Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 56 HSM


__ADS_3

"Silahkan duduk Criss." Diana mempersilahkan tamunya itu untuk duduk kemudian menemaninya mengobrol dengan mengabaikan gerutuan Ashley Cole di sampingnya.


"Woah jadi kamu akan segera menjadi seorang ayah Criss?" tanya Diana dengan ekspresi bahagia diwajahnya ketika Crisstoffer menceritakan kalau istrinya sekarang sedang hamil.


"Iya bibi, istriku Nikita sedang mengandung bayi kembar." jawab Crisstoffer Anderson seraya membayangkan wajah istrinya yang sangat cantik itu. Diana tersenyum kemudian menatap wajah putranya.


"Itu sangat menggembirakan Criss. Ibu juga pernah hamil anak kembar tetapi mengalami pendarahan ketika usianya 2 bulan." Crisstoffer dan Jackson menatap Diana dengan tatapan simpati.


"Aku tidak pernah mendengar hal itu Ibu." timpal Jackson seraya mendekati tempat duduk ibunya. Pria itu menyentuh bahu perempuan itu dan mengelusnya lembut.


"Mereka adalah adik-adikmu Jack. Dan setelah kejadian itu ibu sudah trauma untuk melahirkan." jelas Diana dengan perasaan sedih. Tetapi kemudian wajahnya berubah cerah dan menatap putra semata wayangnya.


"Jack, kurasa ibu juga sudah sangat ingin menimang cucu darimu. Berikan ibu cucu kembar yang lucu-lucu sebagai pengganti adik-adikmu." ujar Diana dengan mata berbinar.


Usia seperti dirinya sudah sangat merindukan bermain dengan seorang anak kecil dari keturunan putra satu-satunya.


"Jangan khawatir ibu, setelah semua urusan pekerjaan ini selesai aku pasti akan membuatkan cucu yang sangat menggemaskan untukmu." jawab Jackson Thompson tersenyum seraya membayangkan wajah Pretty Stewart sedang mengandung anak-anaknya.


Ashley Cole langsung mendelik kesal. Gadis itu rupanya masih sangat berharap pada pria yang bernama Jackson Thompson itu untuk menjadikannya seorang istri.


Crisstoffer Anderson dan Diana saling berpandangan kemudian tertawa bersama.


"Semoga saja istrimu tidak marah pada kami Jack." ujar Diana dengan wajah berubah sendu. Perempuan itu meraih tangan putranya kemudian berucap,


"Bawa Ibu untuk menemuinya. Ibu ingin meminta maaf atas kesalahan ayahmu dan juga kesalahan ibu."


"Iya ibu, aku sangat yakin kalau Prettyku pasti akan memaafkan kalian. Ia gadis yang baik hati."


"Lalu bagaimana dengan aku bibi? kalian dulu memisahkan Jack dan aku saat kami berdua sangat dekat." protes Ashley Cole yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari tiga pasang mata yang ada di dalam ruangan itu.


"Ashley, apa yang pernah kita lalui dulu hanyalah hubungan sebatas sahabat saja. Sebuah perasaan dua anak remaja yang belum begitu kuat. Dan itu beda dengan perasaanku pada istriku. Karena aku sangat mencintainya." jelas Jackson Thompson dengan nada tenang.


"Ini karena Tuan Thompson yang memisahkan kita. Kalau tidak, mungkin kita sudah lama hidup bersama dan punya keluarga kecil seperti Criss."

__ADS_1


"Bukan kesalahan Tuan Thompson Ashley, tetapi karena kamu memang bukan jodohnya Jackson. Jadi mulai sekarang bukalah hatimu untuk orang lain." ujar Crisstoffer Anderson tersenyum. Pria itu memandang Ashley Cole yang hanya menunduk.


Gadis itu mengepalkan tangannya dibawah meja. Jackson Thompson yang sekarang lebih tampan daripada beberapa tahun yang sepertinya tak bisa ia miliki lagi. Tak ada perasaan apa pun yang tersisa untuk dirinya di dalam hati pria itu.


Akhirnya ia berpamitan dengan wajah yang ditekuk kecewa. Mulai saat ini perasaannya yang mendalam harus ia buang jauh-jauh. Waktunya yang ia habiskan memikirkan pria itu terasa sia-sia saja.


Jackson Thompson menatap kepergian gadis itu dengan senyum diwajahnya. Ia kembali mengalihkan pandangannya kearah ibunya yang juga sedang menatapnya.


