Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 10 HSM


__ADS_3

Bradley Timothy mengerang kesal karena sungguh tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja. Entah kenapa akhir-akhir ini ia selalu membayangkan wajah polos Valerie Dominguez.


Ada perasaan aneh dan asing saat mengingat perempuan yang sedang mengandung putranya itu. Ada rasa rindu untuk bertemu tetapi ia tidak ingin mengakuinya.


"Aku yakin ini hanya obsesi sesaat saja. Aaaargh!" pria itu meremas rambutnya kesal.


"Cassandra lebih hebat, Cassandra lebih cantik, dan Cassandra lebih lezat. Camkan itu Bradley!" ujarnya berulang-ulang untuk menyugesti dirinya ketika ia membayangkan bagaimana Valerie memberikan rasa yang luar biasa padanya saat pertemuan mereka berdua.


"Perempuan itu hanya kamu bayar dengan sangat mahal untuk melahirkan saja. Jadi jangan pernah berpikir macam-macam, okey?!" pria itu menatap dirinya di depan cermin untuk memberinya kekuatan agar menolak perasaan asing yang ia rasakan pada perempuan itu.


"Cassandra hari ini akan pulang dan aku bisa melakukan apa saja pada kekasih yang aku cintai itu. Sabar Bradley. Cassandra pasti akan memberikanmu kepuasan." bibirnya kembali tersenyum senang.


"Aku merindukanmu Cassandra." bisiknya dengan hati berbunga-bunga.


Pria itu pun berangkat ke Perusahaannya dengan langkah ringan. Ia benar-benar merindukan kekasihnya saat ini juga.


🍀


Di Rumah Sakit.


Valerie Dominguez menciumi wajah ibunya yang sebentar lagi akan melakukan kemoterapi yang menurut dokter adalah yang terakhir kalinya.


"Nyonya Dominguez, sepertinya tindakan kemoterapi ini tidak bisa kita lakukan." ujar sang dokter setelah melakukan banyak pemeriksaan pada tubuh tua dan ringkih Julia Dominguez.


"Memangnya kenapa dokter? apa ada hal buruk?" tanya Valerie dengan perasaan was-was.


"Kondisi tubuh ibu anda sekarang ini sedang tidak fit. Tekanan darahnya sangat rendah dan jantungnya pun kian melemah. Kami tidak boleh melakukan tindakan ini jika pasien sedang tidak sehat."


"Oh," Valerie Dominguez menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Air mata kembali meleleh dipelupuk matanya.


"Terimakasih banyak dokter. Kalau begitu biarkan ibu dirawat di tempat ini sampai sembuh. Aku tidak akan tega kalau ibu akan kemoterapi lagi." Valerie berusaha tersenyum kemudian meninggalkan sang dokter.


Saat ini ia tidak akan kemana-mana. Ia hanya ingin bersama dengan ibunya tercinta.


"Ibu, apa yang kamu rasakan?" tanya Valerie sembari mengelus lembut kepala ibunya yang sudah tidak berambut sama sekali.


"Tubuhku sangat sakit Val. Ibu rasa waktu kita bersama tidak akan lama lagi nak. Maafkan ibumu ini ya?"

__ADS_1


"Ibu, jangan pernah mengatakan hal seperti itu. Aku akan sedih sekali mendengarnya." Valerie mencium pipi tirus sang ibu lelehan cairan bening dari kelopak mata Ibunya.


"Hanya engkau yang aku punya ibu, bahkan anak yang ada di dalam kandunganku ini sebentar lagi akan meninggalkan aku juga hiks." akhirnya rasa sedih yang selama ini ia simpan, kini ia keluarkan juga.


"Jangan pergi ya, kita akan hidup bersama selamanya." lanjutnya kemudian mengelus tangan keriput sang ibu.


"Val, ibu yakin kamu akan bahagia tanpa ibu nak. Putramu pasti akan jadi milikmu." Julia menyentuh perut besar putrinya dengan penuh kasih.


"Ibu akan ada di sini dan melihatnya lahir. Iyyakan?" Julia mengangguk kemudian menutup matanya.. Nampak sekali kalau tubuh ringkih itu sedang sangat lelah.


"Baiklah ibu, tidurlah. Aku akan ke kantin dulu. Ada beberapa barang yang ingin aku beli." ujar Valerie pada sang ibu. Ia merasa sangat lapar saat ini. Maklumlah bayi laki-laki yang ada di dalam kandungannya itu sudah sangat aktif dan juga membutuhkan nutrisi yang sangat banyak.


