Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 8 HSM


__ADS_3

"Cassy!" Pretty berteriak kencang karena melihat gadis itu sudah terkapar di lantai.


"Bawa ke kamar pak!" seru gadis itu kepada security yang berhasil meraih tubuh ramping Cassandra.


Tubuh itu langsung diangkat karena benar-benar sudah lemas dan tak sadarkan diri.


Pretty segera menghubungi Jason Derylo. Model pria sekaligus teman kencan Cassandra. Hanya pria itu yang paling dekat dengan mereka selain para kru pemotretan yang ikut dalam proyek keliling dunia ini.


Tak lama kemudian pria itu tiba dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Dimana Cassy?" tanyanya saat baru tiba di apartemen itu.


"Ada di dalam kamarnya Jason."


"Apa yang terjadi Pretty?!" teriak pria itu saat melihat tubuh kekasihnya tampak sangat lemas dan juga pucat.


"Cassy merasa pusing dan juga mual. Mungkin karena ia kurang beristirahat akhir-akhir ini. Jadwalnya sangat padat 'kan?" Jason mengangguk mengiyakan.


Mereka dan para kru memang dipaksa bekerja dengan sangat keras menyelesaikan proyek road show keliling dunia ini.


"Cassy, bangun sayang. Apa perlu aku membawamu ke Rumah Sakit?" tanya pria itu sembari menepuk-nepuk pipi gadis kesayangannya itu.


Cassandra membuka kelopak matanya dan menatap pria yang sering menjadi partner kerja dan juga partner ranjangnya itu.


"Jason? kamu disini? siapa yang memanggilmu ke sini?" tanya Cassy dengan wajah bingung. Kepalanya yang sakit membuatnya mengernyit.


"Pretty yang menghubungi aku sayang, kamu sedang tidak sehat. Dan aku akan membawamu ke Rumah Sakit."


"Oh no. Aku tidak mau ke rumah Sakit. Aku hanya ingin minum vitamin." gadis itu menggelengkan kepalanya sembari menutup matanya.


"Pretty berikan aku obat dan vitamin. Sebentar lagi aku sembuh." ucap Cassandra berusaha menguatkan dirinya. Jason segera berdiri kemudian mengambil segelas air hangat untuk gadis itu.


"Minumlah Cassy, setelah ini aku benar-benar akan membawamu ke Rumah Sakit. wajahmu pucat sayangku."

__ADS_1


Cassandra pun meminum obat itu kemudian menutup matanya. Ia benar-benar merasakan pusing dan kembali mual.


"Ueeeekkk ueeeekkk Ueeeekkk," obat yang baru diminumnya kembali dimuntahkan dan bahkan mengenai seluruh pakaian Jason dan pakaiannya sendiri.


"Kamu sakit Cassy. Dengarkan aku. Aku akan membawamu ke Rumah Sakit." ujar Jason sembari membuka pakaiannya dan juga pakaian gadis itu.


Cassandra bertahan tidak mau meskipun tubuhnya ia rasakan menggigil.


"Banyak paparazi dimana-mana Jason. Aku takut mereka akan tahu hubungan kita." ujar Cassandra sembari memeluk tubuhnya sendiri.


"Dan karir kita akan hancur." gadis itu tiba-tiba saja menangis sesenggukan. Ia merasa sangat ketakutan jika itu benar-benar terjadi padanya.


"Dan Bradley Timothy akan memutuskan aku," gumamnya dengan tangis yang semakin menjadi-jadi.


"Tidak apa Cassy, kita ini artist. Hal seperti cinta lokasi itu biasa sayang. Kamu tidak perlu khawatir. Lagipula kita wajib saling menjaga di negeri orang seperti ini. Kita kan partner kerja." hibur pria itu kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh kekasihnya yang gemetar layaknya orang demam.


"Tidak Jason. Aku tidak mau itu terjadi. Sekarang pergi kamu dari sini!" Cassandra terus menerus menangis dan berusaha melepaskan diri dari pelukan pria itu.


"Tidak akan Cassy, aku mencintaimu dan aku khawatir padamu. Jadi dengarkan aku sayang."


"Pretty berikan kembali obat dan vitaminnya!" seru pria itu tanpa melepaskan pelukannya pada sang kekasih.


"Minum Cassy, kalau kamu sudah sembuh. Aku baru akan pergi okey?" gadis itu akhirnya menurut. Ia juga tidak punya tenaga untuk melawan.


Tak lama kemudian ia pun tertidur dibawah selimut bersama dengan Jason. Rupanya Pretty sengaja memberinya obat tidur dosis tinggi supaya ia bisa istirahat dengan baik sembari menunggu dokter untuk datang memeriksanya.


Pria itu terus mengelus tubuh polos Casandra dibawa selimut untuk memberikan kehangatan karena gadis itu masih menggigil.


"Andai kamu sedang tidak sakit Cassy, maka aku akan menghangatkan kamu dengan cara yang lain sayang," bisiknya dibelakang tengkuk gadis itu.


"Jason, dokternya sudah datang." ucap Pretty dengan hati-hati takut pasangan itu terganggu.


"Ah iya, aku akan berpakaian terlebih dahulu. Kamu bisa meminta dokternya menunggu."

__ADS_1


"Iya Jason." ucap Pretty kemudian menutup kembali pintu kamar Cassy sang model. Asisten itu sudah sering melihat mereka berdua melakukan hal seperti itu dan ia tidak ingin ikut campur.


Pria itu segera mencari kemeja yang bersih yang ia simpan di apartemen itu ketika ia datang berkunjung.


"Silahkan masuk dokter. Cassy sedang tidur jadi anda memeriksanya pelan-pelan saja agar istirahatnya tidak terganggu." ucap sang model dengan gayanya yang ramah.


"Ah iya tuan," jawab sang dokter sembari mengeluarkan alat-alat kesehatan dari dalam tas kerjanya. Ia pun memeriksa suhu tubuh Cassandra dengan sangat hati-hati agar gadis itu tidak terganggu.


"Suhu tubuh istri anda sangat tinggi. Dan yang aku takutkan adalah di daerah ini sedang ada wabah. izinkan aku memeriksa darahnya ya tuan."


"Oh silahkan." jawab Jason Derylo dengan wajah yang tiba-tiba sangat khawatir. Pria itu terus merapalkan doa agar perkiraan dokter itu salah.


Cukup lama juga dokter perempuan itu memeriksa ini dan itu pada tubuh Cassandra. Tetapi Jason tetap berprasangka positif.


"Positif tuan!" ujar dokter itu dan langsung membuat pria itu berwajah pucat.


"Jangan katakan itu positif kena wabah. Bisa-bisa kami tidak akan bisa melanjutkan pekerjaan kami disini dokter."


"Positif hamil tuan. Selamat ya." jawab dokter perempuan itu sembari menyerahkan selembar kertas pada pria yang berdiri kaku di hadapannya.


"Penyakit ini tidak berbahaya. Jadi anda tidak perlu khawatir seperti itu." wajah Jason berubah warna tadinya pucat sekarang langsung cerah.


"Terimakasih banyak dokter. Asisten kami akan mengantar anda ke depan." Dokter itu pun tersenyum kemudian meninggalkan kamar itu. Sedangkan Jason sendiri melangkah ke arah tempat tidur Cassandra.


Bagaimana dengan kontrak pekerjaan yang tersisa 2 bulan itu?


Dan Cassy, apa ia akan gembira dengan kabar ini?


Oh my!


🍀


*Bersambung.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2