Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 54 HSM


__ADS_3

Jackson Thompson meraup wajahnya kasar saat melihat laporan keuangan Perusahaan yang sangat mencurigakan itu.


Pantas saja Jeremy Thompson memaksanya untuk kembali karena sudah tidak sanggup menangani hal ini sendirian.


Dua hari menghabiskan waktu bersama sang ibu, membuatnya lebih mengenal ayahnya meskipun sudah sangat terlambat.


Ternyata pria itu sedang tertekan dengan banyaknya pengkhianat di dalam tubuh Perusahaannya sendiri. Dan keinginannya untuk membawanya kembali karena hanya ia yang merupakan penerus dari semua yang pernah diusahakannya selama ini.


"Ayahmu salah karena banyak mengecewakanmu Jack, tetapi itu semata-mata karena ia tidak tahu caranya menunjukkan cintanya padamu."


"Selama ini ayahmu berjuang sendiri karena merasa sangat mampu melakukan semuanya sendiri. Padahal sungguh itu tidak benar. Kita perlu orang lain yang harus membantu kita sekuat apapun kita." ucap Diana seraya menyusut airmatanya.


"Ayahmu lupa diri kalau ia hanyalah manusia biasa. Obsesinya menjadi seorang yang terkuat di dunia bisnis membuatnya jadi egois dan terkadang tidak punya perasaan."


"Sampai dirimu pun menjadi korbannya, Jack." Perempuan itu menyentuh bahu putranya dengan perasaan yang sangat sedih.


"Maafkan ayahmu nak." Jackson Thompson mengangguk.


"Aku sudah memaafkannya ibu. Bagaimanapun juga ia banyak andil dalam lahirnya aku ke dunia ini."


"Terimakasih banyak Jack. Dan mengenai pengkhianatan yang ada di dalam perusahaan. Ibu berharap kamu bisa menemukan dan menumpasnya nak. Itulah keinginan ayahmu yang sebenarnya."


"Jangan khawatir Ibu. Aku akan mendapatkan tikus-tikus itu dan membawanya bertemu dengan ayah di dunia lain."


"Aku pastikan mereka akan bertanggung jawab karena telah merusak kepercayaan seorang Jeremy Thompson!" tegas pria itu dan langsung membuat Diana tersenyum bahagia.


Sungguh sifat keras dari suaminya ini menurun pada putra satu-satunya ini.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Jackson Thompson menyimpan berkas laporan keuangan itu ketika seseorang mengetuk ruang kerjanya. Ia segera merapikan kembali meja kerjanya dan meminta orang yang berada dibalik pintu untuk masuk.


"Mohon maaf Tuan. Seorang pria yang bernama Crisstoffer Anderson ingin bertemu dengan anda."


"Ah ya, silahkan suruh dia masuk." ujar Jackson Thompson seraya tersenyum tipis. Pria itu merasa sangat senang karena seorang sahabat masa kecilnya ternyata masih mengingatnya dan kini datang berkunjung.


"Hai Criss, senang bisa berjumpa denganmu lagi." sapa Jackson Thompson dengan wajah bahagia. Ia segera meraih pria muda itu dalam pelukannya.


"Hai Jack, aku juga senang. Bagaimana kabarmu?" Crisstoffer Anderson balas tersenyum kemudian menepuk bahu sahabatnya. Lama tak berjumpa tetapi hubungan mereka masih terus terjalin meskipun hanya lewat media sosial.


"Bagaimana kabar Istrimu Criss?"


"Nikita baik dan sehat. Sebenarnya ia ingin berjumpa denganmu tetapi aku melarangnya karena ia sedang hamil besar."


"Memangnya kenapa kalau ia hamil besar?" tanya Jack dengan wajah penasaran.


"Aku takut Anakku mirip denganmu yang tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta Hahaha." Crisstoffer Anderson terbahak-bahak dengan ucapannya sendiri.


Ia tahu kalau pria ini sangat kaku dengan yang namanya perempuan sejak dulu. Dan diusianya yang sudah lebih dari 30 tahun ini tak pernah ia mendengar berita kalau ia berhubungan dengan seorang perempuan pun.


"Hah? almarhum Thompson memisahkanmu dengan istrimu? ada apa dengannya? apa ia tidak mau melihat kamu bahagia sedikit saja Jack?" Crisstoffer Anderson memandang wajah sahabatnya dengan tatapan penuh simpati.


