Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 13 HSM


__ADS_3

Mily berdiri gemetar di depan pintu unit apartemen itu. Air mata terus menetes dari kelopak matanya karena takut.


Suara barang-barang jatuh dan pecah sangat kedengaran dari dalam unit apartemen yang ia tempati bersama Nyonya muda Timothy beberapa bulan ini.


Brakk


Prang


Bradley Timothy melempar semua barang yang ada di dalam unit apartemen itu hingga menimbulkan kekacauan yang teramat sangat di dalam sana.


Tangan pria itu bahkan sudah berdarah karena telah memukul meja kaca tempat beberapa barang yang pernah dibelikannya untuk istrinya dikembalikan di sana. Semuanya, tanpa terkecuali. Uang juga hanya kurang beberapa saja. Selebihnya semuanya utuh.


"Aaaaargh Valerie! kamu berani membawa lari putraku!" geramnya dengan emosi yang sudah memuncak.


Prang


"Kamu akan aku penjarakan. Camkan itu!" teriaknya sambil melempar kembali semua benda yang ada di sekitarnya.


"Tuan, kendalikan dirimu!" seru Jackson Thomson seraya meraih tangan cucu David Timothy itu agar tidak lagi memukul kaca yang ada di hadapannya. Tangannya sudah penuh dengan darah begitupun lantai apartemen itu.


"Mily, bawakan kotak P3K kemari!" titah Jackson Thomson pada gadis pelayan itu.


"Baik tuan." gadis itu langsung berlari ke arah kamar utama dimana ruangan itu sudah sangat kacau karena telah dihancurkan oleh Bradley Timothy.


"Ini tuan," ujar Mily sembari menyerahkan kotak yang berisi obat-obatan kepada sang asisten tuan muda Timothy.


"Tuan, maafkan saya. Nyonya sengaja menyuruh saya untuk berbelanja karena ia ingin pergi meninggalkan tempat ini." lanjutnya sembari menyusut airmatanya penuh ketakutan.


Gadis itu sampai bersujud di depan tuannya dan meminta untuk mendapatkan hukuman.

__ADS_1


"Hukum saya saja tuan. Saya tidak becus merawat nyonya huaaa." Mily terus menerus menangis. Jackson Thomson hanya bisa menarik nafas dalam-dalam dengan keadaan yang sangat kacau ini.


Bradley Timothy tidak mau memandang wajah gadis itu, ia mengabaikannya karena sungguh sangat kesal dan marah. Ia hanya ingin menyalahkan asistennya yang tidak menjaga Valerie dengan sangat baik.


Pria itu meringis sakit saat Jackson membersihkan luka-luka ditangannya sembari membayangkan wajah Valerie Dominguez pada saat di kantin tadi siang.


"Oh my God." ucapnya dengan perasaan yang sangat sakit.


"Pasti Valerie melihatku bersama dengan Cassandra saat itu. Dan juga ia pasti sangat marah karena ibunya meninggal pun aku samasekali tidak perduli." Bradley Timothy kini menyalakan dirinya sendiri.


"Lalu Apa yang harus aku lakukan Jack?" Bradley meraup wajahnya kasar. Meskipun ia merasa bersalah tetapi ia masih sangat marah pada Valerie Dominguez.


"Perempuan itu berani sekali menipuku, brengsek!" umpatnya dengan wajah memerah marah.


"Tidak perlu khawatir tuan, bukankah anda punya calon bayi lagi dari Cassandra?" ujar sang asisten dengan wajah tenang. Pria itu sudah selesai membersihkan luka-luka pada tangan tuannya dan sekarang sedang membalut luka itu dengan plester.


"Biarkan saja tuan. Biarkan Nyonya Valeria bebas. Aku rasa anda tidak merasakan kerugian besar 'kan?" semua uang dan pemberian anda dikembalikannya. Dan kalaupun ada yang kurang, anggap saja itu adalah jaminan untuk anak anda juga." jelas pria itu kemudian berdiri dari duduknya.


"Jack? kamu membelanya?"


"Tidak tuan."


Jackson Thomson segera memandang Miliy, "Kamu bisa pulang dan beristirahat."


"Tapi tuan, kamu tidak akan memecatku bukan?" tangis gadis itu dengan sesenggukan. Ia berusaha menyusut airmatanya yang keluar tiada henti.


"Tidak, aku akan memberimu pekerjaan lain. Dan sekarang kamu bisa membereskan pakaianmu." ujar Jackson pada gadis pelayan itu.


"Terimakasih banyak tuan. Tapi bagaimana dengan ruangan ini? saya akan membersihkannya terlebih dahulu." ujar gadis itu kemudian dengan berlari segera mengambil sapu dan juga tempat sampah.

__ADS_1


"Tidak perlu Mily. Aku sudah memanggil orang untuk membersihkan unit ini."


"Terimakasih banyak tuan." ujar gadis itu kemudian segera mengambil kopernya dan mengisinya dengan beberapa lembar pakaian yang ada di dalam lemarinya.


"Jadi bagaimana tuan? apa kita tinggalkan tempat ini?" tanya Jackson Thomson pada Bradley Timothy yang masih nampak shock dengan apa yang baru saja terjadi.


"Aku ingin melaporkan Valerie ke kantor Polisi Jack. Dia perempuan penipu dan pencuri. Aku tidak rela kalau ia membawa pergi putraku." ujar Bradley Timothy dengan rahang mengetat sempurna. Entah kenapa ia ingin sekali memberikan hukuman pada perempuan yang telah mempermainkannya itu.


"Aku sudah katakan tuan. Biarkan saja nyonya Valerie pergi dari sini. Ia mungkin ingin mencari kebahagiaannya sendiri."


"Hentikan ucapanmu Jack! perempuan itu harus kembali padaku. Apapun caranya!" teriak Bradley emosi. Ia menarik kerah kemeja asistennya itu dengan pandangan mata tajam.


"Kerahkan orang-orang kita dan cari Valerie sekarang juga!"


"Lalu bagaimana dengan dampak dari jumpa pers anda dengan Cassandra. Karena itu sudah berhasil membuat kekacauan di dunia bisnis di kota ini." ujar Jackson Thomson dengan senyum diwajahnya.


Meskipun pada akhirnya sudah berhasil dihapus dari berbagai media di negara ini. Lanjutnya dalam hati.


"Persetan dengan Cassandra! aku hanya ingin Valerie!"


"Baik tuan. Semua orang kita akan mencari dimana keberadaan Nyonya Valerie." ujar Jackson Thomson mengalah. Ia lantas menghubungi beberapa orang terbaiknya untuk menemukan istri dari seorang Bradley Timothy.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2