Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 47 HSM


__ADS_3

David Timothy menahan langkah cucunya yang akan menjumpai istrinya di dalam kamar. Pria tua itu baru saja sampai dari kunjungan bisnisnya di beberapa negara di Eropa.


Dan ia baru tahu kalau sebuah hal besar telah terjadi di Mansion itu selama ia tidak ada.


"Jelaskan padaku apa yang sudah kamu lakukan pada Valerie?" tanya pria itu dengan tatapan tajam pada Bradley Timothy, sang cucu.


"Aku tidak melakukan hal yang buruk padanya kakek," jawab Bradley Timothy seraya meremas tengkuknya tak nyaman.


"Aku kadang kurang bisa mempercayaimu Bradley. Dan ya Apakah kamu masih berhubungan dengan model itu?"


"Ya ampun kakek. Kalau bukan aku yang kakek percayai siapa lagi?" David Timothy tersenyum mencibir.


"Kalau berhubungan dengan model itu, aku belum bisa mempercayaimu Bradley." ujar David dengan tegas.


"Terserah kakek saja. Yang penting Valerie, mempercayaiku." jawab Bradley pasrah. Karena saat ini yang paling ia temui adalah Valerie. Ia sangat merindukan istrinya yang sudah lama mengabaikannya. Pria itu langsung berlari dari hadapan kakeknya karena ingin segera bertemu dengan seorang perempuan yang sudah menunggunya di dalam kamar.


"Dasar anak nakal!" umpat David Timothy dengan wajah kesal. Ia langsung melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja Bradley Timothy karena melihat ruangan itu masih terbuka. Ia pikir cucunya itu pasti sedang sangat ceroboh karena meninggalkan ruang kerjanya tanpa menutupnya.


Langkanya terhenti di depan pintu karena melihat Jackson Thompson sedang berada di dalam sana dengan Pretty Stewart sedang berbicara dengan sangat serius.


Pria tua itu pun pergi dari sana seraya menutup pintu ruang kerja itu dari luar agar dua orang yang berada di dalam sana bisa saling menyampaikan perasaan mereka masing-masing tanpa ada gangguan.

__ADS_1


"Pretty, kumohon padamu, tolong berikan aku kesempatan untuk membahagiakanmu." bujuk Jackson Thompson seraya meraih tangan gadis itu kedalam genggamannya.


"Aku takut kecewa Tuan. Cukup pria itu yang sudah


pernah menyakitiku." jawab gadis itu berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Jackson Thompson ditangannya.


Jackson Thompson semakin mengeratkan genggaman tangannya meskipun gadis itu terus berusaha melepaskan dirinya.


"Beri aku kesempatan Pretty, apa tidak ada sedikitpun perasaanmu padaku? sedikit saja?" ucap pria itu dengan tatapan memohon. Pretty Stewart menundukkan wajahnya seraya memikirkan perkataan pria itu.


Dadanya berdebar, selama ini ia juga merasakan sebuah perasaan yang berbeda pada pria itu.


Terkadang ia sangat terbuai dengan perlakuan manis asisten kepercayaan keluarga Timothy itu padanya, tetapi terkadang rasa kesal juga sering hadir di dalam dadanya.


"Terimakasih Pretty, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia." ujar Jackson Thomson seraya memeluk gadis itu dengan wajah bahagia.


"Jangan banyak berjanji Tuan. Buktikan saja kata-kata anda." balas Pretty Stewart tersenyum. Pria itu langsung meraih tangan gadis itu kemudian membawanya keluar dari ruang kerja itu.


"Kita mau kemana Tuan?" tanya gadis itu dengan wajah bingung. Jackson Thompson tidak menjawab. Ia hanya terus melangkah seraya menarik tangan gadis itu keluar Mansion.


Jackson Thompson ingin membuktikan kalau ia benar-benar serius ingin membahagiakan gadis yang sangat dicintainya itu.

__ADS_1


Mobil mereka berhenti di depan kantor catatan sipil kota New York. Jackson Thompson ingin segera menikahi gadis itu disana agar tercatat di negara dan sah dimata hukum.


Pretty Stewart memandang pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan tatapan tak percaya. Ia tidak menyangka kalau Jackson Thompson yang agak mengesalkan itu ternyata sangat cepat menjadikannya istri.


"Apa kamu masih meragukanku Pretty?" tanya pria itu setelah berkas-berkas pernikahan sudah ia tanda-tangani bersama dengan gadis yang sangat dicintainya.


Gadis itu menggelengkan kepalanya dengan wajah malu. Ia berharap pria ini benar-benar membahagiakannya sesuai dengan janjinya.


"Tetapi maafkan aku sayang, karena cincinnya masih berada di Apartemen." ucapnya kemudian mencium punggung tangan gadis cantik itu.


Pretty Stewart tertawa terbahak-bahak dengan ekspresi lucu pria yang ada dihadapannya itu.


🍀


Maaf ya readers. Othor lagi ingin merayakan hari Guru Nasional Indonesia nih. Maaf lagi sibuk banget. Updatenya lambat dan sedikit. Bentar sore kita lanjutkan ya, 😍


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2