Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 27 HSM


__ADS_3

David Timothy begitu marah saat mendengar kalau istri dari Bradley itu meninggalkan Mansionnya. Semua orangnya langsung dikerahkan untuk mencari tahu dimana keberadaan cucu menantunya itu.


Baginya Valerie Dominguez adalah perempuan yang paling cocok mendampingi Bradley Timothy sang cucu. Sifat lembut dan sederhana yang dimiliki perempuan cantik itu bagaikan sebuah permata di dalam Mansionnya yang sangat gersang.


"Ini pasti perbuatanmu hingga Valerie pergi dari sini!" seru David Timothy pada cucunya. Bradley tidak menjawab. Pria itu hanya menundukkan wajahnya dengan perasaan gusar.


"Kamu tahu anak nakal, kenapa Valerie aku bawa ke Mansion ini dan berjauhan denganmu? karena aku tahu rencanamu menikahi Valerie itu seperti apa. Dan sekarang lihat apa yang terjadi dengan perjanjianmu itu dengannya!" suara David semakin meninggi karena tidak bisa menahan emosinya.


"Sekarang, kamu dengarkan baik-baik. Jika orangku yang terlebih dahulu mendapatkan Valerie, maka aku pastikan kamu tidak akan bisa lagi bertemu dengannya. Mansion ini tertutup untukmu!"


Bradley Timothy menatap sang kakek dengan wajah tidak percaya. Dengan perasaan kesal, ia pun bertanya pada kakeknya.


"Oh jadi kakek lebih menyayangi Valerie daripada aku cucumu sendiri?"


"Tentu saja. Valerie sudah memberikan aku cucu baru yang sudah lama aku harapkan. Jadi kamu bisa tinggal di Apartemenmu sendiri. Daripada kamu berada di sini dan hanya membuat cucuku itu pergi." jawab David dengan wajah sudah berubah sedikit santai.


"Sekarang pergilah, cari Istrimu dan bawa kembali pulang. Atau orang-orangku yang akan mendahuluimu menemukannya." titah sang kakek dengan tegas.


"Aku tidak mau Valerie terlalu lama di luar sana. Jadi jangan membuang waktu di sini. Pergilah!" Bradley tidak punya kata-kata lagi untuk menjawab pria tua yang sangat tegas itu. Ia langsung pergi dari hadapan kakeknya ditemani oleh Jackson Thomson.


🍀


Valerie Dominguez ternyata tidak bisa menikmati perjalanan panjang ini. Ia merasakan keram Di bagian dua buah benda kenyal miliknya karena produksi ASI-nya semakin banyak saja. Pakaian yang dipakainya sampai basah merembes keluar.


Perempuan itu menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi yang ia duduki kemudian berusaha menutup matanya. Ia merapatkan jaketnya pada tubuhnya karena merasakan demam melandanya.


Andrew, mommy bersalah padamu sayangku. Maafkan Mommy ya?


Sekarang kamu pasti sangat lapar hingga aku bisa merasakan sakitnya di sini.


Valeri Dominguez membatin dengan rasa bersalah yang semakin menyerang Hatinya. Dengan perlahan tangannya bergerak menyentuh dua buah sumber nutrisi bagi putranya yang sudah semakin keras dan sakit itu.


Oh my God. Bagaimana ini? ini harus dikeluarkan atau aku bisa sangat tersiksa.


Aaaaargh

__ADS_1


Ya ampun ini keras dah sakit sekali.


Valerie Dominguez tidak sadar mendesis kesakitan. Tubuhnya pun ia rasakan sudah mulai meningkat suhunya.


Kamu harus kuat Val, Sebentar lagi kita akan sampai di sebuah stasiun. Kamu bisa membeli obat pereda rasa nyeri atau alat untuk mengeluarkan air susu yang sudah sangat mengganggu ini.


Andrew maafkan mommy sayangku. Seharusnya kamulah obat yang mommy butuhkan sekarang.


Aaaargh,


Mommy kesakitan Andrew, andai bisa Mommy kembali padamu dan membawamu ikut serta sayang, pasti tidak akan begini keadaannya.


Perempuan cantik itu terus menerus menghibur dirinya sendiri sampai ia merasakan laju kereta melambat kemudian berhenti.