"Pergilah dan hati-hati." Julia sekali lagi meraih tangan putrinya dan menciumnya seolah-olah pertemuan itu adalah yang terakhir kalinya.


"Aku cuma sebentar ibu, aku tidak akan lama."


"Iya sayang." Julia melepaskan tangan putrinya dengan sangat berat hati kemudian menutup matanya.


Perempuan tua itu perlu tidur untuk mengistirahatkan tubuh ringkihnya. Tak lama kemudian ia pun jatuh tertidur dikarenakan obat anti nyeri dan juga penenang yang sudah bereaksi di dalam tubuhnya.


Valerie tersenyum lembut dan kembali mengecup kening sang ibu.


Huuuft Aaaaaa


"Sabar sayangku, kita akan makan yang enak di sini." ucapnya sembari mengelus lembut perutnya.


Perempuan itu tersenyum cerah kemudian melanjutkan langkahnya ke lantai dasar Rumah Sakit itu. Tubuhnya yang sudah gemetar karena lapar langsung menuju etalase di Kantin itu.


Air liurnya benar-benar ingin tumpah karena merasa sangat lapar. Sudah sebulan ini nafsu makannya sangat baik hingga membuat tubuhnya nampak segar dan sangat cantik.


Aura kehamilan yang ditampilkannya benar-benar sangat memancar hingga banyak perempuan dan bahkan laki-laki merasa dimanjakan dengan keberadaannya di kantin itu.


Bradley Timothy yang ternyata ada di tempat itu berada dengan Cassandra sang kekasih tak lepas menatap wajah istrinya itu yang sedang memakan makanannya dengan sangat lahap.


Dadanya kembali berdebar-debar memandang Valerie Dominguez yang sangat cantik saat itu. Ingin ia menghampiri perempuan itu tetapi ia menyadari kalau ada Cassandra di sini.


"Bradley sayangku. Aku tidak percaya kalau aku akan mengatakan ini padamu." ucap Cassandra sembari meraih tangan pria itu di atas meja.

__ADS_1


"Katakan Cassandra, apa itu?" tanya pria itu sembari menatap wajah kekasih yang sudah lama dirindukannya itu.


"Kamu ingin anak dariku kan sayangku?" tanya Cassandra dengan tatapan mata tak lepas dari mata abu-abu milik Bradley Timothy.


"Ya tentu saja, aku sering meminta itu darimu 'kan?" pria itu balik bertanya dengan senyum diwajahnya.


"Aku sekarang hamil anakmu Bradley, anak kita sayang." Cassandra membawa tangan besar pria itu kebawah meja. Ke perutnya yang sudah sangat besar. Ia baru saja memeriksakan kandungannya itu di Rumah sakit dan berakhir membuat janji dengan Bradley Timothy di tempat itu.


Wajah pria itu berubah warna. Ia memandang tangannya yang sedang berada di atas permukaan perut perempuan yang sangat dicintainya itu.


"Benarkah sayangku? tapi bukankah selama ini kamu tidak ingin hamil untuk sementara waktu?"


"Tapi inilah yang terjadi Bradley. Kontrak itu terpaksa aku batalkan. Karena bagian dari dirimu sudah tumbuh di dalam sini sayang."


"Oh."


"Kamu tidak bahagia Bradley? bukankah ini yang sangat engkau harapkan sampai aku tidak menggugurkannya?"


"Aku bahagia sayangku, aku sangat bahagia." jawab pria itu dengan perasaan campur aduk. Cassandra langsung memeluk dan menciumnya didepan semua orang.


Hingga perhatian beberapa orang tertuju pada mereka berdua termasuk Valerie Dominguez yang sudah berhasil menghabiskan semua makanannya.


Cekrek


Cekrek


Bunyi jepretan kamera dan juga lampu Blitz mengarah kepada mereka berdua. Pasangan fenomenal yang sudah terkenal di New York itu langsung menarik perhatian para pencari berita.


"Aku mengandung keturunan Timothy!" jawab Cassandra dengan senyum cerah diwajahnya saat menghadapi pertanyaan wartawan yang menanyakan kondisinya saat ini.


"Dan kami akan segera menikah." lanjut Model cantik itu dengan penuh percaya diri.


🍀


* Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2