Hanya Sekedar Melahirkan

Hanya Sekedar Melahirkan
Bab 50 HSM


__ADS_3

Jackson Thompson menatap punggung Pretty Stewart yang semakin menjauh meninggalkannya meskipun ia sudah memintanya untuk tinggal.


Dengan hati mendidih emosi. Ia berbalik menatap kedua orangtuanya yang masih berada di ruangan itu.


"Aku tidak tahu kenapa ayah dan ibu bisa kembali mengganggu hidupku!" ujarnya dengan nada dingin. Tangannya mengepal kuat disamping tubuhnya.


Andai ia tidak ingat kalau kedua orang yang sedang mengecewakannya ini adalah bukan orang tuanya maka dipastikan ia pasti akan beradu fisik dengannya.


"Kami sudah menyiapkan calon istri untukmu Jack, dan pastinya pilihan kami adalah yang terbaik. Tidak seperti gadis tadi."


"Kamu jelas tidak sepadan dengannya nak. Keluarga Stewart di New York, siapa yang mengenalnya? apa dia dari klan hebat atau keluarga pebisnis?" Diana balas menatap putranya dengan tatapan mengintimidasi.


Jackson mengerang frustasi seraya menyugar rambutnya. Ia menghampiri kedua orangtuanya dengan berusaha menahan emosinya.


"Aku sudah sangat senang karena kalian tidak mencampuri kehidupanku selama ini, dan jangan sampai aku lupa kalau kalian adalah kedua orangtuaku. Jadi kumohon pergilah. Kembali ke Inggris dan jangan pernah muncul di hadapanku!" geram pria itu kemudian meninggalkan dua orang itu.


"Berhenti Jack! dan dengarkan kami!" teriak Diana berusaha meraih tangan putranya. Tetapi Jeremy Thompson menarik tangannya.


"Tidak, jangan halangi aku sayang, aku harus bicara dengannya." Diana menyentak tangan suaminya dan memburu putranya yang sudah memasuki lift.


Lift tertutup tanpa ia sempat meraih putranya yang sudah pergi meninggalkannya.


"Kamu lihat?! Jackson meninggalkan kita dan tak mau lagi bertemu!" teriak Diana dengan wajah sedih. Ia menatap wajah suaminya yang hanya diam saja tanpa melakukan usaha apapun untuk menghentikan anak semata wayangnya.


"Biarkan saja! biar dia sadar kalau ia harus membawa menantu yang pantas untukku. Yang bisa melahirkan keturunan Thompson tanpa membuat aku malu." ujar Jeremy Thompson kemudian membawa istrinya pergi dari gedung apartemen itu.


Diana Thompson merasakan dadanya nyeri. Ia tahu putranya pasti sangat terluka dengan keputusan mereka tetapi bagaimanapun juga ia harus mengikuti keinginan suaminya.


Mereka berdua pergi dari sana dan langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Mansion David Timothy sang sahabat.


🍀


Pretty Stewart menyusut airmatanya yang tak berhenti menetes membasahi pipinya. Berkali-kali ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya untuk melegakan rasa sesak didadanya.


Gadis itu berharap bisa melupakan rasa sakit yang ia alami dengan berkeliling kota New York dengan menggunakan Taksi. Hingga malam pun datang menyapa.


Suasana siang yang disinari oleh matahari kini sudah berganti menjadi malam yang bermandikan cahaya lampu yang sangat terang dalam berbagai macam bentuk.

__ADS_1


Tubuhnya kini telah lelah dan sangat mengantuk saat ia menginjakkan kakinya di sebuah hotel. Untuk malam ini ia akan menghabiskan malam di tempat ini untuk merehatkan tubuh dan hatinya.


Access Card-nya ia pegang dengan erat seakan tak ingin terlepas dari dirinya. Pikirannya kosong dan tidak bisa diajak untuk berpikir. Ia sungguh seperti sedang berada di atas angin padahal ia sedang tidak mabuk.


Ceklek


Gadis itu masuk ke kamarnya dan menyalakan semua lampu di dalam kamar itu. Tubuhnya ia lempar ke atas ranjang empuk itu dengan perasaan yang sangat kacau.


Meskipun sangat lelah tetapi ia tidak bisa tertidur. Bayangan masa lalunya kembali berputar-putar di kepalanya dan membuatnya berteriak histeris.


"Aaaaaaaa! aku sudah mengatakan padamu Tuan Thompson, jangan beri aku harapan!" gadis itu menjambak rambutnya dengan keras kemudian memukul dadanya.


"Cukup! aku sudah membentengi diriku untuk tidak jatuh cinta tetapi kenapa engkau datang padaku dan hanya memberikan aku luka yang sama!"


"Aaaaaaaa!" Pretty Stewart menenggelamkan wajahnya kedalam bantal itu dan menangis sejadi-jadinya sampai ia pun ketiduran.


Sementara itu di kamar apartemen Jackson Thompson. Pria itu sudah tampak tak bertenaga karena sudah terlalu banyak meminum minuman beralkohol yang ia pesan dari security Apartemen tempatnya tinggal.