"Jangan mengasihaniku Criss. Untuk itulah aku memanggilmu kemari." ujar Jackson dengan suara pelan.


"Jelaskan padaku apa yang bisa aku bantu." ujar pria itu dengan wajah berubah serius. Ia mulai duduk di depan meja Jackson Thompson untuk menyimak apa yang akan dikatakan oleh sahabatnya ini.


(Sekilas tentang siapakah Crisstoffer Anderson ini? kalau ada yang pernah baca karya othor dengan judul Ex Mafia Hot Daddy, si Crisstoffer ini adalah seorang mafia dan dokter muda di Birmingham Inggris. Dia adalah menantu dari seorang Alexander Smith pimpinan Mafia Rusia klan Smith si hot Daddy kita😍, kalau ada yang belum baca, cuss melipir kesana habis baca ini).


"Lihat ini Criss!" Jackson Thompson menyerahkan laporan keuangan perusahaannya beserta daftar orang-orang yang ia curigai sebagai otak dan pelaku pencurian kas Perusahaan dalam jumlah yang tidak sedikit.


"Hem, tikus-tikus kecil. Aku mengenal beberapa orang ini dan lumayan sering bermasalah dengan beberapa Rumah Sakit di Birmingham."


"Jadi apa yang bisa kamu bantu untukku Criss?" tanya Jackson Thompson dengan mata berbinar. Ia tahu betul kalau sahabatnya yang sering bermain dengan dunia hitam ini pasti akan sangat senang membantunya.

__ADS_1


"Hah, wajahmu itu sangat menyebalkan Jack. Aku kira kamu salah satu anggota tim Kepolisian New York. Lalu kenapa kamu meminta bantuanku sekarang hah??!"


"Ini Inggris Criss. Aku sudah lama tidak berada di negara ini. Aku tidak tahu kalau tikus di sini sangat suka yang seperti ini." jawab pria yang duduk dibelakang meja itu dengan wajah yang nampak berubah kesal.


"Hahahaha, tikus itu dimana saja suka yang mengenyangkan Jack." Crisstoffer Anderson tertawa seraya meraih handphonenya dan mulai beraksi. Ia tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Kita lihat besok pagi Jack, tikus-tikus itu pasti akan keluar dari lubangnya dan akan memintamu untuk menolongnya." ujar Crisstoffer dengan seringai diwajahnya.


"Cepat sekali gerakanmu Criss."


"Aku harus cepat karena aku ingin kembali ke Birmingham untuk menemani istriku." jawab Crisstoffer dengan bibir berkedut menahan senyumnya. Sengaja ia memancing sahabatnya itu bagaimana nikmatnya mempunyai seorang istri.


"Aku tahu kamu sedang ingin menggodaku 'kan? karena aku sedang berpisah jauh dari istriku."


"Baguslah kalau kamu paham. Sekarang kita periksa kembali semua laporan keuangannya agar besok pagi tikusnya sudah bisa kita musnahkan, okey?"


"Okey siap!" jawab Jackson Thompson dengan tangan berada di atas keningnya tanda hormat dan siap untuk bekerja.


Malam ini ia dan Crisstoffer harus menemukan banyak bukti lain dari semua kejahatan yang telah dilakukan oleh tikus-tikus itu.


Mata mereka sudah cukup pekat karena berjam-jam menghadapi layar laptop yang menampilkan begitu banyak penyelewengan beberapa tikus yang ternyata dibekingi oleh sebuah organisasi besar di Inggris.


Jackson Thompson menatap Crisstoffer Anderson yang tampak menguap berkali-kali. Rasa kantuk ternyata tetap datang meskipun mereka nampak sangat serius.


"Kita tidur di sini saja Criss." ujar Jackson Thompson dengan wajah yang sama lelahnya. Crisstoffer Anderson mengangguk setuju.


Ia beruntung saat ini karena Nikita sedang ada di Moskow di rumah orangtuanya. Jadi ia bebas membantu sahabatnya untuk menghancurkan para perampok dana perusahaan milik Jackson Thompson.


Setelah membereskan semua berkas berupa barang bukti yang telah siap mereka beberkan besok, mereka berdua pun mengunci ruang kerja itu kemudian tidur di sebuah kamar di dalam ruangan itu.


πŸ€


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2