
Setelah selesai memasak makanan untuk Nia, bu Nurmala menghampiri anak gadisnya itu dengan membawa sepiring nasi goreng kesukaan Nia dan duduk di sebrang Nia.
"Silahkan di makan tuan putrinya ibu!" ucap bu Nurmala.
"heem..baunya enak buk!" ujar Nia girang mendapat makanan kesukaannya.
"Tapi koq cuman satu buk? ibu gak makan?" lanjut Nia.
"Ibu udah kenyang nak! kamu makanlah!" jawabbu Nurmala.
"Beneran ibu udah makan?" tanya Nia lagi.
"Iya sayangnya Fariz!" goda bu Nurmala.
"aaa ibu...mas Fariz mulu!" pipi Nia merona.
"Maz Fariz mulu!" ejek bu Nurmala menirukan gaya bicara Nia "awas kalo nanti kamu tanya-tanya lagi tentang nak Fariz!?" lanjut bu Nurmala.
"Habisnya ibu buka kartu di depan mas Fariz, Nia kan jadinya malu buu..!" dengan muka cemberut.
__ADS_1
"iya..iya..ibu gak akan buka kartu lagi di depan Fariz! sudah, kamu lanjut makan ya. Ibu mau ke kamara" ucap bu Nurmala meninggal Nia di ruang makan.
"Ehem.." angguk Nia.
Nia pun makan dengan lahap, karena memang dia belum makan setelah pulang dari sekolah tadi. Selesai makan Nia berjalan menuju dapur dan mencuci piring bekas makanannya, lalu di taruh di rak piring. Setelah itu Nia menuju kamarnya, diraihnya ponsel dalam tas sekolahnya. Nia menanyakan kepada 2 sahabatnya melalui group chat, apakah ada tugas setelah dia di bawa pulang tadi siang,
"Guys! ada tugas?" tanya Nia
Gak ada! paling lo baca-baca aja deh buku sejarah, karena besok bu Susi ngadain quiz! jawab Dhea.
Iya Nia, kamu baca bab 9,10, dan 11. Rangkumannya kalo bisa! timpal Zhill
Nia pun mengambil buku sejaranya, membaca tiap bab yang di instruksikan oleh Zhill, sebenarnya Nia sudah hampir menguasai isi semua buku pelajarannya. Namun apa salahnya untuk mengulang untuk membacanya kembali.
Keesokan harinya,
"Anak-anak! siapkan kertas lembar kalian. Kita adakan quiz!" tiba-tiba bu Susi masuk ke dalam kelas dan memberikan quiz.
"buset! main nyelonong aje, gak salam gak apa! ckckck" bisik Dhea.
__ADS_1
"itu kan emakmu Dhe!" ejek Nia sambil berbisik.
"Emak gue dari mana? emak gue diem-diem bae dirumah!" balas Dhea masih berbisik.
"bu Susi itu emak kamu Dhe, sama-sama berisik kek petasan. Suka tiba-tiba, kek hantu. Wkwkwk" sahut Zhill ikutan berbisik.
Zhill dan Nia tertawa pelan, Dhea menyebikkan bibirnya seperti mulut bebek karena kesal di ejek oleh Zhill dan Nia. Namun Dhea tidak pernah marah karena dia tau sahabatnya itu hanya bercanda, selagi candaan mereka masih wajar dan tidak bawa-bawa orangtua.
Quiz pun di mulai, Nia mendapatkan nilai tertinggi. Dhea dan Zhill mendapat nilai yang sama, tapi di bawah Nia.
Nia memang anak yang pintar, itu semua di dapatnya karena rajin belajar. Dari kecil Nia sangat suka membaca, ikut les pelajaran dengan ghrunya. Dan tidak hanya akademik, les yang lainpun di ikutinya. Seperti mengaji, olahraga, dan banyak lagi. Dari kerajinannya itu, Nia mendapatkan berbagai piala. Mulai dari Juara 3, 2 hingga juara 1.
Bel pulang pun berbunyi, murid-murid keluar meninggalakan kelasnya. Begitu juga dengan Nia dan 2 sahabatnya. Saat mereka melewati koridor sekolah, Adriana menghampiri 3 dara itu dan berdiri di hadapan Nia.
"Maafin gue ya! udah nyebar berita yang enggak-enggak tentang lo dan pak Fariz!" ucap Adriana dengan memohon.
"Gak semuanya salah kamu! kalo kamu tau tentang hubungan aku sama pak Fariz, pasti kamu gak akan nyebar berita itu kan!" balas Nia lembut lalu tersenyum.
"Hem..makasih ya!" ujar Adriana seraya membalas senyuman Nia lalu menjabat tangan Nia. Nia pun membalas jabat tangan Adriana.
__ADS_1