Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 20 HSM


__ADS_3

Entah kenapa perasaan Jackson Thomson sangat tidak nyaman saat ini ketika Bradley Timothy memaksa ingin pulang ke Mansion sang Kakek.


"Ada apa Jack? biasanya kamu yang memintaku untuk menjenguk pria tua itu sekarang kenapa kamu begitu aneh?"


"Karena Tuan Timothy senior sedang tidak berada di Mansion sekarang ini. Jadi kita tidak perlu mengunjunginya."


"Tak apa, aku hanya ingin mengenang masa kecilku di Mansion itu Jack." ujar Bradley Timothy dengan tatapan lurus ke arah jalanan di hadapannya.


"Baiklah." jawab Jackson Thomson pada akhirnya. Ia tak mau kalau pria itu mencurigai sesuatu jika ia bertahan tidak mengantar pria itu mengunjungi Mansion sang Kakek.


Tak lama kemudian, pria itu menghentikan mobilnya di depan sebuah mansion milik David Timothy.


"Sudah lama sekali Jack, aku tidak mengunjungi Mansion ini." ujar Bradley Timothy sembari memandang dengan takjub pada bangunan luas dihadapannya.


Kolam air mancur yang sangat cantik di depan Mansion luas itu mengingatkannya akan masa kecilnya.


"Mommy, kejar aku..." teriaknya pada perempuan cantik yang sedang menemaninya bermain di sekitar kolam itu.


"Bradley, jangan lari kencang-kencang sayang, nanti kamu jatuh." tegur sang mommy agar Bradley kecil tidak berlari dan mengakibatkannya terjatuh.


"Tuan, mari masuk." lamunannya terjeda karena panggilan Jackson Thomson dari arah belakangnya.


"Ah iya," Bradley Timothy pun melangkah memasuki mansion mewah itu diikuti oleh sang asisten.


"Anda mau memakan sesuatu?" tanya Jackson setelah mereka berdua sampai di sebuah ruangan luas yang difungsikan sebagai ruang keluarga.


"Tidak Jack, aku sedang tidak ingin makan. Aku hanya ingin tidur." jawab Bradley Timothy sembari mendudukkan bokongnya di atas sofa empuk di dalam ruangan itu.


"Akan kupastikan kamar anda siap tuan." ujar sang asisten kemudian meninggalkan Bradley dan memanggil kepala pelayan di Mansion itu. Bradley Timothy hanya menganggap kemudian menyandarkan punggungnya di sandaran sofa itu. Dan mungkin karena kelelahan ia jadi tidak sadar kalau sudah tertidur.


"Oh My, tuan Bradley Timothy juga ada di tempat ini." ujar Pretty Stewart saat melewati ruangan itu. Gadis itu melangkah dengan sangat pelan karena takut mantan pacar Cassandra itu menyadari keberadaannya.


Setelah ia merasa posisinya sekarang sudah jauh dari jangkauan pria baik hati tetapi lumayan kejam ketika disakiti itu, ia langsung lari terbirit-birit menuju kamarnya sendiri.


"Bodohnya aku, ini kan Mansion kakeknya, sudah pasti lah pria itu bebas datang berkunjung ke tempat ini." ujarnya sembari menatap kesekeliling kamarnya. Tak terasa ia sudah sepekan tinggal bersama dengan seorang perempuan hamil yang sangat baik hati itu.

__ADS_1


"Apa Nyonya Valerie adalah istrinya tuan Thomson? tetapi kenapa pria itu menyuruhku menyembunyikan identitasnya? atau mungkinkah istri muda tuan David Timothy?"


"Tetapi kenapa orang tua itu tak pernah sekalipun menyapa atau mengunjungi nyonya Valerie?"


"Ia hanya meminta pelayan untuk melayani nyonya cantik itu dengan sangat baik seperti anaknya sendiri."


"Aku semakin bingung dengan keadaan ini."


Pretty Stewart terus bermonolog dengan dirinya sendiri sampai sebuah panggilan lewat handphonenya menyandarkannya dari pikiran-pikirannya yang semakin kusut.


"Nyonya Valerie? ada yang bisa aku bantu?" tanyanya saat mendengar suara perempuan itu didalam sambungan teleponnya.


"Kemarilah Pretty, aku ingin mengajakmu berkeliling Mansion ini. Musim semi seperti ini pasti akan sangat menyenangkan kalau kita berada di luar."


"Ah iya nyonya." jawab gadis itu dan segera bersiap-siap. Ia mengganti pakaiannya kemudian keluar dari kamarnya.


