
David Timothy mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan wajah gusar. Dalam waktu Sepuluh menit ia sudah berhasil memerintahkan agar berita skandal cucunya dengan model cantik asal Amerika latin itu dihapus dari semua media di Amerika.
Meskipun begitu ia masih tampak tidak bahagia. Semua orang kepercayaannya ia perintahkan mencari tahu lebih banyak tentang perempuan bernama Cassandra itu.
"Aku hanya memberikan kalian 15 menit untuk mencari tahu kegiatan model itu selama beberapa bulan terakhir. Dengan siapa, dimana, dan apa saja yang dilakukan perempuan itu!"
"Baik tuan. Perintah anda akan kami laksanakan secepatnya."
"Bagus. Dan jangan kecewakan aku!"
Seorang asisten kepercayaannya pun keluar dari ruangan itu dengan cepat. Ia tahu kalau David Timothy adalah orang yang sangat disiplin. Baginya waktu adalah uang. Dan waktu 15 menit itu setara dengan jutaan dollar Amerika baginya.
🍀
Setelah jumpa pers berlangsung yang sangat tiba-tiba itu. Cassandra mengajak Bradley Timothy ke sebuah hotel mewah untuk merayakan kebahagiaan mereka karena sebentar lagi akan mempunyai seorang anak.
Model cantik itu sudah mempersiapkan banyak hal untuk memberikan pelayanan yang cukup istimewa untuk calon suaminya.
"Bradley, kamu tahu sayang, hormon kehamilanku ini begitu sangat menyiksaku. Malam-malam panjang dan sunyi tanpamu membuatku hampir gila," bisik Cassandra sembari meraih bibir sang kekasih hati dan ********** dengan sangat lembut.
"Bradley, balas aku sayang," bisik Cassandra di dalam mulut pria itu. Tangannya bergerak kemana-mana untuk memancing kekasihnya itu agar terbakar seperti dirinya.
Tetapi entah kenapa seorang Bradley Timothy yang sangat merindukan kekasihnya ini tidak bereaksi sama sekali. Ia nampak sangat dingin dan tidak berselera.
"Bradley ada apa? apa aku sudah tidak menarik lagi?" dengan kesal Cassandra mengakhiri apa yang sudah dimulainya.
"Entahlah Cassandra, aku mungkin sedang tidak sehat sayangku. Biarkan aku pulang saja." jawab pria itu sembari memakai kembali pakaiannya yang sudah dilucuti oleh sang model.
"Kamu tidak pernah seperti ini Bradley. Anakmu merindukanmu! jangan pergi kumohon." Cassandra meraih kembali pakaian kekasihnya itu tetapi Bradley sepertinya sedang tidak bisa dirayu maupun dibujuk.
"Okey, baiklah. Aku akan merawatmu kalau kamu sedang tidak sehat tetapi jangan pergi sayang." Cassandra mendudukkan pria itu di atas ranjang dan mulai memijat kepalanya dengan sangat lembut sampai pria itu menutup matanya.
Dan bayangan Valerie Dominguez sang istri yang sangat lahap memakan makanannya di kantin tadi siang membuatnya mengingat perkataan Cassandra.
Apa mungkin Valerie juga merasakan hormon kehamilan yang seperti Cassandra alami?
Bagaimana kalau ia juga merindukan aku sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya?
Oh, aku juga sangat rindu padanya.
__ADS_1
Dengan cepat ia berdiri dan menyingkirkan tangan Cassandra dari kepalanya. Ia harus menemui perempuan yang juga mengandung anaknya itu.
"Aku pergi Cassandra. Aku akan menemuimu lagi nanti." pria itu pun pergi dengan tatapan tak percaya seorang Cassandra.
🍀
Valerie Dominguez menyusut airmatanya kemudian meninggalkan pemakaman itu. Ia dan perawatnya kembali ke apartemennya tanpa kata-kata.
Hanya airmata yang terus mengalir menandakan rasa sedih itu belum juga pergi dari hati mereka.
"Terimakasih banyak atas waktu kamu selama ini, Miss Mily," ucap Valerie pada sang perawat yang selama beberapa bulan ini membantunya merawat sang ibu.
"Kamu bisa kembali ke tempat kerjamu sebelum ini." lanjut Valerie sembari menyerahkan sejumlah uang dalam sebuah amplop.
"Aku suka tinggal di sini nyonya. Dan akan merawat anda sampai bayi anda lahir." jawab Mily kemudian menyodorkan kembali amplop berisi uang itu.
