Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 31 HSM


__ADS_3

Hari berganti hari, kebahagiaan yang dirasakan oleh Valerie Dominguez Timothy semakin bertambah saja. Sang kakek David Timothy benar-benar menyayanginya seperti anak sendiri. Begitupun dengan suaminya, Bradley Timothy.


Tak ada hari tanpa kata cinta dari pria tampan itu. Hingga ia merasakan seolah berada di istana yang sudah lama ia impikan. Ia diperlakukan bagai seorang ratu di dalam Mansion itu.


Perempuan cantik itu tidak diperbolehkan melakukan aktivitas lain selain hanya melayani sang suami tercinta dan juga merawat Baby Andrew.


Dan orang yang paling berjasa ketika ia dan Bradley ingin memadu kasih adalah Pretty Stewart. Gadis itu sudah sangat mengerti kebiasaan Tuan Timoty junior yang selalu ingin berduaan dengan sang istri.


Hingga setiap pria itu tiba di Mansion setelah bekerja maka dengan cepat sang asisten pribadi itu mengamankan baby Andrew agar pasangan itu bebas bercinta sepanjang waktu tanpa tangisan dari baby boy mereka.


"Terimakasih banyak Pretty karena kamu banyak mengerti kami." ujar Valerie setiap perempuan itu selesai melayani hasrat besar sang suami.


Pretty Stewart hanya tersenyum karena ia juga sering melakukan hal yang sama jika pria itu sedang memadu kasih dengan Cassandra, majikannya dulu.


Tetapi yang gadis itu suka karena Valerie pasti akan mengucapkan terimakasih sampai puluhan kali jika ia telah melakukan tugasnya dengan baik.


"Tak terasa kamu juga sudah membantuku beberapa bulan ini merawat Baby Andrew. Terimakasih banyak ya," ujar Valerie sembari meraih tangan gadis itu.


"Anda tidak perlu mengatakan itu Nyonya. Baby Andrew, adalah bayi yang sangat lucu dan menggemaskan jadi siapa pun pasti senang merawatnya."


"Ah ya kamu betul sekali Pretty. Putraku ini memang sangat lucu dan menggemaskan," jawab Valerie sembari menciumi pipi dan leher putranya sampai tertawa cekikikan.


"Apa kamu tahu Pretty? suamiku ingin aku hamil lagi dan segera memberikan adik untuk baby Andrew."


"Tidak masalah Nyonya. Buatlah keturunan yang banyak untuk keluarga ini. Dan anda tidak perlu khawatir karena aku selalu siap membantu anda, hehehe." jawab Pretty Stewart terkekeh.


Otak kecilnya tiba-tiba membayangkan bagaimana serunya mencetak keturunan untuk orang terkaya di New York ini. Pasti sangat menyenangkan karena tidak perlu memikirkan tentang darimana nanti anak-anak itu diberi makan.


"Ah ya kamu betul sekali. Aku akan melahirkan banyak anak untuk keluarga ini. Dan kamu pasti akan kerepotan membantuku hehehe." ujar Valerie sembari terkekeh. Suaminya sudah memintanya terus agar ia hamil tetapi ia masih bertahan dengan alasan Baby Andrew masih butuh perhatian darinya.

__ADS_1


"Pergilah berlibur Pretty. Kamu juga perlu waktu untuk diri sendiri. Lihat. Baby Andrew sudah besar dan kamu bahkan tidak pernah meminta waktu untuk liburan."


"Tidak perlu Nyonya. Tinggal di Mansion ini sudah seperti sebuah tempat liburan. Semuanya sudah tersedia hehehe." jawab gadis itu kemudian terkekeh.


Sesungguhnya Ia sangat menikmati bekerja sebagai asisten pribadi seorang isteri tuan Bradley Timothy karena Ia tidak perlu memikirkan banyak hal seperti orang bekerja pada umumnya.


Gadis itu hanya perlu membantu perempuan baik hati itu merawat Baby Andrew sudah cukup dan ia sudah mendapatkan banyak uang. Karena Valerie sendiri sudah tidak ingin dilayani. Ia adalah perempuan mandiri yang suka melakukan sesuatu sendiri.