Apa Mungkin kita sudah sampai? tanyanya dalam hati dengan semangat baru di hatinya. Itu berarti ia bisa turun dan mencari jalan keluar dari masalahnya sekarang ini.


"Hey, bangun!" panggilnya pada Cristian, pria yang baru dikenalnya itu. Pria itu hanya menggeliat kemudian melanjutkan tidurnya lagi.


"Hey bangun! kita sudah sampai di Los Angeles Tuan Cristian!" teriak Valerie dan langsung membuat pria itu terlonjak kaget.


"Tidurmu sangat nyenyak sampai kamu tidak sadar sudah tertidur berjam-jam."


"Kalau begitu aku akan turun." ucap Cristian sembari merenggangkan otot-ototnya supaya lebih segar kembali.


"Aku juga ingin turun. Aku ingin membeli obat." ujar Valerie sembari mengernyit. Rasa sakit dibagian dadanya yang sudah mengeras bagai batu kembali datang menyerang.


"Kamu sakit? kenapa tidak mengatakannya padaku. Aku selalu sedia dengan banyak obat di tas aku " ujar Cristian dengan perasaan khawatir. Pria itu berdiri dan mulai mencari tas kecil yang ia bawa.


"Terimakasih Cristian. Tapi aku ingin obat yang lain. Dan aku pastikan itu tidak ada padamu." Valerie Dominguez tersenyum kemudian ikut berdiri. Ia harus turun juga dan mencari sebuah alat yang mungkin bisa membantunya mengeluarkan air susunya yang sudah mengeras ini.


"Permisi Tuan dan Nyonya. Semua penumpang dilarang meninggalkan kursinya masing-masing karena ada pemeriksaan yang akan dilakukan oleh pihak otoritas Kereta api." sebuah pengumuman terdengar dari dalam peron kereta itu.


"Kamu dengar Val. Hal seperti ini sering terjadi jika ada masalah yang terjadi pada orang-orang kaya itu." gerutu Cristian dan kembali duduk di kursinya.


"Apa maksudmu Criss?" tanya Valerie dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Orang kaya kalau kehilangan barang atau apa pun itu suka datang menggeledah barang-barang kita seperti ini."


"Ah mana mungkin seperti itu Criss. Mereka mungkin ingin memeriksa penumpang ilegal yang tidak mempunyai tiket dan hanya menumpang secara gratis." timpal Valerie kemudian duduk dengan sabar sembari memandang keluar jendela. Ia berharap pemeriksaan segera berlalu dan ia bisa cepat turun.


"Permisi Nyonya." seorang petugas kereta memanggil Valerie Dominguez yang masih sibuk menatap kearah luar melalui jendela kereta itu.


"Val, kamu sedang dipanggil." Cristian menarik ujung jaket yang sedang dipakai Valerie karena perempuan itu sepertinya sedang menghayal.


"Ah iya ada Pak?" tanya Valerie gelagapan.


"Apakah anda yang bernama Valerie Dominguez?" tanya petugas kereta itu dengan sopan.


"Iya, betul sekali Pak. Saya adalah Valerie Dominguez."


"Silahkan turun dari kereta ini karena sepertinya anda sedang ada masalah dengan seseorang." ujar sang petugas kemudian meraih koper milik perempuan itu.


"Masalah dengan seseorang? tidak Pak. Saya tidak pernah punya masalah dengan siapapun." jawab Valerie sembari menarik kopernya yang sedang ditarik oleh pria muda itu.


"Maaf ya Pak. Anda sebaiknya berlaku sopan pada penumpang." timpal Crisstian tidak suka kalau teman barunya itu diperlakukan seperti itu.


"Baiklah, saya minta anda turun dengan baik-baik dan selesaikan masalah anda segera. Kereta sebentar lagi akan berangkat." petugas itu akhirnya mengalah dan melepaskan tangannya pada koper Perempuan itu. Valerie Dominguez pun turun dari sana setelah berbasa-basi dengan Cristian.


Dan alangkah kagetnya ia saat turun dari kereta dan dijemput oleh seorang pria tampan dengan seringaian diwajahnya.


"Berani sekali kamu pergi tanpa seizinku Nyonya muda Timothy!" sapa Bradley Timothy yang langsung membuat tubuh Valerie bertambah gemetar.


🍀


*Bersambung.


Vote!


Vote!


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2