah tidak mau tau, kamu secepatnya harus menikah dengan Fariz! ayah malu Nia, seorang anak wakil kepala sekolah berbuat seperti itu! kalian memang sudah bertunangan, tapi tidak sepatutnya melakukan hal seperti itu Nia!" tukas pak Siddiq.
"Tidak ada tapi-tapian!" sahut ayahnya.
"Sekarang kamu kembali ke jelas, kita bicarakan lagi di rumah!" ucap Hendrawan tegas.
"Baik yah." Nia membalikkan badannya, langkahnya tergontai meninggalkan ruangan Siddiq Hendrawan, ayahnya.
__ADS_1
Semua murid yang ada di koridor menatapnya dengan tatapan tidak suka, bahkan ada yang sengaja mengeraskan suaranya menjelek-jelekkan Nia secara terang-terangan.
"Huh! sok alim, tapi kelakuan lebih parah dari pada ***a***, dengan manfaatin mukanya yang cantik." sahut salah seorang siswi dari kelas lain.
Nia hanya menundukkan kepalanya, tanpa melihat ke sekelilingnya. Sampai tiba-tiba..
Brukk!
Nia terjatuh, dan murid-murid yang berada di koridor mengerumuni Nia.
"Wah jangan-jangan dia udah hamil juga!" celetuk salah seorang murid.
Fariz yang baru keluar dari ruangannya hendak menuju ruangan Siddiq, melihat kerumunan murid2nya.
"Ada apa ini!" sahut Fariz.
"Ada yang pingsan pak! hamil mungkin!" celetuk murid itu lagi.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Fariz sambil membuka jalan di kerumunan murid2.
"Nia!!" teriak Fariz lalu dengan sigap Fariz menggendong Nia menuju ruangan kesehatan yang ada di sebelah ruangan para guru.