"Apakah kamu tidak ingin bertemu atau berkencan dengan seseorang Pretty?" tanya Valerie saat gadis itu benar-benar tidak mau mengambil libur meskipun saat weekend tiba.


"Ah tidak Nyonya. Sementara ini aku sedang sangat senang dengan diriku. Aku tidak membutuhkan lagi dengan yang namanya pria."


"Eh jangan berkata seperti itu. Dekat dan menjalin hubungan dengan pria itu sangat menyenangkan lho. Mungkin suatu saat nanti kamu juga harus menikah dan mempunyai keluarga."


"Ah benarkah? sampai saat ini aku belum memikirkannya Nyonya." jawab gadis itu kemudian meraih Baby Andrew kedalam pangkuannya.


"Pretty?" panggil Valerie karena melihat asistennya itu hanya diam saja.


"Ah iya Nyonya." gadis itu tersentak dari lamunannya.


"Apakah kamu memikirkan sesuatu?"


"Ah tidak Nyonya." jawab Pretty Stewart sembari tersenyum.


"Lalu kenapa kamu diam saja?"


"Well, sepertinya aku memang butuh liburan saat ini, hehehe." jawab gadis itu terkekeh. Ia tak mau Nyonya muda Timothy itu menebak-nebak apa yang sedang dipikirkannya.


"Wah, aku senang sekali mendengarnya. Kapan kamu ingin berlibur, dimana, dan berapa lama?" tanya Valerie antusias. Ia benar-benar merasa bersalah telah mempekerjakan orang bersamanya dan tidak memberinya waktu untuk refreshing.

__ADS_1


Pretty Stewart langsung tertawa dengan antusiasme perempuan cantik itu.


"Aku hanya akan mengunjungi sebuah Mall terbesar di kota ini Nyonya. Dan aku akan menghabiskan uangku untuk membeli barang-barang mewah." Valerie langsung tertawa dan menyetujui rencana gadis yang seumuran dengannya itu.


"Itu sangat bagus Pretty, apa aku boleh ikut?" gadis itu melongo tak percaya dengan keinginan Nyonya muda itu.


"Boleh saja Nyonya, dengan senang hati aku menyetujuinya." mereka berdua pun tertawa bersama sembari membayangkan keseruan mereka nantinya saat berada di sebuah tempat umum. Pasalnya selama ini mereka berdua tidak pernah keluar Mansion. Karena semua kebutuhan mereka sudah terpenuhi.


Keesokan harinya Valerie pun bangun pagi-pagi sekali dengan niat untuk bersiap lebih cepat bersama dengan Baby Andrew untuk keluar dari Mansion. Tetapi tubuhnya seperti biasanya tidak bisa diizinkan untuk turun dari ranjang sebelum melakukan hal-hal menyenangkan dengan suaminya.


"Jangan kemana-mana Val, aku masih ingin memelukmu sayangku," bisik Bradley Timothy dikuping sang istri saat Valerie merenggangkan otot-ototnya dan bersiap untuk bangun.


Valerie akhirnya mengurungkan niatnya untuk bangun karena tangan sang suami mulai bergerak pelan ke daerah sensitifnya.


"Bradley, aaaaakh..." dessah Valerie dengan sangat merdu ketika pria itu memilin lembut puncak bukit kenyalnya kemudian mengulummya. Pria itu tidak berhenti disitu saja, ia menyerang dengan kasar saat Valerie mulai memberinya sinyal. Mereka berdua akhirnya tidak keluar dari kamar itu sampai siang.


Sedangkan Pretty Stewart yang sudah bersiap sejak tadi akhirnya pergi sendiri. Karena ia tahu bahwa Tuan dan Nyonyanya pasti masih berada di tempat tidur sekarang. Apalagi ini adalah weekend jadi otomatis semua orang masih bermanja-manja dengan tempat tidur dengan pasangannya masing-masing.


Dengan langkah ringan dan ceria gadis itu keluar dari Mansion menuju ke sebuah Mall terbesar di kota Itu. Jackson Thomson yang tidak sengaja melihat gadis itu menaiki taksi, segera memutar kemudinya dan mengikuti kemana kendaran umum itu membawa sang asisten.


"Mau kemana gadis itu pagi ini? tidak meminta izin pula." geramnya menahan emosi dihatinya.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2