Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 23 HSM


__ADS_3

Valerie Dominguez terbangun dari tidurnya saat merasakan bagian pinggang belakangnya begitu nyeri. Ia berusaha menarik nafas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya.


"Aaaaargh," perempuan itu menggeliat pelan dengan mengerang sakit. Bradley Timothy yang sedang memeluknya ikut terbangun dan mendapati sang istri sedang tidak baik-baik saja.


"Valerie, ada apa?" tanya pria itu dengan wajah khawatir. Ia mulai membuka selimut yang menutupi tubuh polos istrinya itu kemudian memeriksa bagian bawah perut isterinya yang baru saja ia kunjungi itu.


Tangan Valerie selalu berada disana dan meringis kesakitan sehingga Bradley merasa itu semua terjadi karena perbuatannya.


"Aaaaargh sakit sekali Tuan. Rasanya pinggangku akan patah dan ini juga sangat sakit." perempuan itu semakin mengerang kesakitan.


"Aku akan membawamu ke Rumah Sakit. Maafkan aku ya Val, aku pasti membuatku tidak nyaman." ujar Bradley kemudian segera turun dari ranjangnya. Ia mencari pakaian istrinya yang sudah ia lepaskan tadi dan memakaikannya dengan asal.


"Val, kamu berdarah sayang." Bradley Timothy semakin khawatir melihat darah segar mengucur dari pangkal paha perempuan yang sedang ia gendong itu.


"Aaaaargh, sakit sekali Tuan. Aku tidak kuat lagi..." Valerie Dominguez mendesis karena semakin merasakan sakit yang teramat pada tubuh bagian bawahnya.


"Bertahan Val, kita akan segera ke Rumah Sakit." pria itu segera keluar dari kamarnya dan memasuki sebuah kotak besi yang merupakan lift untuk membawanya ke lantai dasar.


"Jackson!" teriaknya dengan suara bergetar takut. Darah semakin banyak memenuhi tangannya. Bahkan sudah nampak berceceran di lantai marmer di dalam mansion itu.


"Siapkan mobil dan kita akan ke rumah sakit!" titah Bradley Timothy pada asistennya yang sudah berada di hadapannya bersama dengan seorang gadis yang pria itu kenal sebagai asisten Cassandra.


"Baik tuan!" jawab Jackson Thomson dan segera berlari keluar Mansion untuk mengambil mobil. Bradley Timothy dengan langkah cepat menggendong tubuh istrinya yang nampak sangat kesakitan itu. Entah tenaga apa yang dia punya sampai bisa mengangkat perempuan hamil itu sampai di pintu depan.


"Aku akan membawa perlengkapan nyonya dan akan menyusul Tuan!" ujar Pretty Stewart sembari berlari ke arah kamar pribadi Valerie Dominguez untuk mengambil sebuah tas yang berisi perlengkapan bayi yang sudah disiapkan oleh perempuan cantik itu.


"Aaaaargh, sakit sekali Tuan." kembali suara erangan Valerie kedengaran di dalam mobil itu.


"Sabar, sayangku sebentar lagi kita sampai." hibur sang suami sembari mengelus lembut punggung istrinya yang sudah dipenuhi keringat.


Valerie tersenyum meringis diantara belaian tangan Bradley Timoty. Ia yakin kalau sebentar lagi akan melahirkan dan tugasnya selesai.


Kendaraan yang mereka tumpangi terus bergerak menuju Rumah Sakit dengan kepanikan seorang Bradley Timothy. Pria itu terus menerus menghubungi pihak Rumah sakit agar menjemput kedatangannya bersama sang istri dengan dokter spesialis yang sudah standby.


"Kita sudah sampai Tuan," ujar Jackson Thomson sembari menghentikan kendaraannya pas di depan pintu ruang Emergency Room.

__ADS_1


Beberapa tenaga medis sudah siap disana bersama brangkar dan alat kesehatan lainnya.


Bradley Timothy mengangkat tubuh istrinya ke atas brangkar itu dan memastikan semua dokter terbaik sudah ada disana.


"Kami dari tim dokter terbaik Rumah Sakit ini akan memastikan istri anda melahirkan dengan nyaman," ujar seorang dokter perempuan dihadapan pria itu agar Bradley Timothy berhenti khawatir.


"Okey, periksa cepat istriku dan pastikan semuanya selamat."