Setelah menghubungi Bradley Timothy akan keberadaan istrinya itu apakah berada di Mansion atau tidak, Ia mulai tenggelam dalam bersloki-sloki Vodka untuk membuat hatinya tenang.


"Jack! sadarkan dirimu!" Bradley Timothy sudah berada dihadapannya seraya mengangkat tubuhnya yang sudah tidak berdaya itu.


"Pretty meninggalkan aku Tuan. Ia pergi karena mereka menyakiti perasaannya!" lapor pria itu seperti kebiasaannya melaporkan pekerjaannya selama ini.


"Dan aku tidak bisa berbuat apa-apa! Aku sungguh membenci diriku Tuan!" teriak Jackson seraya memukul dadanya dengan keras. Ia sungguh sangat membenci kelakuan kedua orangtuanya yang selalu membuatnya tersiksa seperti itu.


Ia melawan tetapi tidak bisa berbuat banyak karena ia tahu kekuatan orangtuanya. Kalau ia memaksa Pretty Stewart kembali padanya. Ia takut gadis itu malah tidak bahagia dengan sikap ayahnya yang sangat dingin dan kejam. Pria tua itu terkadang tidak mempunyai belas kasihan sama sekali.


"Kamu jangan menyiksa dirimu seperti ini Jack. Aku yakin Dia pasti akan kembali padamu!" bujuk Bradley Timothy berusaha menyadarkan asisten pribadinya itu.


Pria itu jadi teringat bagaimana terpukulnya ia saat Valerie meninggalkannya. Dan sekarang Ia bisa merasakan bagaimana sakit hatinya asisten pribadinya itu sekarang ini.


"Bangun Jack! bagaimana kamu bisa membahagiakan istrimu kalau kamu jadi lemah seperti ini hah?!" teriak Bradley Timothy dengan nada tinggi.


"Aku tahu ayahku Tuan. Anda tahu kenapa aku lari dari Inggris kemari? karena Jeremy Thompson itu kejam dan tak berperasaan! Aku takut ia akan menyakiti Prettyku." Jackson kembali meraih gelas slokinya dan ingin meneguk kembali isinya tetapi dengan cepat Bradley melemparnya hingga jatuh ke lantai dan pecah.


"Dimana dirimu yang kuat!" pria itu menarik kerah kemeja asistennya dengan keras berusaha untuk menyadarkannya.

__ADS_1


"Aku tidak kuat lagi jika itu berhadapan dengan ayahku. Sampai sekarang aku tak bisa menebak apa yang dipikirkan dan dilakukannya. Biar aku mati saja agar mereka puas!"


"Oh My Gosh!" Bradley Timothy meraup wajahnya kasar lalu memperlihatkan sebuah rekaman CCTV yang baru ia dapatkan dari orang kepercayaannya.


"Lihat ini bodoh! Kamu mau mati hanya karena bersedih?! sungguh picik!"


"Lalu siapa yang akan mengurusi semua pekerjaan di perusahaan hah?!"


"Dan ini, siapa yang akan menghiburnya?!" tanya cucu David Timothy itu dengan bibir mencibir. Sedangkan Jackson Thompson menyapu wajahnya dan memandang serius layar handphone majikannya itu.


"Anda tahu dimana Prettyku sekarang?!" tanya Jackson Thompson dengan wajah yang nampak kelihatan sangat bodoh. Berbagai macam ekspresi muncul di wajahnya.


"Berdiri kamu Bodoh! aku tidak suka melihatmu tampak menyedihkan seperti itu.! Mandilah dan temui kembali Ayahmu."


"Tidak! Aku tidak mau bertemu pria tua itu. Aku membencinya!" jawab Jackson dengan menggelengkan kepalanya.


"Hey, kamu sangat tidak sopan Jack! kamu anak yang tidak tahu terimakasih." ujar Bradley Timothy dengan bibir mencibir. Ia mulai tenang karena asistennya nampak sudah mulai sadar.


"Aku hanya ingin mandi dan bertemu dengan istriku, Tuan. Aku ingin menghiburnya sekarang!"


"Cih! menghibur! katakan saja kalau kamu sangat ingin memeluknya dan melakukan sesuatu."


Jackson Thompson tidak menjawab. Ia hanya ingin membersihkan tubuhnya sekarang dan bertemu dengan istrinya. Sedangkan Bradley Timothy tersenyum samar melihat semangat baru yang dimiliki asistennya itu.


Pria itu mandi dengan cepat dan berpakaian. Ia ingin mengunjungi istrinya di hotel yang ditunjukkan oleh majikannya itu. Tetapi Bradley Timoty tidak membiarkannya kesana.


"Jangan temui Pretty jika hubunganmu dengan ayahmu belum baik. Aku takut istrimu belum bisa menerimamu dengan baik."


Jackson Thompson mengangguk setuju. Kalau perlu ia akan melakukan semua perintah ayahnya agar ia tidak dipisahkan dengan gadis itu.


🍀


*Bersambung.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2