"Apa rencanamu sekarang Jack? apakah kamu ingin kembali ke New York?" Jackson Thompson tidak menjawab tetapi malah menatap Crisstoffer Anderson.


"Pergilah. Perusahaan ayahmu sudah aman. Dan aku yakin tikus-tikus yang lain pastinya sudah takut melihat Jefrey McLaren sudah tertangkap."


"Aku harap begitu Criss."


"Yakinlah semuanya pasti akan baik-baik saja, Jack." tegas Crisstoffer Anderson seraya berdiri dari duduknya. Ia sudah berniat untuk berangkat ke Moskow saat itu juga. Berada jauh dari istrinya yang sedang hamil tua membuatnya sering was-was.


"Hey mau kemana lagi duduklah dulu." tegur Jackson seraya menarik tangan sahabatnya itu. Rasanya ia masih sangat ingin bercakap-cakap lebih banyak dengan pria itu.


"Aku ingin pulang Jack. Sudah hampir sepekan aku berada di negara ini. Dan ya aku sangat merindukan istriku."


"Iya Jack. Urusanmu dan urusanku telah selesai dan juga Nikita hampir melahirkan. Aku ingin berada disampingnya di saat hal itu tiba."


"Oh ya ampun, baru saja Tuan Bradley Timothy memberiku pesan kalau istrinya juga sudah melahirkan anak kedua."


"Benarkah Jack?" timpal Diana ikut bergabung dalam percakapan dua pria muda itu.


"Iya ibu."


"Kalau begitu bawa ibu Ke New York ya Jack. Ibu ingin mengucapkan selamat untuk cucu kedua dari David Timothy itu." Jackson Thompson tersenyum. Hatinya gembira luar biasa.


Ibunya ingin berangkat ke New York bersamanya membuatnya tidak was-was lagi kalau harus meninggalkan perempuan itu di negara ini.


"Baiklah ibu, sekarang bersiaplah karena hari ini juga kita akan ke New York." ujar Jackson Thompson dengan senyum lebar diwajahnya. Hatinya berdebar kencang karena sebentar lagi akan bertemu dengan istrinya tercinta.

__ADS_1


"Aku akan berangkat lebih dulu ke Bandara bibi. Karena aku harus check in satu jam lagi." ujar Crisstoffer Anderson sembari berpamitan pada dua orang ibu dan anak itu.


"Ah iya Criss. Terimakasih banyak. Dan sampai jumpa dilain waktu. Salam buat Nikita." ujar Jackson Thompson kemudian mengantar sahabatnya itu ke depan pintu.


🍀


Jackson Thompson menatap Mansion mewah milik keluarga Timothy dengan perasaan campur aduk. Ada rasa haru, rindu dan bahagia yang ia rasakan ketika mengunjungi kembali tempat ini.


Selama puluhan tahun bekerja pada keluarga itu ia belum pernah meninggalkan Mansion itu selama berbulan-bulan seperti ini.


"Masuklah ibu, semua orang pasti sudah menunggumu. Aku sudah memberi kabar pada Tuan Timothy." ujar Jackson Thompson seraya mempersilahkan ibunya memasuki pintu utama di Mansion itu.


Para pelayan menyambutnya dengan hormat. Mereka berdua dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan di dalam Mansion itu karena semua anggota keluarga Timoty sedang berkumpul di sana.


"Selamat datang bibi." sapa Bradley Timothy seraya meraih tubuh Diana Thompson kedalam pelukannya.


"Terima kasih banyak atas sambutanmu Bradley, aku sungguh ingin berjumpa dengan istri dan anak-anakmu." ujar Diana seraya menatap seorang perempuan cantik sedang memangku bayi mungil.


"Silahkan bibi. Valerie juga sudah lama ingin bertemu denganmu." ujar Bradley seraya mengantar Diana Thompson kepada isterinya.


Sementara itu Jackson Thompson memandang kesekeliling ruangan mencari keberadaan Pretty Stewart sang istri tetapi tidak ia temukan.


"Kamu sedang mencari seseorang?" tanya Bradley Timothy dengan tatapan tanya.


"Dimana Pretty Tuan? kenapa aku tidak melihatnya padahal semua orang ada disini." Bradley Timothy tersenyum kemudian menjawab.


"Ia sedang tidak enak badan. Dan sedang berada di kamarnya. Ia juga..."


Jackson Thompson sudah tidak ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Bradley Timothy. Dengan berlari ia langsung menuju kamar istrinya itu. Rasa khawatirnya begitu menumpuk di dalam Hatinya.


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2