
Jam pelajaran pun usai, semua murid berhamburan keluar kelas. Ada juga yang hanya diam dalam kelas, sama seperti Nia dan dua sahabatnya. Zhilla dan Dhea menyerbunya dengan ribuan pertanyaan, Nia menutup kuping agar tidak mendengar pertanyaan konyol sahabat-sahabatnya itu.
"Alnia Hendrawan, anak kesayangannya bapak guru Siddiq Hendrawan..apakah benar anda bertunangan dengan pak Fariz Suhendar? apakah benar anda akan menikah dengannya? kapan anda melaksanakan pertunangan itu? dan kapan pula kalian akan menikah?...." Zhill terus bertanya dengan gaya layaknya seorang reporter sedang mewawancarai.
Dhea pun sama, bertingkah layaknya seorang kameramen yang siap merekam ucapan Nia dan Zhilla.
"Silahkan di jawab mbak Alnia Hendrawan!" sahut Dhea sambil merekam dengan ponselnya itu.
Nia terus menutup telinganya, namun kedua sahabatnya tidak habis pikir untuk membuat Nia membuka suara soal pertunangannya.
"Sst..Zhill, gelitikin aja noh pinggangnya. Kelemahan dia kan di pinggang!" bisik Dhea pada Zhilla.
Zhill manggut-manggut mendengar bisikan Dhea agar menggelitik Nia, sehingga Nia melepaskan tangannya dari telinganya.
"ahahhaha...geli tauuuu Zhill..Dheaaa....hahhahahha" tawa Nia pecah ketika dia di gelitikin oleh dua sahabatnya itu.
Dhea dan Zhilla tidak henti-hentinya menghujani Nia dengan gelitikan di pinggangnya. Nia pun minta ampun, dia akan menceritakannya.
"Ahahhaa...iya..iyaa...ampun...aku ceritain, tapi udah gelitikinnya..ahahha" sambil menepis tangan-tangan jahil dua sahabatnya.
"Janji ya Lo Nia?!" balas Dhea.
"Iyaaa...udah jangan gelitikin lagi!" sahut Nia.
Zhilla dan Dhea pun menghentikan gelitikan mereka, Nia mulai membuka suaranya soal pertunangan.
"Sebenernya...." belum lagi Nia selesai bicara, Fariz datang memanggil Nia.
tok..tok..tok...
__ADS_1
"Alnia Hendrawan!" panggil Fariz.
Semua yang ada dalam kelas menatap Fariz dan beralih ke Nia.
"Sa.saya ma..em pak!" jawab Nia terbata-bata.
"Ke ruangan saya sebentar!" ajak Fariz.
"B.baik pak!" jawab Nia.
"Aku ke ruangan pak Fariz dulu!" ucap Nia sambil berdiri, lalu berjalan meninggalkan Zhill dan Dhea.
"Ciee..ciee..!" sahut Zhilla dan Dhea bersamaan menggoda Nia.
Nia tak menghiraukan sahutan dari Zhill dan Dhea, dia berlalu meninggalkan kelas menuju ruangan Fariz. Ya, Fariz memiliki ruangan sendiri di sekolah itu.
Sesampainya di depan pintu ruangan Fariz,
Tok..tok..tok..
"Masuk!" terdengar suara Fariz menyuruh Nia masuk.
"Assalamualaikum pak!" ucap Nia.
"Waalaikumussalam! Silahkan duduk." perintah Fariz sambil menunjuk bangku yang ada di hadapannya.
Nia mendekati bangku yang di tunjuk oleh Fariz.
"Ada apa bapak manggil saya?" tanya Nia.
__ADS_1
"Kamu tolong bantu saya untuk mengoreksi dan hasil laporan tugas teman-temanmu!" ucap Fariz sambil menyodorkan map berisi tugas anak muridnya.
"Saya dapet apa kalau bantuin bapak?" tanya Nia sambil meraih map yang di sodorkan oleh Fariz.
Fariz menaikkan satu alisnya, baru kali ini ada murid yang berani menanyakan imbalan kalau membantunya, dan murid itu adalah tunangannya sendiri.
"Tumben!" sahut Fariz lalu mengalihkan pandangannya ke laptopnya.
"Tumben? maksud bapak?" tanya Nia.
"Tumben ada murid yang minta imbalan kalau mau bantuin saya, dan orang itu tunangan saya sendiri!" jawab Fariz datar tanpa menoleh ke arah Nia.
"Hehehee..ya kan untuk melakukan semua ini membutuhkan tenaga pak! lagipula saya nggak minta imbalan yang berlebihan koq! janji deh.." sahut Nia sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Ok! apa imbalan yang kamu mau?" Fariz pun mengalihkan pandangannya ke Nia.
"Saya mau bapak batalin pernikahan kita ya.." ucap Nia sambil senyum pepsodent.
Fariz memandanginya sesaat, raut wajahnya datar ketika mendengar Nia memintanya untuk membatalkan pernikahan mereka.
"Napa tiba-tiba jadi dingin amat yak!" sahut Nia sambil memeluk dirinya sendiri.
"Untuk masalah itu,..maaf, saya tidak bisa penuhi!" ucap Fariz tegas.
Wahh ni orang, gak bisa di ajak kompromi apa? batin Nia.
"Yasudah pak, maaf Nia juga gak bisa bantuin bapak!" menaruh berkas-berkas ke atas meja Fariz.
"Ok! nilai kamu saya bikin rendah serendah rendahnya!" ancam Fariz.
__ADS_1
Nia melototkan matanya, mulutnya terbuka mendengar ancaman dari Fariz. Bari kali ini dia memiliki guru yang killer plus plus, di tambah lagi dia akan hidup berdampingan dengan gurunya itu.