Gadis itu menolak karena sudah banyak mendapatkan uang dari Jackson Thomson sebagai imbalannya menjaga nyonya Bradley Timothy.
"Ambillah Mily. Jangan membuatku merasa berutang budi padamu."
"Tidak nyonya. Aku tidak akan berani. Tuan Thomson bisa saja menggantung kepalaku kalau terlalu rakus, hehehe." Mily terkekeh dengan kata-katanya sendiri tetapi ia benar-benar takut pada asisten tuan muda Timothy itu.
"Tentu saja nyonya, dengan senang hati akan aku lakukan. Aku juga sudah lama ingin membeli perlengkapan kecantikan." Valerie Dominguez tersenyum kemudian memberikan satu lembar kertas pada gadis itu.
"Anda menginginkan semua barang ini?" tanya Mily tidak percaya dengan apa yang tertera di dalam kertas belanjaan itu.
"Iya Mily, aku ingin semuanya."
"Baiklah Nyonya. Aku akan mengambil pakaian hangatku terlebih dahulu. Dimusim dingin seperti ini kita harus lebih sering menghangatkan diri agar penyakit Flu tidak menyerang tubuh kita." Valerie tersenyum kemudian membantu gadis itu bersiap.
"Nyonya, jangan membuatku malu." Mily mencoba untuk menghindari tangan Nyonya muda Timothy itu yang ingin membantunya memakai pakaian hangatnya.
"Maafkan aku dan ibuku ya Mily karena sudah sangat merepotkanmu." gadis itu tersenyum malu kemudian berucap,
"Anda nampak aneh. Tapi tidak apa, aku tidak mengatakan apapun pada tuan Thomson."
"Kamu gadis baik Mily. Semoga kamu tidak mendapatkan masalah karena aku." ucap Valerie sembari memeluk gadis itu.
Eh
__ADS_1
Mily semakin bingung dengan tingkah Nyonya muda di keluarga Timothy itu. Setelah banyak drama yang mereka lakukan berdua, Mily pun pergi dari apartment itu menuju pusat perbelanjaan terbesar di kota itu.
Daftar belanjaan dalam kertas itu membuatnya harus keluar lebih jauh padahal di kompleks apartemen itu juga ada beberapa toko yang menjual banyak barang.
"Untuk apa Nyonya Timothy meminta aku berbelanja sebanyak ini? seperti akan membuat sebuah pesta saja, Hem." ujar Mily sembari menaiki sebuah Taksi yang akan mengantarnya berbelanja.
Sementara itu, Valerie Dominguez mengembalikan semua pemberian Bradley Timothy padanya selama ini.
Tak ada lagi gunanya ia memakai semua fasilitas itu. Karena ia akan membawa pergi anak yang ada di dalam kandungannya.
Alasannya melakukan perjanjian ini karena ingin ibunya sembuh tetapi sekarang perempuan itu sudah pergi dan meninggalkannya sendiri di dunia ini.
Buku rekening. Dan semua pakaian yang pernah dikirimkan oleh pria itu melalui Jackson Thomson ia letakkan di atas tempat tidur dengan selembar surat menyertainya.
Kepada,
Tuan Bradley Timothy. Terimakasih banyak atas pertolongan anda selama ini. Semuanya aku kembalikan karena aku tak berhak.
Tetapi Ada beberapa dollar uang anda yang sudah aku gunakan, suatu saat nanti aku pasti akan menggantinya.
Dan anak yang ada dikandungku ini. Aku tidak mau kalau hanya melahirkannya saja. Aku juga ingin menyusui dan membesarkannya.
Aku mohon maaf karena membawa putraku pergi dari kehidupan anda. Aku takut anda tak mampu memberinya kasih sayang seperti yang anda janjikan.
Karena aku tahu anda sudah mempunyai anak yang lain dari perempuan yang anda cintai.
Valerie Dominguez.
Perempuan cantik itu hanya mengambil beberapa lembar pakaian yang ia punya kemudian memasukkannya dalam sebuah tas kecil agar tidak terlalu mencolok.
Ia pun keluar dari apartemen itu sembari menutup wajahnya dengan masker.
Sampai jumpa lagi Bradley Timothy! ujarnya membatin kemudian segera menaiki sebuah taksi dan pergi dari sana.
🍀
*Bersambung
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
__ADS_1
Nikmati alurnya dan happy reading 😍