"Mau kemana kamu?" tanya Jackson Thomson yang tiba-tiba saja berada di depan pintu kamarnya.


"Eh, tuan Thomson? Nyonya Valerie ingin aku menemaninya berjalan-jalan di luar. Kurasa ia bosan berada di dalam istana ini terus tuan."


"Eh, mana Mungkin aku bosan. Anda kan sudah membayar saya di muka. Jadi aku ucapkan terimakasih banyak." ujar Pretty Stewart sembari membungkukkan tubuhnya.


"Ya sudah, temani Nyonya muda sekarang." ujar Jackson Thomson sembari melangkah menjauh dari kamar asisten pribadi istri dari Bradley Timothy itu.


"Aku kira ada hal penting. Huuuft." ujar gadis itu kemudian segera menuju lantai 2 Mansion itu dimana kamar Valerie Dominguez berada. Dengan langkah cepat bagai berlari, ia pun menaiki anak tangga itu untuk menemui sang nyonya muda.


"Mohon maafkan aku Nyonya, apa tidak sebaiknya anda memilih kamar di lantai 1 saja? anda saat ini sedang hamil besar dan sangat berbahaya kalau anda tinggal di lantai 2." ujar gadis asisten itu sembari menyisir rambut panjang sang nyonya muda.


"Aku malu memilih kamar Pretty. Aku kan bukan pemilik Mansion ini, jadi tempat manapun yang diberikan akan aku terima." jawab Valerie sembari menyematkan satu buah jepitan di rambutnya.


"Anda cantik sekali. Aku yakin suami anda pasti sangat mencintai anda nyonya." puji Pretty Stewart dengan senyum merekah diwajahnya. Tangan Valerie Dominguez langsung berhenti di atas kepalanya itu dengan wajah yang tiba-tiba murung.


"Apa menurutmu suamiku akan mencintaiku Pretty? sedangkan?..."


"Maafkan aku Nyonya, aku tidak bermaksud untuk membuat anda sedih. Lupakan perkataanku ya," ujar gadis itu tidak enak hati. Gadis itu sudah bisa menebak kalau keluarga perempuan yang sedang hamil itu pasti sedang berada dalam masalah.

__ADS_1


"Tidak apa Pretty, ayo kita bersenang-senang." ujar Valerie Dominguez dan langsung berdiri dengan pelan. Kondisi perut yang sudah sangat besar itu membuatnya tidak bisa bergerak cepat.


"Iya Nyonya." jawab gadis itu dan memakaikan sweeter dibagian luar gaun yang sedang dipakai oleh Valerie Dominguez.


Mereka berdua pun segera keluar dari kamar itu dengan harapan bisa melihat bunga-bunga dan tanaman di sekitar Mansion itu bersemi.


"Hati-hati Nyonya," ujar Pretty Stewart saat mereka sudah berada diujung tangga bagian atas. Valerie Dominguez tersenyum kemudian meraih tangan Pretty Stewart yang sedang membantunya untuk berpegangan di pegangan tangga.


"Aku akan hati-hati Pretty, tenang saja." ujar perempuan cantik itu kemudian mulai melangkahkan kakinya.


"Aaaaa.. " Ia berteriak tertahan saat kakinya salah memijak anak tangga karena kaget dengan orang yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


Bradley Timothy langsung melompat dan memeluk tubuhnya yang hampir saja meluncur dengan bebas itu ke bawah.


"Valerie?" tanya pria itu sembari meremass kuat pinggang sang istri agar tidak terlepas dari rengkuhannya.


"Tuan?" ujar Pretty Stewart dengan ekspresi kaget melihat kejadian yang begitu tiba-tiba itu dihadapannya. Tangannya ikut bergerak ingin membantu Valerie tetapi Bradley Timoty sudah lebih cepat mengangkat tubuh perempuan itu kembali ke atas.


"Nyonya..." Pretty Stewart terus mengikuti langkah tuan muda Timothy itu tetapi tangannya segera diraih oleh Jackson Thomson.


"Kamu mau kemana?"


"Aku ingin membantu Nyonya muda, mungkin ia membutuhkan bantuanku tuan."


"Tidak perlu, aku yang sekarang membutuhkan bantuanmu." ujar Jackson Thomson dan membawa Pretty Stewart ke tempat yang agak jauh dari posisi mereka sekarang.


"Tapi...anda akan tetap menggaji saya kan?" Jackson Thomson memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan gadis cerewet itu.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2