"Baik Tuan." jawab sang dokter dan segera meninggalkan tempat itu dan memasuki ruangan tindakan untuk pasien yang akan melahirkan.


"Ganti pakaian anda terlebih dahulu Tuan," ujar Jackson Thomson sembari memerhatikan keadaan Bradley Timothy yang sangat kacau dihadapannya. Kemeja dan celana bahan yang dipakai cucu orang terkaya di New York itu sudah penuh dengan darah sang istri.


"Baiklah Jack. Tapi aku tidak ingin berada jauh dari tempat ini." Bradley Timothy ikut memperhatikan kondisinya saat ini yang sangat jauh dari kata rapih.


"Aku akan mengambilkan pakaian anda di mobil dan anda bisa menggantinya di Toilet Rumah Sakit ini Tuan."


"Terserah padamu Jack. Lakukan saja yang terbaik." sang asisten pun segera beranjak dari tempat itu menuju ke Tempat Parkir.


"Tuan, bagaimana keadaan Nyonya muda?" tanya Pretty Stewart yang baru turun dari kendaraannya sembari menurunkan beberapa perlengkapan untuk ibu melahirkan.


"Baiklah, aku masuk duluan."


"Hem." jawab Jackson Thomson singkat sembari membuka pintu mobilnya sendiri dan mencari persediaan pakaian Tuannya yang selalu ia bawa kemana-mana.


Setelah mendapatkan pakaian itu, ia segera masuk kembali ke Rumah Sakit untuk menyerahkannya pada Bradley Timothy.


"Ini tuan, anda bisa mengganti pakaian anda sekarang."


"Terimakasih banyak Jack dan tetaplah disini mendengarkan dan memantau perkembangan di dalam ruang persalinan."


"Baik Tuan." jawab Jackson Thomson dengan senyum diwajahnya. Bradley Timothy pun meninggalkan tempat itu dengan terpaksa.


Pria itu rasanya tak rela pergi dari sana meskipun sejenak. Bayangan darah yang keluar sangat banyak dari perempuan yang mengandung putranya itu membuatnya sangat takut.


Jackson Thomson dan Pretty Stewart mondar-mandir di depan ruangan tindakan untuk persalinan itu dengan wajah dan perasaan yang sama, yaitu khawatir.

__ADS_1


.


Sementara itu didalam sana, Valerie Dominguez sedang berjuang dengan sekuat tenaga untuk melahirkan seorang bayi yang pada akhirnya akan ia tinggalkan itu.


"Aaaaargh!"


"Oeeeek Oeeeek Oeeeek,"


"Bayinya sudah lahir. Puji Tuhan, keadaannya sangat sehat." ujar seorang perawat yang membantu perempuan itu melahirkan.


"Bagaimana dengan ibunya?" tanya dokter kandungan yang juga berada di dalam sana.


"Puji Tuhan Dokter, ibunya juga sehat." jawab sang perawat dengan senyum diwajahnya. Ia sedang memandang wajah nyonya Timoty itu yang juga sedang tersenyum.


"Berikan putraku padaku, aku ingin sekali melihatnya." tangan Valerie ia angkat untuk meraih bayi laki-laki yang masih berkulit merah itu.


"Silahkan Nyonya dan hati-hati." Senyum merekah terbit dibibir Valerie. Perempuan itu terus menciumi permukaan wajah bayi mungilnya. Tak terasa air matanya mengalir karena perasaan sesak di dalam dadanya.


"Kami akan mengambil lagi bayi anda Nyonya. Dan anda akan kami bersihkan." Valerie melepaskan bayi itu dengan berat hati. Hatinya bagaikan diremas-remas karena sedih.


"Apakah anda merasakan sakit Nyonya? kenapa anda menangis?" tanya sang perawat saat melihat air mata terus saja mengalir dari kelopak mata perempuan yang baru saja melahirkan itu.


"Tidak. Aku hanya merasa sangat bahagia karena aku sudah berhasil melakukan tugas menjadi seorang ibu."


"Iya Nyonya, selamat ya, Bayi anda sangat tampan seperti Daddynya." Valerie Dominguez tersenyum kemudian menyusut airmatanya.


Saat ini ia harus kuat dan sehat untuk segera pergi meninggalkan bayi itu untuk Bradley Timothy sebelum ia disuruh pergi.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya.


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2